ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Trauma


__ADS_3

Nayla sibuk dengan pekerjaan rumah sesuai keinginan Kenan sedang kan Tasya masih belum juga keluar dari kamarnya.


" Mau aku bantu?" Ucap Aldo menawarkan diri melihat keringat bercucuran di tubuh Kayla.


" Tidak perlu kak, lagi pula ini sudah hampir selesai." Tolak Kayla yang masih sibuk mengepel lantai.


" Ya sudah, aku akan melihat mu saja kalau begitu." Aldo duduk di soffa ruang tamu dan melihat Kayla dengan tatapan berbeda.


" Apa aku sudah jatuh hati nya, entah bagaimana reaksi Devan saat tahu aku menyukai istri yang dia sia sia kan itu." Batin Aldo tersenyum.


" Huft..selesai juga.." Gumam Kayla mengelap keringat di kening nya.


" Kayla.." Seru Aldo membuat Kayla berbalik menatap pria itu yang kini sedang duduk santai.


" Iya kak Aldo, ada apa?" Gumam Kayla.


" Bantu aku melepaskan perban di kepala dan kaki ku, aku rasa semua sudah lebih baik sekarang."


Kayla mendekati Aldo dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


" Ok siap, Kayla bantu.." Gumam nya mendekati Aldo yang tersenyum.


Dengan perlahan Kayla melepaskan perban di kepala Aldo yang nampak memang luka nya sudah lebih baik sekarang, bekas jahitan di kepalanya kini sudah mengering hanya menyisakan bekasnya saja.


Beberapa bekas lebam diwajah tampannya juga sudah mulai memudar dengan berjalan nya waktu, jarak mereka begitu dekat hingga Aldo bisa mencium aroma strawberry dari tubuh Kayla.


" Sudah kering kak, tinggal beli salep penghilang luka aja.." Gumam Kayla.


Aldo menatap lama wajah Kayla yang sedikit berkeringat membuat sesuatu di hatinya bergetar.


" Kak Aldo.." Seru Kayla saat Aldo tak henti menatap nya.

__ADS_1


" Haaa...apaa?" Ucap Aldo gugup.


" Sudah kering, tinggal beli salep aja biar lukanya sembuh." Gumam Kayla tersenyum melihat tingkah Aldo.


" Ah..iyaa mudah lah itu, nanti operasi plastik juga bisa." Celetuk Aldo sumeringa.


" Is dasar.." Kayla duduk di bawah kaki Aldo dan mulai melepaskan perban yang berada di kaki pria itu.


Sedangkan sepasang mata tajam sedang mengawasi mereka dengan tangan yang mengepal keras, setiap senyuman Kayla membuat nya semakin mengeratkan gengamman tangannya sendiri.


" Apa dia sekarang akan menggoda Aldo, dasar wanita murhaan.." Gumam Kenan menatap tajam Kayla yang melepaskan perban di kaki Aldo.


***


Sudah lebih dari sepekan Celline berada dirumah sakit dan kini dirinya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, mengingat trauma yang terjadi pada gadis itu dokter terus mewanti Megan dan Nando agar lebih ekstra menjaga nya.


Nando menatap Celline yang diam menatap jendela mobil yang melaju pelan dari kaca spion mobil nya dia bawa.


" Huft..." Nando membuang nafasnya dengan berat jika mengingat bagaimana kondisi Celline saat itu.


Celline hanya diam tanpa berniat membalas ucapan Nando.


" Kalau begitu kita akan langsung kembali ke Jakarta, Buk Megan sekarang masih begitu sibuk sekarang." Timpal Nando yang masih memperhatikan Celline yang diam.


Nando memutuskan untuk membawa Celline kembali ke Jakarta saat itu juga mengingat Celline tidak ingin kembali ke rumah di mana kejadian itu menimpa dirinya.


Mobil melaju meninggalkan kota bandung yang asri dengan cepat dengan Celline yang terus diam dan Nando yang sesekali berusaha mencairkan suasana hati gadis itu.


Perjalanan yang cukup jauh membuat mata hitam Celline terpejam begitu saja membuat Nando memelankan laju mobil nya, sudah 1 jam mereka berjalan dan sekarang sudah jam sudah menujukan pukul 12 siang.


Nando merasa perutnya berbunyi kemudian menepikan mobil nya hendak membeli makanan untuk nya dan Celline malam siang, Nando menatap Celline yang tertidur dengan lelap kemudian keluar dan meninggalkan gadis itu sendiri.

__ADS_1


Nando masuk kedalam sebuah rumah makan sederhana di pinggiran jalan yang nampak cukup sepi.


" Buk, minta nasi kotak nya isi ayam lengkap yah 2 kotak." Ucap Nando pada wanita paru baya itu.


" Baik Den." Sahut wanita itu.


Nando merogo saku celana nya dan menatap layar ponsel nya yang menujukan begitu banyak pesan dan telpon masuk dari Indah.


" Aku terlalu kecewa padamu.." Gumam Nanda mengabaikan semua pesan dan telepon dari gadis yang telah menghianati nya itu.


" Sudah selesai Den, makanan nya.." Ucap wanita itu.


" Iya buk, Terima kasih. Berapa semua nya?" Ucap Nando ramah.


" Semua 50 rb Den."


" Ini buk, Terima kasih." Nando langsung mengambil bungkus nasinya dan pergi meninggalkan rumah makan itu kembali ke dalam mobil.


Nando menatap Celline yang masih tertidur kemudian berjalan masuk kedalam bangku belakang mobil nya dan membangunkan Celline dengan lembut.


" Nona Celline.." Nando menguncang pelan bahu Celline.


Gadis itu langsung terbangun dengan terkejut dan hampir berteriak kencang melihat Nando.


" Aku Nando, tenang Celline.." Nando beringsut mundur menjaga jaraknya dengan Celline.


" Kenapa?" Ucap Celline mengelap keringat di keningnya.


" Aku membeli makanan untuk kita, makan lah dulu.." Nando membuka 1 kotak nasi untuk Celline.


" Gak usah sok formal sama gue, lebay amat idup lo." Sunggut Celline seperti biasanya membuat Nando tersenyum.

__ADS_1


" Saya bodyguard anda nona Celline, jadi sewajarnya jika saya bersikap formal." Gumam Nando mengingat perkataan Megan tentang dirinya.


" Terserah." Celline mengambil nasi itu dari tangan Nando kemudian memakannya dengan diam dan tatapan kosong.


__ADS_2