
Kayla sedang menikmati ice cream yang dibeli Federick untuknya sembari menikmati udara segar yang menerpa wajahnya, senyum Nya tak hilang sedetik pun dari wajah Kayla.
Entah lah tiba-tiba hatinya merasa bahagia mungkin karena hormon kehamilan yang sedang terjadi pada Kayla, sedangkan Federick hanya tersenyum menatap kemanjaan Kayla pada dirinya.
"Tetap tersenyum seperti ini Kayla, aku bahagia bisa melihat mu selalu tersenyum. " Gumam Federick.
Kayla tersenyum sembari bersandar manja di lengan kekar Federick yang mengelus lembut puncak kepala Kayla dengan lembut dan kasih sayang, dari kejauhan sebuah mobil berhenti menatap mereka dengan menggepal kan tangannya dengan kuat di stir mobil.
"Dasar wanita murahan, kemarin kamu bicara seorang anak itu benar-benar anaku tapi sekarang.. " Devan menatap benci kearah sepasang suami-istri yang sedang bermesraan itu.
Kayla menatap mobil yang baru saja melajukan dengan kencang itu dengan tatapan yang sulit diartikan, Kayla diam menikmati ice cream nya dengan sesekali bercanda gurau dengan Federick.
"Mas cerita kan masa kehamilan mommy Devan dulu? " Ucap Kayla mendongak kepalanya menatap Federick yang diam menatap mata indah Kayla.
Cup
Federick mencium sekilas bibir Kayla yang begitu mengoda untuk dia kecup, kemudian tersenyum dan mulai bercerita tentang kehidupan nya dulu dengan ibu Devan.
Sarah adalah seorang wanita berpendidikan tinggi dengan kecantikan yang selalu membuat semua orang merasa iri dengan nya, saat Federick melamarnya Sarah tidak meminta apa pun padanya.
Federick juga tidak menuntut Sarah untuk tetap di rumah namun wanita itu sudah memutuskan untuk menjadi seorang istri yang sempurna, memiliki anak dan mengurangi rumah tangga.
Kehidupan mereka dulu begitu bahagia setelah 2 tahun Sarah di nyatakan mengandung Devan namun kesehatan nya semakin memburuk sejak mengadung, Federick pernah memberi nya sebuah pilihan untuk mengugurkan bayinya namun Sarah tetap ingin mempertahankan nya.
Meski selalu sakit Sarah tidak pernah lalai merawat Federick dan rumah mereka meskipun pelayanan ada di rumah itu, orang tua Sarah begitu khawatir melihat putri mereka yang semakin sakit parah dan kurus.
Wajahnya yang cantik kian memudar seiring nya kehamilan yang semakin membesar dan semakin membuat Federick khawatir akan itu, namun Sarah selalu memberi kak semangat untuk Federick agar lebih berani dan tidak putus asa melihat wanita yang dia cintai sekarat.
Tepat kehamilan nya ke 9 bulan Sarah mengalami kontraksi luar bisa yang akhirnya mengambil kehidupan nya dari bayi yang belum sempat memanggilnya dengan sebutan mommy, saat itu langit terasa runtuh menimpa kehidupan Federick.
Duka dan kebahagiaan menjadi satu dalam kehidupan nya yang kalut namun dia juga tidak bisa menyerah begitu saja ada seorang bayi laki-laki yang ingin di bahagia dan diutamakan oleh dirinya.
Itu lah kenapa Federick begitu menyayangi Devan melebihi apa pun dalam hidup nya namun sejak kehadiran Kayla kasih sayang dan perhatian itu memudar karena rasa cemburu nya pada putra nya sendiri.
__ADS_1
Federick menatap langit yang begitu cerah menceritakan pengalaman lama nya membuat nya hampir meneteskan air mata, Kayla menatap ketulusan dimana Federick membuat nya meras bersalah.
"Kini karena aku mas Federick dan Devan berdebat dan saling membenci aku harap tante Sarah tidak marah padaku. " Batin Kayla.
"Apa sudah selesai, jika sudah sebaiknya kita pulang hari kian panas. " Ucao Federick.
Kayla mengganguk kepalanya kemudian mengikuti langkah Federick masuk kedalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan pulang, sepanjang jalan Kayla hanya diam memikirkan saya agar Federick dan Devan dapat bersama.
"Kayla, seandainya aku sudah tiada apa kamu akan mencari penganti ku? " Ucap Federick membuat Kayla menatap nya.
