ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Masih Mencintaimu


__ADS_3

"Gimana keadaan lo? " Ucap Devan setelah masuk menemui Aldo yang sudah duduk manis di atas kursi.


"Baik, bentar lagi juga balik tinggal tunggu tuh dokter ngasih aba aba doang. " Gumam Aldo santai.


"Lo kenapa? " Ucap Aldo menatap Devan yang nampak kusut.


"Gue abis nikah sama Kayla. "


"Apaaa.. "Aldo tercengang dengan ucapan yang keluar dari mulut sahabat nya itu.


" Lo gila, nikah sama emak tiri lo sendiri Devan? "


"Bapak gue dah gugat cerai, jadi gak ada masalah apa pun. " Devan berdiri dari duduk nya menatap rumah sakit dari lantai 3.


"Lo mau balas dendam sama Kayla, Devan Devan lo aja cinta mati maaa tuh cewek ngapain mau acara balas dendam segala haaa? " Aldo nampak kesal dengan tingkah Devan.


"Dia harus merasakan apa yang gue rasain dulu, lagi pula cinta itu sudah mati 3 tahun lalu. " Kilah Devan berbohong.


"Jangan bohong dengan perasaan lo Devan, gue tau betul.. " Ucap Aldo.


Devan hanya menghela nafas kasar mendegar ucapan Aldo yang begitu tau tentang dirinya karena setiap malam Devan akan mabuk dan mengigau tentang Kayla.


"Gue tau lo masih ci... " Ucap Aldo terhenti saat Celline masuk kedalam kamar Aldo bersama Kayla.


"Ngomong apa nih? "Ucap Celline menatap mereka yang saling diam.


" Permisi.. "Ucap seorang dokter masuk kedalam ruangan Aldo.


" Selamat pagi dokter? "Gumam Aldo menatap seorang dokter laki-laki yang biasa memeriksa nya itu.


" Selamat pagi pak Aldo, saya akan periksa sebentar apa semua sudah lebih baik atau belum. "Gumam nya mulai melakukan pemeriksaan pada Aldo.


Aldo dan yang lain hanya diam memerhatikan dokter itu yang sedang dengan serius memeriksa Aldo, sedangkan Kayla memilih untuk duduk disofa sembari menatap Devan yang nampak begitu peduli pada Aldo.


" Sebenarnya siapa pemuda itu, kenapa Devan begitu perhatian dan peduli padanya? "Batin Kayla.


Dokter itu menghentikan pemeriksaan nya.


" Baik semua nya normal dan lebih baik, jadi hari ini pak Aldo sudah bisa kembali ke rumah dan melakukan aktivasi seperti biasa. "Ucap dokter itu ramah.


" Bagus lah dokter jika dia sudah lebih baik, telalu lama disini akan membuat nya lupa dunia luar. "Celetus Devan dengan datar.

__ADS_1


Dokter itu hanya tersenyum mendengar ucapan Devan kemudian berpamitan pergi setelah melepaskan jarum infus Aldo, Aldo sudah menggantikan pakaian nya dan siap untuk kembali ke rumah nya.


" Lo tinggal di rumah gue. "Ucap Devan dengan santai.


" Ogah, gue punya rumah sendiri. "Sungut Aldo tidak setuju.


" Gue gak terima penolakan dari siapapun, mau sampai kapan lo tinggal di bar terus ha.. "


"Sampai lo gak mabuk lagi lah, entar lo malah nyusahin orang lain pas mabok."


Kayla hanya diam mengikuti mereka yang berjalan lebih dulu dari nya dan Celline, Kayla pun terkejut saat tahu jika Devan seorang pemabuk berat dan juga suka bersama wanita malam.


"Kenapa kaget denger percakapan mereka, denger Kayla sejak kepergian mu Devan memang sudah berubah banyak sekali perubahan dalam dirinya. " Gumam Celline pada Kayla.


"Apa sebegitu nya luka yang ku torehkan padanya, Devan aku masih begitu mencintai mu sampai kapan pun itu. Meski dalam dirimu hanya ada dendam untuk ku. " Batin Kayla.


Mereka masuk kedalam lift yang kosong percakapan Devan dengan Aldo sudah berakhir sejak beberapa waktu lalu, hanya helaan nafas saja yang terdengar di dalam lift itu.


Ting


Bunyi lift tebuka membuat mereka segera keluar dari sana dan menuju mobil Devan yang terparkir di halaman rumah sakit.


"Lo tinggal di rumah gue dan lo pergi jauh jauh sono. "Ucap Devan menujuk Aldo dan Celline.


