
"Dokter... tolong dokter... " Pekik Nando dengan keras sembari menggendong tubuh Celline.
Beberapa orang menatap Nando dengan terkejut melihat seorang gadis tak sadarkan diri dalam gendong nya dengan tubuh terluka.
Seorang perawat langsung mendorong bangsal untuk membawa tubuh Celline masuk kedalam ruangan rawat, dua orang dokter masuk kedalam ruangan itu membuat Nando semakin khawatir.
"Apa aku harus menghubungi bu Megan? " Ucap Nando merogoh kantong celana nya mengambil ponsel.
Tuttt
π Iya hallo Nando ada apa?
Nando terdiam berusaha menetral kan suaranya dengan baik saat berbicara dengan Megan.
π Maaf buk, saya lalai dari pekerjaan saya.
πApa maksut kamu Nando?
Suara khawatir begitu terdengar dari balik telepon membuat Nando semakin merasa bersalah.
π Nona Celline, nona Celline...
πAda apa dengan Celline?
πNona Celline terluka buk, sekarang dia ada dirumah sakit Kasih Bunda sedang di tangani dokter.
π Apa..
Seketika panggil terputus membuat Nando terduduk lemas menatap ruangan Celline yang masih tertutup rapat.
"Semoga gadis itu baik baik saja. " Ucap Nando mengusap wajah nya kasar.
Nando menghubungi bawahannya untuk segera membawa orang orang yang memcekai Celline masuk kedalam penjara dan mencari tahu siapa dibalik semua ini.
Tak lama pintu terbuka dan dokter menghampiri Nando yang menatap nya, sedangkan beberapa suster membawa Celline untuk dipindah kan ke ruangan rawat inap.
"Bagaimana,keadaan nya dokter? " Seru Nando.
__ADS_1
"Luka di tubuh nya sudah kami obati tidak ada luka yang serius hanya saja, mungkin saat dia sadar akan menyisakan sebuah trauma yang mendalam dalam hidup nya. Saya harap anda bisa menjaga nya dengan baik, saya permisi. " Jelas dokter itu.
"Ini salah ku, andai aku tidak meninggalkan nya demi wanita itu. " Gumam Nando benar-benar menyesal.
Kaos putih yang dia kenakan nampak sudah berubah warna merah karena darah yang mengalir dari tubuh Celline, seorang suster datang membawa kam beberapa obat untuk wajah Nando.
"Permisi pak, saya harus membersihkan luka anda. " Ucap nya duduk di samping Nando.
Suster itu langsung membersihkan wajah Nando dan juga mengobati nya tiada kata yang keluar dari mereka berdua,meski luka nya sakit tapi bagi Nando itu tidak lebih sakit dari apa yang akan terjadi pada Celline.
"Sudah selesai, bapak tidak perlu khawatir tentang kekasih anda dia sudah membaik dan sebentar lagi akan sadar. Saya permisi. " Ucap suster itu.
Nando menghela nafas kasar kemudian menyusul Celline keruangan VVIP yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit, melangkah perlahan menatap wajah Celline di balik kaca pintu ruangan nya.
Tubuh nya penuh dengan perban kening nya pun sudah di perban dan bibirnya nampak membiru karena pukulan yang cukup keras, tangan Nando mengepal mengingat bagaimana mereka membuat gadis itu terluka.
"Aku berjanji akan membalas apa yang sudah mereka lakukan padamu Celline, memang tidak mungkin bisa membuat mu lupa tapi aku akan membuat mu juga bahagia melihat kehancuran orang yang sudah meluaimu. " Gumam Nando.
Nando memilih untuk tetap berada di luar sembari menunggu kedatangan Megan ke rumah sakit yang pasti sangat syok melihat putri nya yang terluka.
"Nando.. " Ucap Megan sengit.
Nando hanya menunduk tak berani menatap mata marah Megan.
"Apa yang terjadi dan kenapa sampai Celline bisa terluka, aku memberikan mu tugas untuk menjaga anakku itu saja dan kau mengecewakan ku Nando. " Seru Megan.
