
Federick pergi menuju apartemen yang dibeli Devan sendiri dengan uang hasil kerja nya, selama itu Federick belum sekali pun menginjakkan kaki nya ke apartemen Devan karena kesibukan nya yang begitu padat.
Devan sendiri sudah sering mengajak ayahnya itu ke apartemen nya dan juga memberitahu kode apartemen Devan, kini Federick sudah berdiri didepan apartemen kosong milik Devan yang dia tinggalkan.
Federick menekankan beberapa digit angka dan benar saja pintu apartemen itu langsung terbuka dengan ragu Federick melangkah kan kakinya masuk kedalam dengan hati gelisah, saat masuk Federick sudah dikejutkan dengan begitu banyak nya foto Kayla dan Devan.
"Bagaimana bisa aku menikah dengan gadis yang begitu dicintai oleh anakku sendiri, lantas bagaimana perasaannya saat tau aku lah yang membuat kehancuran nya.. " Ucap Federick mengucap wajahnya lesu.
"Aku harus bagaimana sekarang.. " Pekik pria itu frustasi.
***
Pagi itu hujan turun begitu deras membuat seorang wanita semakin nyenyak berlabu pada kasur nyamannya, Kayla nampak begitu malas bangun meski jam sudah menujukan pukul 8.00 pagi.
TOK TOK TOK
"Nyonya.. sarapan sudah siap sebentar lagi tuan akan pulang. " Pekik seorang pelayanan dengan sedikit keras.
"Emzz iyaa.. " Gumam Kayla menguap dengan malas.
"Sebaiknya aku segera bangun sebentar lagi mas Frederick akan pulang. " Kayla nampak bergegas bangun dan masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Federick kini sudah berada dirumah nya dengan wajah lesu dan bingung membuat semua orang dirumah itu nampak aneh menatap pria yang biasanya menyapa mereka dengan ramah kini hanya diam dengan tatapan sayu.
"Ada apa dengan tuan Federick? " Gumam seorang pelayanan berbisik.
"Entah lah sejak pulang dari paris tuan belum berada dirumah, apa mereka bertengkar saat pulang ke Indonesia? " Bisik yang lain.
"Entah lah tuan saja baru pulang. "
Federick berpura-pura tidak mendegar bisikan dari para pelayanan yang sebenarnya ingin sekali dia tegur namun Federick memilih untuk naik ke lantai atas masuk kedalam kamarnya.
Kayla yang baru saja selesai berpakaian dan berdandan natural tekejut tak kalah Federick memeluk nya dari belakang dan bersandar di bahunya.
"Mas sudah pulang? " Gumam Kayla lembut.
"Iya, sayang apa aku boleh bertanya sesuatu padamu? "
__ADS_1
"Emz tentu saja mas, kamu bertanya apa? "
Federick membalik tubuh istri nya agar menghadap nya dan menatap mata nya, Federick diam menatap mata Kayla yang selalu menatapnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Wanita yang sudah dia nikahi selama 2 tahun itu nampak semakin cantik dan dewasa membuat rasa cinta dan sayang Federick semakin besar padanya, rasanya dia benar-benar tidak sanggup jika harus melepaskan Kayla.
"Mas.. kok malah bengong mas mau bertanya apa? " Ucap Kayla menatap Federick yang hanya diam menatap dirinya.
"Apa kamu mencintai ku? " Ucap Federick membuat Kayla sedikit terkejut.
Tubuh wanita itu menegang saat mendegar Federick bertanya tentang cinta nya pertanyaan yang amat dihindari oleh Kayla selama ini, diam nya Kayla membuat Federick tau jika dia tidak pernah ada dihati wanita itu.
"Apa kamu mencintai ku Kayla atau kamu mencintai laki-laki lain? "
"Maksut mas Federick apa sih, emz sebaiknya kita sarapan ayo mas.. " Kayla mengalihkan pembicaraan dengan meninggal kan Federick.
Namun belum sempat Kayla membuat pintu Federick menarik tangan Kayla untuk kembali menatapnya, keinginan Federick mengetahui hubungan Kayla dan Devan langsung dari mulut wanita itu.