" Berisik. "Seru Aldo masuk kedalam mobil Devan diikuti oleh Kayla.


" Kalau lo mau ikut mobil ku, lah mobil lo gimana? "


"Yaaa nanti biar diambil sama orang nya nyokap gue lah. Ayoo.. " Celline ikut masuk kedalam mobil di bagian belakang bersama dengan Kayla yang diam.


Devan dengan kesal akhirnya melajukan mobil nya meninggal kan rumah sakit menuju rumah barunya, Celline dan Aldo nampak bingung saat Devan tidak membawa mereka ke apartemen nya.


"Ini bukan jalan apartemen lo kan? " Ucap Celline heran.


"Iyaa Van, kita mau kemana? " Timpal Aldo menatap Devan yang fokus menyetir.


"Rumah baru gue. " Jawab nya singkat.


Mereka hanya mengganguk mengerti dengan ucapan Devan, sedangkan Kayla hanya diam menatap jalanan yang lengang di pagi hari itu. Mata Devan sesekali melihat Kayla yang hanya diam menatap keluar jendela.


"Kayla.. " Panggil Celline menatap nya.

__ADS_1


Kayla tersenyum saat menatap Celline yang menatapnya.


"Ada apa? " Jawab Kayla.


"Bagaimana keadaan bayi yang lo kandung, apa lo sedang ingin makan sesuatu? "


"B.. baaik kok Celline, aku sedang tidak ingin memakan apa pun. " Ucap Kayla yang heran bagaimana bisa Celline tahu tentang kehamilan nya.


"Gak usah heran gue tau lo hamil, gue juga tahu tuh bayi anak Devan.. " Ucap Celline dengan santai.


Devan mendelik mendegar ucapan Celline yang sepontan tanpa memikirkan perasaan orang lain, sedangkan Aldo nampak diam dan menatap Devan dengan santai.


"Kenapa lo? " Sungguh Devan menatap Aldo dengan tajam.


"Pria gila. " Hanya itu yang terdengar dari mulut Aldo yang kemudian memejamkan matanya.


Kayla nampak malu mendegar ucapan Celline yang begitu santai bahkan gadis itu terlihat biasa saja setelah mengatakan nya, meski semua itu adalah kenyataan.


"Kenapa, ucapan gue salah yaa? " Ucap Celline yang menerima tatapan tajam dari Devan.


"Otak lo emang kadang kadang konslet. " Seru Aldo dengan tetap memejamkan mata nya.


"Gak apa Celline. " Ucap Kayla.


"Kata mama orang hamil itu moodnya berubah ubah, belum lagi kalau pas lah ngidam beh.. aneh aneh. " Cerita Celline sambil bermain ponselnya.


"Apa yang dikatakan Celline benar, terkadang aku menginginkan sesuatu tapi terkadang aku juga membenci sesuatu moodku juga berubah sekarang. " Batin Kayla.


"Jika kamu ingin sesuatu katakan saja pada Devan, jika dia tidak mau menuruti mu kau pukul saja junior nya yang seenaknya ngasih benih ke rahim emak tiri nya. " Sindir Celline dengan keras.


Devan hanya menghela nafas kasar mendegar ucapan Celline yang selalu membuat nya kesal, meski begitu dia juga tidak bisa memarahinya karena apa yang dikatakan gadis itu benar.


Namun Devan tidak begitu peduli dengan ucapan Celline yang menyuruh nya lebih perhatian pada Kayla, meski dia tahu jika anak itu adalah anaknya namun Devan beberapa kali mengelak nya.


Devan selalu berpikir mungkin saja bayi itu anak ayahnya bukan anaknya atau malah anak dari pria lain yang di tiduri oleh nya.


"Bisa saja bayi itu bukan anakku, dia saja mau tidur dengan ku mana mungkin dengan pria lain dia tidak mau. "Gumam Devan dengan dingin.


Kayla menatap Devan dengan perasaan sakit air mata nya bahkan hampir saja keluar namun dia tahan semua nya, Celline menatap Kayla dengan perasaan yang tidak tentu.


" Kenapa Devan begitu tega mengatakan semua itu, padahal Kayla adalah gadis yang begitu dia cintai. "Batin Celline.

__ADS_1


Hening tiada suara yang terdengar dari ke empat orang didalam mobil itu sedang kan Kayla nampak memejamkan mata nya tiba-tiba kantuk menyerangnya begitu saja, rasa lelah dan sakit yang dirasakan gadis itu membuat nya benar-benar hancur.


__ADS_2