
Devan kini sedang berada di apartemen nya menyeka luka di wajahnya yang mengeluarkan darah segar, Devan meringis merasakan sesak dihatinya untuk pertama kalinya nya ayahnya memukul nya.
"Akan ku buat hidup mu lebih menderita lagi Kayla, kamu sudah mempermainkan ku dan membuat aku dan ayahku bertengkar hebat. " Gumam Devan mengepalkan tangannya.
Rasa cinta nya kini berubah menjadi kebencian dan juga obsesi yang mengila terhadap Kayla Devan meninju kaca dalam kamarnya kemudian tersenyum sinis, darah yang mengalir di tangannya tidak begitu dia hiraukan.
DRDRDE
Ponsel Devan bergetar nampak Cellin menghubungi dirinya.
"Cellin, apa ada yang terjadi pada Aldo? " Gumam Devan mengangkat panggilan Cellin.
📞 Hallo Cellin ada apa?
📞Hallo Dev, datang kemari Aldo sudah sadar sekarang.
📞 Baiklah kalau begitu aku akan segera kesana.
Devan langsung mematikan panggil dari Cellin membuat gadis itu mengerucut kan bibir nya kesal.
***
"Dasar tidak tahu diri, memang siapa yang menghubungi kenapa dia yang menutup panggilan begitu saja. " Ucap Cellin mengerucut kan bibirnya dengan kesal.
Cellin kembali masuk kedalam ruang inap Aldo dan menemani pemuda itu yang diam menatapnya.
"Ada apa? " Ucap Aldo melihat Cellin yang kesal.
"Gak papa, apa lo butuh sesuatu sekarang? ".
Cellin duduk dikursi samping Aldo.
" Tidak ada. "Ucap singkat Aldo.
__ADS_1
Aldo sendiri bukan tipe orang yang banyak bicara apa dengan seorang gadis meskipun dia sudah mengenal baik Cellin sebagai saudara sepupu sahabatnya Devan.
" Selalu irit kalau ngomong nih orang. "Batin Cellin mengerutuk.
Cellin dan Aldo saling diam selama dalam ruangan itu tanpa sebuah pertanyaan atau pun pembicaraan singkat, Cellin sibuk dengan ponselnya sedang kan Aldo sibuk dengan pemikiran nya tentang Anggita.
Selang beberapa jam nampak pintu rawat inap itu terbuka dan nampak Devan masuk dengan wajah babak belur dan juga tangan yang diperban, Cellin nampak diam menatap saudara nya itu.
" Lo abis ngapain sih? "Ucap Cellin.
" Jatuh. "Ucap Devan singkat dan tidak peduli dengan tatap dari kedua manusia itu.
Devan mendekati Aldo lalu dengan keras memukul perutnya hingga membuat pemuda itu meringis menahan sakit,Cellin yang melihat nya seketika melempar Devan dengan botol mineral.
" Lo gila ya.. "Pekik Cellin.
" Apa sih lo, nih bocah jadi manja nantinya cuma sakit gini aja kok lebay amat. "Sungut Devan.
" Lo yang lebay dasar beruang kutub. "Ucap Cellin.
" Ngomong ngomong lo kenapa bisa kayak gini? " Gumam Devan sembari mengigit buah apel.
"Panjang dan tidak penting, lagi pula Cellin pasti sudah ngasih tau lo kan? "
Devan hanya mangut mangut menanggapi ucapan Aldo yang memang benar adanya, Tiba-tiba ponsel Cellin berbunyi memecahkan keheningan mereka beberapa saat itu.
"Ngapain mama nelfon? " Gumam Celline.
📞 Hallo maa..
📞Kamu di mana Cell?
📞Lagi dirumah sakit ma, kenapa?
__ADS_1
📞Ngapain kamu dirumah sakit?
📞Emmm jenguk teman lagi sakit, emang kenapa mah?
📞Apa kamu bersama Devan sekarang?
📞Devan?
Devan seketika menatap Celline dan menggeleng kan kepalanya agar Celline tidak memberi tahu jika dia bersama dengan nya.
📞Hallo..
📞Haa... ah iya maa,Celline lagi gak sama Devan sekarang. Emang kenapa dengan Devan tumben mama nyari dia biasanya juga dirumah nya kan?
📞Om Federick mengusir Devan dari rumah, mama baru dapat kabar dari Andin asisten rumah om Federick. Makanya mama nanya siapa tau kamu sama Devan mama mau bicara.
📞Emmm nanti kalau aku ketemu aku hubungi mama, kalau begitu aku tutup dulu ya maa.
📞Iyaa sayang.
"Lo di usir dari rumah? " Ucap Celline menatap Devan yang hanya diam menikmati buah apel nya.
"Kenapa lo diusir dirumah Devan, setahu gue bokap lu sayang banget sama lo mana mungkin dia ngusir lo dari rumah? " Timpal Aldo yang merasa heran.
"Gue hampir memperkosa Kayla saat si tua bangka itu dirumah. " Ucap Devan singkat yang berhasil membuat kedua orang itu melongo mendengar ucapan nya.
"Dasar sinting lo Devan. " Ucap Celline yang merasa stres mendengar jawaban Devan yang begitu santai.
"Kek gak ada cewek aja nyokap lo embat juga, cinta mati lo sama si Kayla?." Timpal Celline yang merasa aneh dengan saudara nya itu.
"Sekarang tidak lagi, gue bersumpah akan membalas permpuan itu dengan sesuatu yang lebih menyakitkan. " Gumam Devan menatap kosong pintu ruangan Aldo.
"Jangan memperpanjang dendam Devan, lagi pula lo juga harusnya lebih tau bisa membuka diri lo buat orang baru bukannya tetap berharap dengan istri bokap lo. " Ucap Aldo yang dengan merasa heran dengan Devan.
__ADS_1
"Dah lah cinta lo aja sama rumit nya sama gue. " Gumam Devan yang mulai kesal.
Aldo hanya mengehela nafas dengan kasar berbicara dengan Devan tidak akan membuahkan apa pun, dia begitu mengenal baik Devan dan tau betul tentang nya.