ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Aldo Kritis


__ADS_3

Devan membuka matanya perlahan menatap mentari yang bersinar terang dari balik hordeng yang tersingkap tak sempat dia tutup saat pergi, kepalanya terasa begitu berat dan pusing karena terlalu banyak minum.


Devan berdiri menuju meja disamping lemari besarnya dan mengambil gelas dengan air terisi penuh itu kemudian menegguk nya tak tersisa, Devan melepaskan bajunya dan hanya bertelanjang dada.


"Mungkin aku memang harus belajar melupakan semua tentang dirimu, membuka kembali lembaran kehidupan ku. " Gumam Devan lirih.


Devan menghela nafasnya kasar kemudian pergi kekamar mandi dan segera mandi di bawah guyuran shower yang membasahi tubuh nya Devan masih tetap memikirkan Kayla, entah kenapa sulit sekali bagi Devan melupakan wanita yang sudah menginggalkan nya itu.


Setelah mandi Devan segera menyambar jaket kulit nya dan juga ponsel nya kemudian meninggalkan apartemen dengan mencari taksi online menuju bar milik Aldo, tujuan Devan kesana selain untuk bertemu Aldo dia juga ingin mengambil mobilnya.


Devan masuk kedalam mobil taksi yang membawa nya meninggalkan apartemen yang nampak lumayan ramai di pagi itu, Devan membuka ponselnya dan menatap heran dengan panggilan yang begitu banyak di ponselnya.


"Siapa yang menghubungi ku sebanyak ini, apa dia kurang kerjaan. " Gumam Devan merasa jengah.


Devan membuka aplikasi berwarna hijau milik nya kemudian menatap dengan tajam saat sebuah pesan masuk kedalam ponselnya, mata nya membulat sempurna saat melihat poto Aldo yang sudah bersimbah darah dengan mobil yang hancur.


"Siapa yang berani melakukan ini semua? " Devan merasa begitu geram.


NOMOR TIDAK DIKENALI


"Nomor ini lagi. " Gumam Devan mengangkat panggilannya.


📞Devan...


Suara sendu yang begitu Devan kenal.


📞Cellin, ada apa?


📞Kak Aldo kritis dirumah sakit sekarang, aku menghubungi mu sejak semalam.


📞Maaf Cellin aku tidak tau jika ini nomor mu, lantas bagaimana keadaan Aldo di mana di rawat sekarang? Aku akan ke sana sekarang.


📞Di rumah sakit Kencang Indah, aku tunggu Devan.


Devan langsung meminta supir taksi itu untuk menghantar nya ke rumah sakit yang sudah disebut kan oleh Cellin,rahangnya mengeras emosi sudah memucak sempurna didada Devan.


Pemuda itu tak habis pikir bagaimana bisa seorang Aldo yang biasanya selalu tahan banting dan tidak pernah terluka kini bisa separah itu, entah apa yang sudah terjadi padanya.


Setelah 30 menit mobil taksi itu pun berhenti di sebuah rumah sakit besar yang begitu ramai, Devan segera keluar setelah memberikan uang pada tukang taksi itu kemudian berlari cepat mencari kamar rawat Aldo.


Devan mengubungi Cellin.


📞Aku dirumah sakit sekarang, di ruangan mana Aldo dirawat Cellin?


📞Di lantai 2 ruangan mawar nomor 13.


Devan langsung mematikan ponselnya kemudian berlari ke lift dan menuju lantai dua di mana Aldo dirawat.


TING


Lift terbuka dan Devan segera berlari mencari ruangan mawar yang sudah disebutkan oleh Cellin.


"Devan... " Pekik Cellin dengan sedikit keras.

__ADS_1


Devan berbalik dan menghampiri gadis itu yang nampak begitu kalau dengan riasan di wajahnya yang kini sudah berubah luntur karena air mata.


"Bagaimana keadaan Aldo Cel? " Ucap Devan dengan khawatir.


"Kak Aldo sudah melewati masa kritis nya Devan, aku tidak akan membiarkan gadis itu tetap hidup tenang. " Ucap Cellin dengan amarah.


