ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Candu


__ADS_3

Celline menunggu kedatangan Nando di sebuah kafe tak jauh dari rumah baru Devan menunggu dengan debaran dada yang begitu terasa, beberapa kali gadis itu nampak menghela nafas berat.


"Kenapa jadi dek dekan gini yah, duh kenapa juga harus sama Nando sih.. " Gunanya Celline gelisah.


Seorang pemuda dengan stelan dan jas hitam nampak turun dari dalam mobil sembari mengedarkan pandang nya menatap beberapa pengunjung di cafe, mata menatap seorang gadis yang sedang dia cari dengan sedikit debaran.


"Celline.. " Gumam Nando melangkah kan kakinya menuju tempat Celline berada.


Celline menegak habis segelas kopi yang dia pesan dengan cepat, gadis itu nampak berdiri karena sudah terlalu lama menunggu membuat nya ingin pergi sendiri.


Saat hendak berbalik tubuh mungil nya bertabrakan dengan tubuh kekar Nando hingga membuat nya hampir terjungkal jatuh, namun dengan sigap Nando segera menagkap nya.


"Ah.. " Pekik Celline membuat pengujung menatapnya.


"Ih sosweet banget.. " Ucap seorang gadis.


"Udah ganteng banget lagi tuh cowo, perhatian lagi. " Timpal yang lainnya.


Mata Celline menatap mata Nando yang tajam membuat nya segera tersadar dengan situasi mereka kemudian berdiri dengan tega dan meninggal kan Nando.


"Celline.. tunggu.. " Ucap Nando mengejar Celline yang malu.


Celline langsung masuk kedalam mobil dan menatap Nando yang berdiri di depan mobil nya.


"Lo mau masuk dan anter gue, atau gue pergi sendiri? " Sungut Celline.


"Iyaa, gue anter. " Nando nampak kesal dengan tingkah Celline.


Nando segera masuk! ke dalam mobil dan melajukan nya meninggalkan kafe, di dalam mobil Celline yang diam sembari memasang earphones ke telinganya.


Earphones itu memang berada di dalam mobil yang di bawah Nando karena Celline adalah seorang pelupa yang akan meninggalkan barangan nya di mana saja, Nando menghela nafas saat menatap Celline memejam kan mata.


"Kenapa dengan ku, sejak kejadian itu selalu saja memikirkan Celline. Jangan sampai aku menyukai gadis ini. " Batin Nando.


Celline terlelap dengan damai dengan earphones yang masih terpasang di telinganya dengan sempurna.


Tak terasa perjalanan sudah mereka tempuh 4 jam perjalanan itu akhirnya mereka tiba di surabaya dimana rumah Megan berada, selama itu Celline sama sekali tidak terbangun.


"Dasar kebo nih bocah, perut ku sudah berbunyi dan dia hanya tidur mau ditinggal nanti nyarin. " Gumam Nando kesal memarkirkan mobil nya di depan rumah Megan yang tak kalah mewah.

__ADS_1


Jam sudah menujukan pukul 17.00 sore Nando segera membangun Celline yang masih tertidur pulas, perlahan Nando menggoyang pipi Celline dengan pelan.


"Nona.. nona Celline.. bangun lah, kita sudah sampai? " Gumam Nando dengan jarak yang lumayan dekat dengan Celline.


Deru nafas hangat Nando terasa nyata di wajah Celline namun gadis itu masih engan membuka mata nya, lantunan musik merdu membuat nya semakin nyenyak tidur.


Band terdiam menatap wajah Celline yang terpejam bayangan kejadian di kolam berenang teringat dan terekam sempurna di ingatan nya, Nando tak berkedip menatap gadis cantik itu yang terdiam.


Mata Nando menatap bibir merah muda yang pernah dia sesap dengan lembut, rasa manis yang tercipta di bibir itu membuat Nando menelan saliva nya berulang kali.


"Ada apa dengan ku, rasa ingin sekali menyesap bibir mungil gadis bar bar ini? " Gumam Nando lirih.


Perlahan Nando mendekati bibir Celline dan menempel kan dengan lembut mendapatkan Celline tidak merespon sentuhan nya membuat Nando memberanikan dirinya ******* bibir gadis itu.


Celline seperti merasakan sesuatu yang kenyal berada di bibir nya bermain main dengan bibirnya, ciuman Nando semakin dalam membuat Celline mulai tersadar jika dia tidak bermimpi.


Nando yang terlena dengan ciuman nya tidak menyadari jika Celline mulai terbangun dari tidurnya, Celline mendelik sempurna saat tahu jika Nando sedang mencumbu saat dia tidak sadar.


Tangan Nando menyusup masuk kedalam baju yang dikenakan Celline membuat gadis itu bingung antar menolak nya atau diam menikmati cumbuan Nando yang begitu mendambakan.


"Egh.. " Erang Celline saat Nando meremas kuat dua bukti tersembunyi itu.


