ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Jangan sampai kehilangan untuk kedua kalinya.


__ADS_3

Pukul 21.00 malam Nando dan Celline telah tiba di jakarta dirumah Celline.


Nando menatap Celline yang terlelap di bangku belakang menatap iba pada gadis cantik itu yang dulu selalu bersikap ceria dan selalu mengganggu dirinya.


Bekas luka di wajah nya pun belum begitu memudarkan sama seperti rasa trauma dan sakit yang gadis itu rasakan. Nando turun dari mobil menuju tempat dimana Celline tertidur lelap.


" Tidur lah dengan nyenyak, lupakan sejenak semua masalah mu." Gumam Nando lembut.


Nando langsung menggendong tubuh mungil Celline dengan perlahan memasuki rumah yang langsung disambut oleh Ayu ibu Nando sekaligus pengasuh Celline.


" Non Celline?" Gumam Ayu dengan pelan melihat Celline yang tertidur lelap.


" Buk, Non Celline sedang tidur sebaiknya jangan mengganggu nya dulu." Gumam Nando pelan.


" Iyaa, kamu bawa Non Celline masuk kekamar nya.." Ayu menatap Nando yang membawa Celline naik ke lantai atas menuju kamarnya dengan sedih.


" Kenapa semua ini terjadi pada Non Celline, kasihan sekali gadis itu dia pasti begitu takut dan trauma." Gumam Ayu.


Nando membuka pintu kamar Celline perlahan kemudian menghidupkan lampu kamar gadis itu yang begitu rapi, Nando perlahan meletakkan Celline di atas tempat tidur dengan begitu lembut agar gadis itu tidak terganggu.


"Ehhh..." Celline nampak mengigau sebentar.


Nando menyingkirkan anak rambut yang menutupi mata gadis itu dengan perlahan, menatap bibir pucat Celline yang masih menyisakan bekas lebam di sana.

__ADS_1


" Apa aku jatuh cinta pada Celline, tapi bagaimana bisa?" Gumam Nando pelan.


" Tidak, semua itu tidak mungkin. Aku tidak cocok bersanding dengan nya, buk Megan akan menolaknya jika sampai semua itu terjadi?" Ucap Nando berdiri dan meninggal kan Celline sendiri.


***


Malam telah tiba kini Kayla sedang duduk sendiri di kamar nya setelah selesai makan malam bersama dengan Devan Aldo dan tentunya Tasya.


Devan dan Tasya selalu bermesraan di depan matanya membuat dadanya begitu sesak dan sakit, air mata gadis itu meleleh begitu saja mengingat perlakuan Devan padanya.


" Huft...kenapa rasanya begitu sakit, apa ini yang Devan rasakan saat tahu aku menikah dengan ayahnya.." Gumam Kayla menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa Kayla, apa kamu merasa tersakiti sekarang?" Suara berat Devan membuat Kayla membuka matanya.


Devan berjalan perlahan mendekati Kayla yang sekarang berdiri menatapnya dengan menghapus sisa air mata di pipinya, Devan tersenyum sinis menatap mata Kayla yang sembab.


" Itu baru permulaan saja, belum semua nya sayang..." Ucap Devan menarik Kayla kepelukan nya.


Deru nafas hangat Devan menerpa wajah Kayla saking deketnya jarak diantara mereka.


" Sakit mu belum terasa begitu menyakitkan Kayla, ini belum akhir dari semua sakit hati ku.."


" Apa kamu begitu membenci ku Devan, hingga menatap ku saja kau jijik Devan?. Apa rasa cinta mu sudah hilang sekarang?"

__ADS_1


Devan diam menatap setiap air mata yang turun begitu saja di pipi wanita yang dulu begitu ia cintai dengan segenap perasaan nya.


Devan tersenyum menatap Kayla.


" Setiap air mata yang kamu keluar kan tidak akan pernah membuat ku percaya tentang cinta yang kau katakan Kayla, aku terlanjur kecewa dengan setiap cinta yang kamu ucapkan." Devan mendorong tubuh Kayla dengan keras hingga dirinya terjatuh di atas kasur.


" Ah.." Pekik Kayla terkejut.


" Hapus air mata mu kebohongan mu itu, sekarang nikmat saja setiap penderitaan yang akan aku berikan padamu dengan penuh kesadaran ku." Ucap Devan meninggalkan Kayla yang diam menagis.


Kepergian Devan membuat Kayla semakin kencang menangis, wanita menutup wajah nya dengan bantal dan menangis dengan kencang dan begitu pilu.


Sedangkan di balik pintu kamar Kayla, Devan bersandar di sana dengan dada yang bergetar mendengar setiap tangisan pilu Kayla yang langsung mengetuk hatinya yang terkunci.


" Ada apa dengan ku, aku harusnya tidak seperti ini aku harus bahagia bisa membuat Kayla begitu menderita. Tapi kenapa rasanya begitu menyakitkan.." Ucap Devan mengusap rambut nya dengan gusar.


" Itu karena lo masih mencintai nya bodoh, hanya saja lo terlalu naif mengakui semua itu." Ucap Aldo tiba-tiba menghampiri Devan yang langsung terdiam.


" Semua itu tidak mungkin, tidak mungkin.." Ucap Devan memperjelas ucapan Aldo.


" Jangan naif Devan, gue begitu kenal dengan semua tentang kehidupan lo. Jangan sampai lo akan kecewa saat Kayla bertemu dengan orang lain yang menerima nya dengan baik dan lo akan kehilangan nya untuk kedua kalinya." Ucap Aldo meninggalkan Devan yang diam.


" Tidak mungkin aku masih mencintai nya, tidak mungkin." Ucap Devan tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2