"Gadis, gadis siapa yang kamu maksud itu, dan bagaimana bisa Aldo separah ini? "


"Begini ceritanya. "


FLASHBACK


Setelah menghantar Devan ke apartemen nya Aldo memutuskan untuk kembali ke Bar dimana banyak orang yang menunggu nya, namun diperjalanan pulang Sebuah mobil menghentikan nya dengan kasar.


"Dia lagi mau apa sebenarnya orang sinting itu, apa dia benar benar ingin mati. " Gumam Aldo sebal.


5 orang laki-laki dengan tubuh kekar keluar dari dalam mobil itu dan menghampiri mobil Aldo yang berhenti, mereka tak lain adalah para preman yang disuruh oleh musuh orang tuanya dulu untuk menghabi dirinya.


Mereka mengedor mobil Aldo dengan begitu kencang membuat emosi Aldo meninggi meskipun dia tau jika dia keluarga maka dia mungkin akan menyusul orang tua nya, Aldo hanya seorang diri sedang kan mereka berlima.


Dengan marah salah satu dari mereka memecah kan kaca mobil Aldo dengan sebuah tongkat baseball yang mereka bawak, Aldo menghindari becahan kaca itu dengan cepat.


Aldo segera keluar dan menghadapi para preman yang sampai kini belum bisa membunuh nya, ilmu berla diri Aldo tidak begitu buruk hingga dia masih tetap bertahan meski dikroyok oleh ke 5 preman itu.


Wajahnya kini sudah banyak memar dan juga darah segar yang mengalir deras namun semua itu tidak membuat Aldo menyerah menghadapi preman itu, mereka sudah sama sama terluka tapi belum ada yang ingin mengakhiri semua itu.


"Mau sampai kapan pun, bos kalian tidak akan pernah bisa bunuh gue bodoh. " Pekik Aldo dengan lantang.


"Pergi dan bilang ke bos bangkek lo itu kalau kalian kalah lagi dari gue, sebelum gue bunuh lo semua. " Aldo tertawa kemudian berbalik ingin kembali ke dalam mobil nya yang sudah rusak parah karena di pukul oleh beberapa preman itu.


"Begitu yakin loe bicara seperti itu? " Ucap seorang gadis dengan setelah serba hitam.


"Anggita... " Gumam Aldo begitu mengenal suara gadis itu.


Aldo berbalik dan tersenyum menatap gadis yang kini berjalan mendekati dirinya, mereka memang tau betul kelemahan Aldo.


"Para pecundang itu membawa seorang gadis hanya untuk membunuh ku ha ha ha.. " Tawa Aldo membuat gadis itu mengeram marah.


"Anggita... Mau sekali loe diperbudak oleh mereka. "


"Tutup mulut sampah lo itu sebelum gue robek mulut lo itu. "


Gadis yang dipanggil Angita itu langsung maju dan melayang kan beberapa pukul yang keras hingga membuat Aldo tersungkur begitu saja, tubuh nya yang sudah tidak berdaya dan penuh luka itu hanya bisa menghela nafas sesak dalam diam.


"Lakukan apa pun yang kamu mau Anggita dan aku hanya akan menikmati nya. " Gumam Aldo yang masih bisa terdengar oleh gadis itu.


"Habisi dia. " Titah Angita pada kelima preman yang tertawa mengejeknya itu.


Mereka memukuli Aldo dengan membabi muta tanpa memberi pemuda itu kesempatan melawan, Anggita bersandar di depan mobil Aldo sembari menatap tanpa ekpresi pemuda yang terkapar tak berdaya itu.


Sebenarnya Aldo masih bisa melawan mereka semua tapi dia tidak bisa melawan Anggita jual dia berhasil mengalahkan para preman itu maka Anggita yang akan melawannya, namun Aldo tidak menginginkan semua itu.


"Dasar laki-laki bodoh, hanya sebuah perasaan cinta bisa membuat lo rela dipukul hingga mati seperti itu. Semua itu tidak akan membuat gue simpati Aldo. " Batin Anggita.

__ADS_1


"Tinggal kan dia disini hancurkan mobilnya agar dia tidak bisa pergi jauh dari sini. " Titah Anggita meninggalkan mereka masuk kedalam mobilnya.