Seketika Nando tersadar dan menjauh dari Celline dia begitu ceroboh dan bodoh telah terlena dengan ciuman nya, Nando menarik nafas dalam kemudian menatap Celline yang menghapus jejak cumbuanya.


Celline menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Nando marah pun dia tidak bisa karena dia juga menikmati yang di mana mereka sama sama suka, Celline melepaskan earphones meletakkan nya di leher nya.


Celline berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan Nando yang diam dan merutuki dirinya sendiri, rumah itu nampak begitu sepi tidak ada pelayanan atau satpam yang berjaga.


"Katanya suruh nyusul ke sini, malah gak ada orang di rumah?" Gumam Celline.


Tak lama Nando masuk kedalam rumah membawa koper Celline yang sudah disiapkan oleh ibunya sebelum berangkat, Celline mendudukkan dirinya pada sofa diruang tamu sembari menghubungi Megan.


📞Mama di mana, aku udah baru saja sampai.


📞Maaf sayang mama lagi ditempat tante Cethy, pembantu sudah pulang jika mau makan semua sudah tersedia di meja makan. Besok pagi mama baru pulang, love you.


Celline langsung mematikan ponsel nya menghela nafas kasar mengingat ucapan Megan jika pembantu dirumah itu sudah pulang, itu berarti dirinya hanya berdua bersama dengan Nando.


"Koper mu sudah ada didalam kamar, aku akan keluar sebentar. " Ucap Nando menatap Celline sekilas kemudian meninggalkan nya.

__ADS_1


"Huft bagaimana bisa aku berada di sini bersama nya terus. " Celline menghela nafas kasar.


Celline nampak memegang bibirnya yang terus terasa akan ciuman Nando beberapa waktu lalu, senyuman terukir di wajah nya membuat Celline merasa heran kenapa dia malah tersenyum bukan nya marah.


Nando pergi dengan mobil Celline menuju rumah kediaman Dinda kekasihnya yang telah berjanji akan menikah dengan nya, Nando tersenyum bahagia saat nanti Dinda melihat kedatangan nya.


Nando merogoh saku jas nya kemudian menatap cincin yang dia beli sebagai hadiah untuk Dinda sekaligus ingin melamar gadis pujaannya itu,jarak rumah Megan dan Dinda tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 45 menit sampai kesana.


Tak lama Nando berhenti di depan sebuah rumah yang tidak begitu besar dengan dua lantai, Nando tersenyum kemudian turun dan berjalan ke arah rumah itu.


"Aku datang sayang, ini sebagai bukti jika aku benar-benar serius padamu. "Ucap Nando semangat.


Mata Nando menatap sebuah motor Ninja hijau terparkir di halaman rumah Dinda membuat nya merasa heran.


" Motor siapa itu, sedangkan Dinda tidak memiliki kakak atau adik laki-laki? Apa mungkin teman nya, tapi kenapa bertamu di sore hari? "Pertanyaan itu membuat Nando melangkah lebih cepat untuk melihat siapa pemilik motor besar itu.


Sedangkan didalam rumah Dinda nampak sedang bercanda gurau dengan seorang pria yang cukup tampan, mereka nampak begitu mesra dan menatap.


" Sampai kapan kamu menyembunyikan hubungan kita ini, aku sudah tidak tahan jika harus diam diam seperti ini? "Ucap laki-laki itu menyentuh pipi Dinda.


" Maaf sayang, aku masih mencintai Nando tapi aku juga mencintai mu. "Dinda nampak memeluk laki-laki itu dengan mesra.


" Tapi sampai kapan, kamu harus bisa memilih diantara kita Dinda. "


Sedangkan Nando hanya diam memantung memandang kekasih nya yang begitu dia cintai berkhianat dibelakang nya selama ini, Nando berjalan masuk membuat Dinda terkejut dengan kedatangan Nando.


"Nando? " Ucap Dinda tekejut.


Dinda dan laki laki itu nampak berdiri dan terkejut dengan kedatangan nya, Dinda mendekati Nando lalu memeluk nya.


"Sayang kapan kamu datang, kenapa tidak menghubungi ku? " Ucap Dinda.


"Siapa dia? "


"Dia temen kuliah ku, dia Dimas dan juga mau pulang kok. " Ucao Dinda menatap laki-laki bernama Dimas itu.


"Iyaa, gue pulang dulu din. " Ucap Dimas berjalan pergi.


"Kita putus. " Ucap Nando menghentikan langkah Dimas dan mendorong tubuh Dinda menjauh dari nya.

__ADS_1


"Sayang, aku bisa jelasin semuanya. " Ucao Dinda panik.


Nando meninggalkan Dinda yang menangis menghentikan nya dia bener bener sudah membuat Nando kecewa, pemuda itu berjalan cepat meninggalkan rumah Dinda dan melajukan mobil nya dengan cepat.


__ADS_2