ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Merindukan


__ADS_3

Nando sudah mengurus para preman yang disuruh Marcuse untuk memerkosa nya kini mereka telah masuk ke dalam penjara dengan wajah yang sudah benar-benar luka parah.


Kini Nando sedang bersama dengan Aldo dan Devan di sebuah cafe menikmati kopi hangat untuk membuat mereka sedikit rileks, Aldo menatap bibir Nando yang berdarah.


"Permisi,ini kopi nya pak."Ucap seorang gadis mengenakan baju pelayanan.


" Barikan tisu pada dia. "Ucap Aldo ringan sembari bersandar pada kursi.


" Baik Pak, tunggu sebentar."Gadis itu langsung meninggalkan mereka.


"Kalian punya hubungan apa, seperti terlihat begitu dekat? " Ucap Devan.


"Tidak ada hubungan spesial diantara kami pak Devan, hanya sebatas nona muda dan bodyguard nya saja. " Ucap Nando.


"Bener kah, tapi aku rasa kalian lebih dari itu? " Timpal Aldo mengintimidasi Nando yang mulai tidak nyaman dengan percakapan itu.


"Permisi pak ini tisu yang anda minta. " Gadis itu meletakkan tipu itu di atas meja kemudian pergi.


"Terima kasih. " Ucap Aldo menyodorkan tisu itu pada Nando yang langsung menerima nya.


"Akhir akhir ini kalian terlihat dekat? " Gumam Devan menyeruput kopi nya.


"Perasaan anda saja, dari dulu kami memang dekat bukan. " Elak Nando.


"Ku peringatkan pada mu Nando, meski kamu adalah orang kepercayaan tante Megan tapi jangan pernah berharap bisa membuat nya merestui hubungan kalian. Mungkin sekarang belum tapi beberapa tahun lagi bisa saja kalian saling jatuh cinta. " Ucap Devan secara formal.


Nando diam mendengar peringatan yang begitu jelas dari Devan, dia sendiri sadar jika sampai dia menyukai Celline dan Megan adalah orang pertama yang memisahkan cinta mereka.


"Apa aku mulai tertarik pada nya, tidak tidak mungkin. " Batin Nando.


****


Sedangkan dirumah sakit Megan baru saja tiba dan hendak masuk kedalam ruangan Celline, mata nya menyipit tak kalah melihat sosok Kayla yang berada didalam ruangan putri nya.


"Wanita itu, untuk apa dia diruangan putri ku? " Ucap Megan tidak senang.


Megan langsung masuk ke dalam ruangan itu dan membuat Kayla begitu terkejut dengan kehadiran nya, dengan kasar Megan menyeret Kayla dengan kasar meninggal kan Celline yang sedang tidur.


"Tante sakit, lepaskan tangan ku.. " Ucap Kayla saat mereka sudah berada di luar.


"Wanita murahan, untuk apa kau menemui anakku ha? " Ucap Megan dengan suara penuh penekanan.


"Maaf tante, tapi aku hanya ingin menjenguk Celline saja. Lagi pula aku kesini bersama dengan Devan. " Gumam Kayla takut.


PLAK


Tamparan keras mendarat sempurna di pipi mulus Kayla hingga membuat nya begitu terkejut dengan apa yang Megan lakukan, air matanya seketika turun begitu saja.

__ADS_1


"Tante, ke.. na.. pa.. kenapa tante menampar Kayla? " Ucap nya terbata menahan isak tangis.


"Kau pantas mendapat semua itu, pergi dari sini dan jangan pernah mendekati Celline lagi dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui Kayla, kau sudah membuat Federick begitu terluka dan kehilangan putra satu satu nya. " Bentak Megan mendorong Kayla.


Kayla terjatuh ke lantai yang dingin dengan deraian air mata sungguh semua itu bukan kehendak nya melukai hati pria baik seperti Federick.


"Ak.. u.. a. ku.. tidak bermaksud seperti itu tante, sungguh aku tidak menginginkan perdebatan diantara mereka. "


"Tutup mulut busukmu itu, pergi dari sini sebelum Federick datang mengunjungi Celline wanita murahan. " Ucap Megan sebelum meninggal kan Kayla yang menangis.


Ruangan VVIP itu begitu sepi hanya ada 3 ruangan saja yang terisi oleh pasien, hal itu membuat Megan tidak khawatir akan menggangu pasien lain.


Kayla berdiri menghapus air matanya yang kian deras menatap pintu ruangan Celline yang tertutup rapat, Kayla memilih meninggalkan rumah sakit itu sebelum dirinya bertemu dengan Federick.


Federick baru saja masuk ke dalam rumah sakit itu saat Kayla sedang menunduk membantu seorang anak kecil, mereka berada di satu tempat yang sama dan saling berselisih.


Federick menghentikan langkah lebar nya saat dia merasakan kehadiran Kayla didekat nya, Federick berbalik menatap setiap orang yang ada dirumah sakit itu namun tidak menemukan sosok yang dia cari.