Sedangkan Aldo menatap nanar ke arah mobil Anggita yang meninggalkan dirinya yang bener bener sudah tidak berdaya, rasa cinta nya pada gadis itu membuat nya begitu bodoh.Sedangkan para preman itu menghancurkan dengan senang hati mobil kesayangan Aldo itu tanpa ampun.


Sudut mata pemuda itu menjatuhkan air mat kesedihan kemudian tertutup rapat meninggalkan rasa sakit yang sedang dia rasa kan.


FLASHBACK ON


"Aku menemukan kak Aldo di pinggir jalan di mana mobil nya sudah rusak parah. " Ucap Cellin menahan air mata.


"Mereka pasti orang suruhan Reyhan. " Ucap Devan mengepalkan tangannya.


"Devan jangan sekarang, sebaiknya lo disini pantau keadaan Aldo gue takut Anggita datang dan bener bener membunuh Aldo. " Tahan Cellin saat Devan ingin pergi.


"Iya lo bener.Tapi tunggu Cellin, lo bilang apa tadi? Anggita siapa Anggita? "


"Anggita anak dari Ben Sandra yang dibunuh oleh Aldo 3 tahun lalu, aku denger mereka dulu sepasang kekasih namun sejak Anggita tau kematian orang tua nya karena Aldo mereka mulai menjauh dan menjadi musuh. "


"Belum lagi pengaruh Reyhan padanya, itu lah kenapa Aldo memilih dipukul sampai kritis dari pada dia harus berusaha dengan cinta nya itu. " Ucap Cellin yang merasa cemburu.


"Sudah gak usah cemburu, lagi pula Aldo akan menyadari rasa cemburu lo itu nanti kalau dia sudah sadar. " Ucap Devan yang tau gelagat Cellin.


"Sok tau lo, siapa juga cemburu. " Sungut Cellin.


Devan sendiri baru menyadari jika sepupunya itu mulai menyukai Aldo saat mereka bertemu di bar beberapa bulan lalu, namun Aldo sama sekali tidak menunjukkan minat pada gadis itu.


Meski di luar sana begitu banyak laki-laki yang menggantri mendapatkan cinta seorang Cellin dan dia yang sudah mendapatkan dengan suka rela malah tetap memilih bertahan mendapatkan cinta seorang yang bahkan memandang nya saja sudah tidak sudi.


"Aldo yang bodoh. " Gumam Devan sedikit tersenyum sinis.


"Sama kek lo sama sama bodoh menunggu cinta yang bahkan tidak akan pernah bisa lo dapat kembali. " Sahut Cellin yang masih sibuk dengan tisu basah diwajahnya.


Devan hanya memandang nya sekilas kemudian menatap halu lalang pengujung dirumah sakit itu, mata nya menangkap sosok Kayla yang berjalan bersama seorang dokter wanita.


"Apa dia sakit, kenapa ada dia disini seorang diri? " Gumam Devan lirih.


"Lo ngomong sesuatu? " Ucap Cellin menatap Devan yang nampak gelisah.


"Gue pergi sebentar, nanti kalau ada apa apa sama Aldo hubungi gue segera. " Ucap Devan berlari pergi.


"Devan lo mau kemana? " Pekik Cellin saat Devan meninggalkan nya sendirian.


Devan berlari mencari keberadaan Kayla bersama seorang dokter wanita masuk kedalam ruangan, Devan berhenti saat menatap ruangan bersalin yang dimasuki oleh Kayla.


"Ruangan Kehamilan dan bersalin, apa Kayla hamil? " Gumam Devan berhenti di depan pintu masuk ruangan itu.


Seorang suster menegurnya kemudian menyuruh nya segera masuk.


"Maaf, bapak suami ibu Kayla kan? mari masuk pak jangan takut istri bapak sedang diperiksa sekarang. " Suster itu mengajak Devan masuk kedalam ruangan.


"Permisi dokter, ini suami bu Kayla ingin melihat langsung. " Ucap Suster itu yang membuat Kayla dan seorang dokter wanita itu menatao Devan yang diam membeku.


Kayla begitu tekejut bagaimana bisa Devan berada dirum sakit yang sama dengan nya dan kini mengaku jika dia suaminya.

__ADS_1


"Devan.. " Ucap Kayla menatap Devan.


__ADS_2