"Maksut mas Federick apa sih? " Kayla merasa tidak ingin membahas sesuatu yang belum terjadi.
" Seandainya saja sayang, lagi pula aku belum siap meninggal kan mu sendiri. "Ucap Federick tertawa menatap Kayla yang nampak kesal.
" Jangan pergi sebelum aku bisa benar bener jatuh cinta dan mencintai mu setulus hati ku mas.. "Gumam Kayla.
" Aku masih sabar menunggu semua itu sayang, meski nanti kita tidak berjodoh pun aku akan tetap mencintai mu sampai kapan pun. "Ucap Federick memegang erat tangan Kayla.
"Percayalah jika nanti aku pergi jauh dari mu, jangan pernah melupakan ku meskipun kamu sudah memiliki orang lain. "
Entah kenapa perasaan Kayla jadi tak enak saat Federick berbicara seolah-olah dirinya hendak meninggalkan Kayla.
"Berhenti berbicara seperti itu, aku tidak suka. "
"Iyaa, nanti aku akan antar kamu pulang, setelah itu aku akan bertemu dengan Megan ada sesuatu yang ingin dia bicara padaku. "
"Iyaa, tapi jangan lama lama. " Gumam Kayla.
Megan menghubungi Federick saat tak sedang bersama dengan Kayla, dia ingin memberi tahu Federick tentang masalah kehamilan Kayla yang masih terasa aneh untuk dirinya dan juga Federick.
Megan ingin memberi tahu kebeneran akan hubungan terlarang istri dan juga anak lelaki nya itu, menguak perselingkuhan diantara Kayla dan Devan.
Tak lama mereka sudah sampai dirumah Federick menurunkan Kayla lalu kembali pergi meninggalkan wanita itu yang kembali merasa kesepian, Federick melanju menuju perusahaan Megan sesuai dengan permintaan Megan.
__ADS_1
***
Nando kini sedang duduk sendiri di taman rumah sakit sembari menunggu Celline kembali, sesekali pemuda itu memainkan ponsel nya berbalas pesan dengan Dinda kekasih yang sekarang berada di surabaya.
"Sebentar lagi, aku akan melamar mu Dinda tunggu sampai aku bisa mencapai semua tujuan ku. " Gumam Nando.
Dari kecil Nando ingin memiliki hunian sendiri untuk nya dan istri nya kelak yang akan merawat ibun disana tua, Nando juga memiliki beberapa cafe di Jakarta.
Tidak berkerja di rumah Megan pun tidak akan membuat nya kelaparan karena dari dulu Nando selalu menabung dan juga memiliki uang yang banyak di rekening nya selama bersama dengan keluarga Megan.
Karena tanda Terima kasih nya pada Megan Nando akan tetap menjadi tangan kanannya selama yang diinginkan wanita itu, karena Megan juga telah menjamin kehidupan nya setidak nya dia juga harus bisa membalas itu semua.
Nando tidak ingin berhutang budi pada siapapun dalam kehidupan, yang nantinya akan mengusahakan kehidupan nya dan ibunya setelah balas budi nya pada Megan selesai.
"Hoyy ngelamun aja. " Ucap Celline tiba-tiba.
Nando hanya memerhatikan gadis itu dengan tatapan bengis yang sama sekali tidak membuat Celline takut, sejenak Celline melupakan kejadian memalukan di rumah dengan bersikap biasa saja.
"Napa lo liat gue kek gitu, gue colok juga mata lo tuh.. Ayo pulang. " Sungut Celline meninggalkan Nando.
"Dasar cewek bar bar. " Gumam Nando mengikuti langkah Celline menuju mobil mereka yang terparkir.
"Buka... " Titah Celline dengan berdiri diam menatap pintu mobil yang belum terbuka.
"Untung anak majikan gue kalau gak gue kuliti lo.. " Sungut Nando membuka pintu mobil agar Celline dapat masuk lalu menutup nya dengan keras.
"Wah ngelunjak nih anak, gue telvoni nyokap gue baru tau lo. " Pekik Celline.
"Stttt bisa diam gak sih, gue cium baru tau rasa lo. " Ancam Nando yang membuat Celline langsung diam mengingat ciuman tak sengaja mereka.
Nando seketika diam dia juga bingung bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu pada Celline, semua itu di luar kehendak nya.
"Gue kenapa sih, halah dah lah penting nih bocah diam. " Batin Nando melajukan mobil nya meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1