ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Permainan Kasar


__ADS_3

Kayla menahan sesak didada nya mendengar ucapan Devan yang begitu menyakitkan, Kayla menghapus air matanya kemudian turun menuju meja makan di mana Aldo betada di sana.


"Sudah selesai mandi? " Ucap Aldo lembut.


Kayla hanya tersenyum menanggapi ucapan Aldo kemudian mengambil makanan lalu dengan sunyi mereka menikmati sarapan pagi itu.


"Kayla, berasa usia kandungan mu? " Gumam Aldo.


"Emzz mungkin sekitar 2 bulan, memang ada apa? "


"Hari ini mari priksa kandungan mu, jika menunggu Devan yang mengantar mu maka dia tidak akan pernah mengantarkan mu. "


"Tidak usah mas Aldo, biar aku berangkat sendiri saja. "


"Aku tidak menerima penolakan Kayla. " Ucap Aldo merasa tidak puas dengan jawaban Kayla.


"Baik lah. "


"Bagus, setelah sarapan kita berangkat. "


"Mereka ini sama sama pemaksaan, tapi setidaknya mas Aldo tidak kasar seperti Devan. " Batin Kayla.


Sesuai ucapan Aldo mereka kini sudah berada di dalam mobil untuk berangkat ke sebuah rumah sakit, kandungan Kayla baru 1 kali di periksa karena terlalu sibuk dengan pemikiran nya sendiri sampai melupakan jika dia sedang mengandung.


Kayla merasa bersyukur karena masih ada orang perhatian pada dirinya meski baru saling kenal tapi Aldo begitu tulus pada nya, tak lama mobil Aldo berhenti di sebuah rumah sakit dan mengajak Kayla langsung turu.


"Ayoo.. " Seru Aldo membuka pintu mobil nya.


"Tidak usah seperti itu mas Aldo, saya bisa sendiri. Tidak enak jika dilihat orang. "Ucap Kayla merasa canggung dengan perlakuan Aldo.


" Tidak masalah Kayla, ayo masuk dan selesai kan pemeriksaan mu. "Ucap Aldo.


Aldo membawa Kayla bertemu dengan dokter kandungan yang cukup terkenal dan langsung bertemu dengan nya.


" Apa ini tidak berlebihan mas Aldo? "


"Tidak ada yang berlebihan untuk wanita hamil, dulu aku juga di kandungan seorang ibu jadi apa salah nya jika aku membantu seorang ibu? "


"Mas Aldo benar benar begitu baik. " Ucap Kayla tersenyum manis menatap Aldo.


TOK TOK


Aldo mengetuk pintu ruang seorang dokter.


"Masuk.. " Seru nya.


Mereka masuk kedalam ruangan itu kemudian bertemu dengan dokter wanita yang begitu cantik dan masih cukup muda.


"Selamat pagi bapak dan ibu, silahkan duduk. " Ucap nya ramah.


Kayla dan Aldo duduk di depan dokter itu yang tersenyum ramah.


"Saya dokter Angel, ada yang bisa saya bantu? "

__ADS_1


"Saya ingin memeriksakan kandungan dokter? " Ucap Kayla.


"Sebentar saya data dulu, ibu mari berbaring di sana. "Gumam dokter Angel.


Kayla berbaring di atas bangsal di depan monitor USG sedang kak Aldo nampak duduk menungu mereka, Angel menatap Aldo tersenyum.


" Kemari pak saya akan menjelaskan tentang kandungan ibu Kayla. "Ucap Angela.


Aldo merasa sedikit canggung saat mendekati dan menatap Kayla yang berbinar, gadis itu pun sedikit malu dengan tatapan Aldo pada nya.


" Ini kantung janin, usia kandungan nya sudah menginjak 3 bulan pak Aldo. Lihat lah dia begitu sehat dan sempurna meski belum begitu berbentuk. "Ucap Angela


Kayla dan Aldo berbinar menatap monitor yang bergerak.


" Detak jantung nya juga bagus, semua normal."Ucap Angela menyelesaikan pemeriksaan nya.


Kayla menutup kembali baju nya yang terbuka saat Angela sudah selesai, mereka kembali duduk untuk mendengar kan penjelasan pada Kayla dan Aldo. Dokter Angela tidak tahu jika Aldo bukan suami Kayla.


"Baik saya akan tuliskan resep yang nanti harus bapak tembus, semua baik hanya saja mungkin maaf sebelumnya, bapak mungkin bisa mengurangi durasi berhubungan saat ibu Kayla sedang mengandung. " Ucap Angela membuat Kayla semakin malu.


"Dokter dia buka.. " Ucap Kayla terputus.


"Baik dokter, saya akan mengurangi durasi hubungan itu. " Ucap Aldo tersenyum dan menatap Kayla.


"Baik bulan depan silakan datang kembali ke sini,Terima kasih. " Ucap Angela.


"Terima kasih dokter. " Ucap Aldo bersalaman kemudian pergi meninggalkan Angela yang menatap mereka.


Kini Aldo dan Kayla sudah berada di dalam mobil menuju pulang, sunyi tidak ada pembicaraan diantara mereka.


"Memang kenapa Kay, tidak masalah toh hanya setiap pemiksaan saja. Tidak perlu sungkan padaku. " Ucap Aldo.


Aldo pun bingung pada dirinya sendiri kenapa dia bisa begitu baik dan akrab pada Kayla padahal mereka baru saja kenal dan bertemu.


