
"Nyonya.. apa anda baik baik saja, kenapa hujan hujanan kan bisa telfon saya. " Cerca Andin yang panik melihat Kayla yang menggigil.
"Ayo kekamar nyonya, nanti masuk angin dan saya bisa kenapa amukan tuan. "
Andin membawa Kayla pergi kekamar nya kemudian menyiapkan air hangat untuk nya tapi pikiran Kayla masih tertuju pada Devan, disana sama sekali tidak ada kendaraan yang menunjukkan bahwa Devan bisa berteduh di dalam mobil nya.
"Tidak Devan pasti kini sudah pergi mana mungkin dia masih disana, tapi bagaimana jika dia masih berada disana. Devan bisa sakit jika terkena air hujan.. " Gumam Kayla.
Tanpa pikir panjang Kayla pergi dari kamarnya meninggalkan Andin yang sibuk dengan air panas nya, Kayla meninggalkan rumah tanpa ada seorang pun yang tau. Gadis itu berlari kencang kembali ke taman untuk memastikan bahwa Devan tidak berada disana lagi.
Guntur yang saling bersambar dan hujan yang begitu deras tidak membuat Kayla berhenti berlari menuju bangku dimana dia meninggalkan Devan untuk kedua kalinya dalam kesendirian.
Benar saja disana pemuda 28 tahun itu terduduk diam dengan posisi yang sama saat Kayla berlari meninggalkan nya, Kayla menatap nya ragu kemudian berjalan perlahan mendekati Devan yang diam.
"Devan.. " Ucap Kayla dengan suara bergetar menahan dingin.
"Untuk apa kamu kembali Kayla, disana untuk kedua kalinya kamu mencampakkan ku kembali. " Devan nampak dingin menagapi Kayla.
"Hujan.. akan semakin lebat, sebaiknya kamu pulang Devan. "
"Kamu masih begitu mencintai ku kan, ayo kita kembali Kayla aku bisa memberikan semua kemewahan harta bahwa lebih dari yang diberikan oleh Dady ku. " Ucap Devan berdiri menjajarkan tubuh nya dengan tubuh Kayla.
"Dengar Devan aku menikah dengan ayahmu bukan karna harta yang dimiliki oleh ayahmu, aku tidak pernah berpikir itu semua. "
"Lantas apa yang membuat mu meninggalkan ku demi pria yang lebih pantas menjadi ayahmu Kayla, jika bukan karena uang yang dia miliki. "
"Dengar Devan aku datang kembali kesini bukan untuk mendegar kan ucapan burukmu padaku, aku tidak ingin kamu sakit dan ayahmu pasti akan sedih. Jadi ayo pulang bersama ku? "
"Kayla Kayla selama 2 tahun aku merindukan mu dan terus berpikir kenapa kamu meninggalkan ku dan ini jawaban dari kebodohan ku selama ini, kenapa Kayla apa kurangnya aku untuk mu ha... "
Kayla memilih diam dia tau Devan sedang tidak baik sekarang ini dan dia membuat luka baru di hati nya, mendegar setiap luka yang dia torahkan pada nya 2 tahun lalu ujaran kebencian dan kecewaan Devan terhadap nya.
"Sudah cukup apa kamu tidak lelah menangis di tengah hujan? "
Tiba-tiba Devan maju ke depan dan memegang tengkuk gadis itu menciumnya dengan begitu kasar membuat Kayla memberontak, Devan menahan tengkuk gadis itu agar tidak bisa melepaskan pangutanya.
__ADS_1
Sudut bibir Kayla nampak berdarah ulah Devan yang mencium nya dengan beringas dan kasar Kayla mendorong tubuh Devan dengan keras membuat pemuda itu mundur beberapa jarak darinya.
"Hentikan Devan, aku bukan lagi Kayla yang dulu aku ibu TIRI MU sekarang. " Ucap Kayla menekankan kata ibu tiri pada Devan.
"Persetan dengan semua itu Kayla. " Ucap Devan menarik tangan Kayla dengan erat untuk mengikuti langkah lebar nya.
Devan menarik tangan Kayla begitu keras dan mungkin akan meninggalkan jejak kemarahn disana, mata pemuda itu begitu tajam dan dingin menatap Kayla yang merasa sedikit takut.
Dia begitu mengenal Devan dan ini kali pertama baginya melihat Devan menatap nya seperti itu, Devan menghentikan sebuah taksi dan menyuruh nya membawa mereka ke sebuah apartemen yang begitu dikenal oleh Kayla.
"Devan kita... "
"Tutup mulut mu jika kamu tidak ingin aku melucuti didalam mobil ini. " Devan mengancam Kayla membuat nyalinya menciut.
Tak lama taksi itu berhenti dan Devan kembali menarik tangan Kayla dibawa guyuran air hujan yang semakin deras menerpa tubuh mereka, Devan membawa Kayla masuk kedalam apartemen nya dengan kasar.