"Jawab pertanyaan ku Kayla Ocean apa kamu mencintai ku atau mencintai laki-laki lain di luar sana. " Suara Federick sedikit meninggi.
Kayla melepaskan cengkraman tangan Federick dan keluar dari kamar mereka meninggalkan Federick yang masih sibuk dengan pikirannya, Kayla berjalan menuruni anak tangga dengan dada sesak untuk pertama kalinya Federick berbicara dengan nada tinggi padanya.
Kayla menatap poto masa kecil disetiap dindin sepanjang anak tangga yang dia lewat menatap satu persatu anak lelaki yang selalu tersenyum manis menatap kamera, foto foto itu membuat hatinya menghangat.
"Senyuman Same sama seperti senyuman manis Devan. " Gumam Kayla.
"Selamat pagi nyonya? " Ucap seorang pelayanan.
"Selamat pagi. " Ucap Kayla ramah.
"Saya Andin nyonya, selamat datang dirumah Wilson. Jika nyonya butuh sesuatu bisa panggil saya langsung nyonya. " Ucap wanita bernama Andin itu.
"Terima kasih Andin, oh iya nanti jika aku butuh sesuatu aku akan panggil kamu. " Ucap Kayla dengan lembut.
"Iya nyonya, apa ada yang mau nyonya lakukan atau butuh sesuatu? "
"Ajak aku berkeliling rumah ini saja. "
__ADS_1
"Baik nyonya mari. "
Kayla mengikuti langkah Andin mengikuti nya berkeliling rumah Federick yang begitu besar dan megah seluruh ruangan itu penuh dengan beberapa pintu tertutup dan taman yang begitu luas.
"Ini kamar tamu nyonya, lebih dari 10 ruangan untuk sebelah sana kamar para pelayanan dan juga dapur, disana taman buah kolam berenang dan kolam ikan. "Jelas Andin dengan lembut.
" Itu rumah kaca ya? "Ucpa Kayla menatap rumah kaca yang begitu menyita perhatian nya.
" Ah itu, emz dulu itu rumah kaca milik ibu Den Devan nyonya sekarang rumah kaca itu sudah lama tidak disentuh tertutup rapat. "
"Tunggu, kamu tadi menyebutkan nama siapa? " Ucap Kayla merasa tak asing dengan nama yang disebutkan oleh Andin.
"Den Devan nyonya, Den Devan itu anak tunggal tuan Federick dan nyonya Clarissa yang sekarang berada di Singapura. "
"Bukan kah nama anak mas Federick adalah Same? "
Andin nampak tersenyum mendegar ucapan majikan barunya itu.
"Iya Samudera Devan Wilson nyonya Kayla, Same adalah panggil khusus untuk orang tua den Devan selebihnya orang lain lebih mengenal nya dengan Samudera. "
"Tidak mungkin saja itu Devan yang lain. " Batin Kayla menenangkan jantung nya yang berdebar kencang.
"Mari nyonya saya akan ajak anda keruang tamu disana nyonya bisa mengenal den Devan. "
Kayla diam mengikuti langkah Andin menuju ruang tama disana memang banyak foto foto keluarga dan juga anak Federick yang tidak begitu dia perhatian saat tiba dirumah itu.
Hatinya begitu gelisah entah kenapa Kayla merasa takut jika Devan yang mereka sebuah kan adalah Devan dimasa lalu nya dulu.
"Nah nyonya ini foto Den Devan.. " Ucap Andin mereka menujukan foto berukuran besar yang membuat mata nya terbelak sempurna.
"Devan.. " Bibirnya terasa kelu saat apa yang dia takutkan menjadi kenyataan pahit yang mungkin akan menghancurkan dirinya dan juga 2 pria yang mencintai dirinya.
"Iya ini den Devan anak tunggal tuan Federick, ini pertama kalinya nyonya mengetahui nya ya? " Ucap Andin yang menatap keterkejutan Kayla.
Laki laki yang tersenyum manis dengan setelah jas hitam membuat nya semakin tampan tak terasa air matanya menetes mengingat jelas hubungan mereka dulu, hal itu membuat Andin bingung.
"Kenapa nyonya Kayla menangis menatap foto Den Devan? " Batin Andin yang diam menatap Kayla.
__ADS_1