"Kay,untuk masalah hubungan *** tadi apa Devan selalu bermain kasar? " Ucap Aldo membuat pipi Kayla memerah.


"Emzz a. apa.. " Kayla nampak gugup menjawab pertanyaan Aldo.


"Tidak perlu malu Kayla, aku hanya bertanya kau mau jawab boleh tidak ya terserah. " Ucap Aldo terkekeh geli melihat ekpresi Kayla.


"Emzz, Devan tidak pernah menyentuh ku. Hanya saat sebelum aku hamil dan dia selalu bermain lembut padaku. " Gumam Kayla malu dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Bagus lah kalau begitu, itu lebih baik jika dia menyentuh mu sampai kamu melahirkan. " Timpal Aldo.


Mereka sudah sampai Aldo menurunkan Kayla di depan pintu gerbang rumah Devan.


"Maaf aku harus pergi sebentar, tak apa kan jika kau dirumah sendiri? " Ucap Aldo.


"Tidak masalah mas Aldo, kalau begitu aku masuk duluan. Terima kasih untuk hari ini. " Gumam Kayla tersenyum.


"Sama sama, jangan lupa obat mu. " Ucap Aldo sebelum Kayla keluar dari mobil.


Aldo melajukan mobil nya menuju bar di mana dirinya biasa menghabiskan waktu sebelum Devan mengajaknya pindah ke rumah baru nya bersama Kayla.

__ADS_1


Aldo belum tahu jika Devan memukuli Rayhan hingga hampir mati karena membalas dendam padanya telah melukai Aldo, Aldo datang ke Bar untuk melihat Devan.


Tidak mungkin jika Devan berada di kantor nya di jam seperti ini.


***


Kayla baru saja masuk kedalam rumah dan langsung disambut dengan tarikan kasar pada lengannya.


"Awwww.. " Pekik Kayla terkejut.


"Apa yang kau lakukan bersama Aldo, apa sekarang kau ingin merayu nya juga. " Ucap Devan.


"Tidak Devan, mas Aldo hanya mengantarkan ku pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan. " Ucap Kayla menahan perih di lengannya.


"Harusnya kau memberi tahu ku dulu Kayla, bukannya malah pergi begitu saja. " Ucap Devan begitu marah.


"Devan sakit.. lepaskan lengan ku kau melukai ku.. " Isak Kayla membuat Devan terkekek.


"Apa ini sakit, kalau begitu ini tidak seberapa dengan apa yang aku rasa kan. " Bentak Kayla.


Devan menyeret Kayla dengan kasar menaiki tangga lantai dua menuju kamar Kayla.


"Devan.. lepas sakit... " Ucap Kayla.


Devan membuka pintu kamar Kayla dengan cepat kemudian menutup nya dengan begitu keras, melemparkan tubuh Kayla ke atas kasur dengan hingga terjatuh.


Kayla begitu terkejut dengan perlakuan kasar Devan padanya Kayla hanya bisa menangis melihat laki-laki yang dulu mencintai nya dan begitu lembut pada nya kini berubah menjadi seperti orang tidak memiliki hati.


Devan melepaskan kancing baju nya satu persatu kemudian melemparkan nya ke sembarangan arah membuat Kayla sadar apa yang diinginkan Devan, Kayla mundur menghindari Devan yang menatap nya sayu.


"Devan, jangan mendekat. " Ucap Kayla.


Devan menarik kaki Kayla agar mendekati dengan nya kemudian menggurung tubuh Kayla dibawa kungkungan tubuh besar nya, Devan menatap Kayla dengan begitu sayu meski dia membenci nya tapi rasa cemburu membuat nya benar-benar kehilangan akal.


"Devan.. " Gumam Kayla lirih.


Devan tidak peduli dengan Kayla yang menangis dan memohon agar dia tidak menyentuh nya, Devan mencium Kayla dengan terus.


Devan mengoyak dengan keras dress biru yang di kenakan Devan menampakkan dua p******* yang masih tertutup itu, kini Kayla tanpa mengenakan apa pun.


Devan langsung melepaskan semua nya tidak tersisa tanpa aba aba Devan kemudian mencium setiap jengkal tubuh Kayla, meski gadis itu menangis tersedu sedu.


Dengan kasar Devan menghujatnya dengan begitu keras membuat Kayla tak tahan memekik.


"Awww.. Devan.. sakit.. " Pekik Kayla saat Devan menikmati persatuan mereka yang begitu nikmat.


Devan melakukan nya dengan begitu kasar hingga membuat Kayla begitu kesakitan tubuh nya terasa seperti remuk semua mengimbangi permainan Devan, Devan merasa begitu nikmat yang tiada tara saat berhubungan dengan Kayla.


Bahkan jeritan Kayla seperti D*****kenikmatan untuk nya Kayla hanya bisa menangis menikmati setiap sentuhan Devan yang kasar padanya,begitu banyak tanda yang Devan tinggalkan pada tubuh mulus Kayla.


Setelah 30 menit akhirnya Devan mengeluarkan semburan hangat pada Kayla, membuat Kayla membuang muka dari tatapan nikmat Devan.


Devan menjatuhkan tubuh nya disamping Kayla yang kini sudah memunggungi dirinya dengan isakan yang tidak bersuara, Devan menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Begitu nikmat persatuan mereka hingga membuat Devan lelah kemudian memilih memeluk Kayla dari belakang lalu terpejam menghirup dalam aroma tubuh yang selalu membuat nya mabuk.


__ADS_2