Devan membuka pintu apartemen dengan begitu kasar dan membanting nya keras membuat Kayla semakin takut menghadapi kemarahan laki-laki yang begitu dia cintai.
"Devan tangan ku sakit.. " Rengek Kayla membuat Devan menyadari apa yang dia lakukan.
"Maafkan aku sayang.. " Devan nampak mengelus tangan Kayla merasa bersalah.
Kayla menarik tangan nya dengan cepat menghindari Devan yang kini sama sekali tidak dia kenali.
"Kay.. aku sungguh merindukan mu.. " Devan berusaha mendekati Kayla yang menjauh darinya.
"Devan kita sudah berakhir dan kini aku sudah menjadi ibu sambung mu dan selamanya akan seperti itu. "
"Apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai ku lagi Kayla? "
Seketika tubuh Devan tumbang terjatuh ke lantai membuat Kayla begitu terkejut dan berlari menghampiri dirinya dengan panik.
"Devan... " Pekik Kayla.
"Devan bangun, astaga tubuh nya begitu dingin.. " Kayla menyentuh tubuh Devan yang dingin membawa nya kedalam pelukan hangat nya.
__ADS_1
Kayla dengan susah payah membawa Devan kedalam kamarnya dan membaringkan pemuda itu diatas kasurnya, melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dikenakan oleh Devan.
Tangan Devan menarik tubuh Kayla agar jatuh keatas tubuh kekarnya yang sudah bertelanjang dada, Kayla nampak tekejut dengan tarikan tangan Devan.
"Devan tubuh mu begitu dingin sebaiknya kamu ganti baju dulu, lepaskan tubuh ku. " Gumam Kayla menatap mata sayu Devan.
"Aku merindukan Kayla, tetap lah disini sebentar saja. " Ucap Devan semakin membawa Kayla kepelukan nya.
"Tubuh ku basah Devan nanti kamu semakin sakit. "
"Lepaskan pakaian mu, kita bisa saling menghangatkan bukan? "
"Devan Kayla.. hanya tidur aku tidak akan menyentuh mu. "
Devan melepaskan pelukan nya pada Kayla agar gadis itu melepaskan semua pakaian nya dan belindung di bawah selimut tebal milik Devan, kini Kayla polos tanpa ada pelindung. Devan melepaskan celana bahannya kemudian menarik tangan Kayla untuk tidur disamping nya.
"Hanya tidur saja Devan, jangan lebih dari ini. Kita bisa melakukan itu karena aku istri ayah mu. "
Devan tidak mendegar kan ucapan Kayla pemuda itu memilih untuk memeluk nya dari belakang merasakan kehangatan tubuh Kayla yang begitu candu untuk dirinya sejak dulu, menghirup dalam aroma wangi tubuh Kayla.
Devan mencium bahu mulus Kayla yang terbuka bendang yang melindungi nya tangan Devan nampak menyentuh dua gunung kembar Kayla dengan lembut, Kayla tahu betul jika Devan tidak akan bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya.
Kayla diam menikmati sentuhan tangan Devan yang selalu dia dambakan sejak dulu Kayla menahan ******* yang akan keluar dari mulut nya saat Devan meremas dengan kencang bukit kembar nya.
Devan membalik tubuh Kayla agar menghadapi nya kemudian ******* bibir Kayla dengan begitu lembut dan penuh cinta, tangannya tak henti bergeraha kemana-mana membuat ******* Kayla meluncur begitu saja dari mulut nya.
Tangan dingin Devan kini lebih hangat saat menyentuh tubuh polos Kayla yang sedang meremang karena sentuhan nya, ciuman Devan turun ke leher jenjang Kayla kemudian turun ke dua bukit nya lalu ******* nya dengan gemas.
"Ah.. Devan kita.. kita.. tidak seharusnya seperti ini. " Ucap Kayla di sela sela nikmat nya diberikan Devan.
"Persetan dengan semua itu Kayla bagi ku kamu adalah milik ku dan akan selamanya tetap menjadi milik ku. " Gumam Devan yang sudah tidak bisa menahan diri.
"Cukup nikmat permainan ku Kayla, jika kamu ingin kapan pun itu kamu bisa meminta nya dari ku. " Devan kemudian berada diatas tubuh Kayla menuju kenikmatan malam ditengah hujan deras.
Malam itu Kayla dan Devan kembali melakukan penyatuan yang sudah lama mereka dambakan kembali dalam kehidupan mereka, ******* ******* terdengar dari mulut kedua nya.
__ADS_1
Menikmati malam panjang ditengah hujan dan gundur yang saling bersahutan menikmati kebersamaan yang sudah 2 tahun lamanya mereka tidak bertemu, entah hubungan itu akan menyakiti mereka atau tidak namun malam itu mereka merasa lebih bahagia dan melepaskan rindu.