"Maaf buk, saya memang bersalah dan saya berjanji akan mencari dalang di balik semua ini buk. " Ucap Nando.
"Cari dan membuat dia merasakan apa yang dirasakan oleh Putri ku. " Ucapan Megan meninggalkan Nando masuk kedalam ruangan Celline.
Megan begitu terluka menatap nak pempuan nya yang diperban begitu banyak bahkan wajah cantik nya membiru membuat nya menitihkan air mata.
"Bajingan mana yang membuat mu seperti ini sayang, mama berjanji mereka akan merasakan apa yang kamu rasakan dan jauh lebih dari ini. " Ucap Megan mencium kening Celline beberapa kali.
Gadis itu tetap terpejam tanpa merespon suara Megan yang bergetar, hanya tetesan air mata yang mengalir di wajah sembab dan biru Celline.
Nando menatap sebuah file yang dikirimkan oleh anak buah nya menatap dengan mata yang membelak sempurna, file yang menunjukkan siapa dalang dibalik semua ini.
__ADS_1
"Pak Markus Antonius, jadi dia yang melakukan semua ini. " Gumam Nando.
Nando mengepal kan tangannya segera mengirimkan pesan pada Megan yang berada di dalam ruangan Celline.
Megan mendelik saat tau isi pesan yang diberikan oleh Nando.
"Kurang ajar, akan ku buat kau menyesal telah membuat masalah dengan ku Marcuse. " Ucap Megan.
BUAT PERHITUNGAN DENGAN ANAK NYA NANDO, BUAT DIA MERASAKAN APA YANG CELLINE RASAKAN. JIKA PERLU HANCUR KAN HIDUP NYA SAMA SEPERTI YANG DIA LAKUKAN PADA PUTRI KU.
"Aku akan melakukan nya demi menebus kesalahan ku pada Celline, akan membuat putri pewaris mu merasa kan nya Marcuse. " Ucap Nando meninggalkan rumah sakit.
***
Kayla terbangun karna perut nya terasa begitu lapar, matanya menatap jam dinding yang menuju kan pukul 20.00 membuat nya terbelak.
"Astaga selama itu aku tidur?" Gumam Kayla.
Merasa perutnya begitu lapar membuat Kayla melupakan berapa lama dirinya tertidur sekarang dia hanya harus turun kebawa dan melihat ada makanan apa di sana.
Kayla melangkah dengan perlahan tampan membuat suara bising yang akan membuat penghuni rumah terbangun, Kayla menatap sekeliling rumah yang nampak begitu sepi kemudian turun dan bernafas lega.
"Aku begitu lapar.. " Gumam nya.
Kayla menuruni tangga satu persatu hingga menuju dapur dan menatap meja makan yang kosong, itu berarti dia harus membuat makanan sendiri sekarang.
Kayla membuka kulkas yang kini sudah berisi penuh matanya berbinar melihat begitu banyak sayuran dan lauk di sana, ada juga beberapa sosis yang menarik perhatian nya.
"Mungkin masak mie instan dengan sosis itu lebih praktis dan enak. " Ucap nya mengambil bahan bahan.
Kayla segera memasak mie instan yang tak begitu lama itu kemudian membawa nya menuju meja makan dan menyantapnya dengan nikmat, seseorang menatap nya dari lantai dua dengan datar.
"Kebiasaan yang tidak pernah berubah, selalu saja memasak mie instan setiap kali lapar. " Gumam Devan menatap Kayla yang menikmati mie nya sendiri.
Devan kembali ke dalam kamarnya yang berada di samping kamar Kayla kemudian kembali tidur, sedangkan Aldo berada di kamar tamu yang bersanding dengan dapur dan ruang tamu.
Setelah makan Kayla segera mencuci nya kembali dan segera beranjak kembali ke dalam kamar nya sebelum ada yang melihat nya berada di dapur pada malam hari.
__ADS_1