"Mungkin hanya perasaan ku saja. " Gumam Federick kembali melangkah pergi.


Sedangkan Kayla melangkah keluar dari rumah sakit itu dengan perasaan sedih kini dia bingung harus pergi kemana, sedang kan mau pulang pun dia belum hafal dengan alamat rumah Devan yang baru.


Kayla menghubungi nomor Devan beberapa kali namun tidak juga di respon oleh nya membuat Kayla membuang nafasnya dengan lesu.


"Aku harus pergi kemana, papa.. mama.., Kayla rindu.. " Gumam Kayla berjalan gontai menuju kursi di taman rumah sakit.


Pemandangan itu membuat Kayla menganggap perutnya yang sedikit membuncit karena sudah memasuki trimester 3,Kayla menatap perutnya nanar. Membayangkan bagaimana saat dia lahir nanti bagaimana dia bisa tubuh dengan baik jika ayahnya saja tidak peduli padanya.


"Kamu sehat sehat terus sayang, mama janji akan menjaga kamu selalu. " Ucap Kayla.


Devan baru saja tiba dirumah sakit bersama dengan Aldo dan Nando yang langsung menuju ruangan Celline, mata nya memicing saat melihat sosok Federick yang sedang berbincang dengan Megan.


"Mas, sudah ku katakan jika kamu sebaiknya benar benar mencari istri yang lebih baik dari Kayla. " Ucap Megan.


"Aku mencintai nya, lagi pula ah.. sudah lah Megan berhenti membicarakan nya. Kau datang kesini untuk melihat keadaan Celline. "


"Celline sudah lebih baik, bodyguard nya juga sudah bertindak dan membuat perhitungan yang jauh lebih buruk dari apa yang di berikan pada anakku. "


"Marcus memang pantas menerima semua itu, dia benar-benar sudah melewati. "


Clek


Nando membuat pintu ruangan Celline dan membuat dua orang yang sedang berbicara itu menatap ke arah nya.


"Maaf buk, semua sudah saya selesai bersama dengan pak Devan dan pak Aldo. " Ucap Nando menuduk.


"Bagus, saya suka dengan kerja kamu meski kamu sedikit lalai menjaganya. " Ucap Megan.

__ADS_1


"Devan? " Ucap Federick menatap putra nya itu.


"Di mana Kayla? " Ucap Devan tanpa menatap Federick.


"Tante sudah menyuruh nya pergi. " Seru Megan membuat Federick dan Devan tekejut.


"Jadi Kayla ada di sini? " Gumam Federick menatap Megan.


"Kenapa tante mengusirnya? " Devan nampak marah dan langsung pergi.


"Kenapa kau tidak memberitahu? " Ucap Federick yang juga meninggalkan Megan.


"Apa mereka sudah gila, sebegitu peduli nya mereka pada gadis murahan itu? " Ucap Megan.


Aldo dan Nando hanya diam mendengar Megan yang berbicara dengan kasar, Nando menatap Celline yang masih memejamkan mata.


"Apa kau belum bagun lagi Celline, aku merindukan setiap kata kata yang keluar dari bibir mu. " Batin Nando.


"Saya permisi. " Ucap Aldo sembari menepuk pundak Nando.


Aldo menyusul Devan yang pergi mencari Kayla entah di mana, mata menatap seorang wanita yang sama seperti Kayla membuat nya segera menghampiri nya.


"Seperti Kayla? " Gumam Aldo menatap Kayla duduk di taman rumah sakit.


"Kayla.. " Seru Aldo membuat Kayla langsung menatap nya dengan senyuman simpul.


"Mas Aldo? " Ucap Kayla.


"Kau di sini, Devan mencari mu." Ucap Aldo duduk disamping Kayla.


"Benar kah, dia pasti akan marah ayo kita kembali mas. Aku tadi sudah menelpon nya beberapa kali tapi dia tidak menjawab nya sungguh.. " Ucap Kayla takut jika Devan akan berlaku kasar lagi pada nya.


"Dah tenang aja gak usah khawatir, ayo aku akan antar bertemu Devan. " Gumam Aldo.


Kayla dan Aldo berjalan beriringan menuju parkiran di mana mobil Devan terparkir disana, namun mata mereka menatap tajam pada dua orang yang sedang berdiri bersama.


"Devan, daddy ingin bicara padamu? " Ucap Federick menarik tangan Devan.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan, lepas kan tangan ku." Ucap Devan kasar.


Devan menghempas tangan Federick dengan kencang.


" Aku tidak ingin bicara dengan mu. "Devan hendak pergi saat namun Federick kembali menghentikan nya.


" Daddy ingin bicara padamu Same, sebentar saja. "Federick memohon pada Devan agar dia mau mendegar kan nya.


Federick benar benar merindukan anak semata wayang nya itu yang sudah terlalu jauh darinya sekarang, bahkan air mata Federick hampir terjatuh melihat anaknya begitu kasar menghadapi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2