
Celline sedang merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk kesayangan nya setelah pulang dari rumah sakit gadis itu lebih memilih mengurung diri di dalam kamarnya, entah kenapa dia merasa canggung jika harus bertemu dengan Nando.
"Ah.. gue kenapa sih? " Pekik Celline kesal.
Ketukan di balik pintu kamarnya membuat Celline langsung berdiri dan membuka pintu.
TOK TOK TOK
"Non.. " Ucap bik Ayu lembut.
"Iyaa bantar bik. " Seru Celline.
CLEK
"Ada apa? "
"Kok ada apa ini sudah jam 18.00 sore, waktu makan malam Non.. "
"Mama udah pulang? "
"Belum tadi mama telfon Nando katanya non Celline disuruh makan dulu, mama masih ada keperluan jadi jangan ditunggu. "
"Iya." Ucap Celline singkat kemudian mengikuti pelayan setia dirumah itu dengan lesu.
Meja makan itu sudah siap dengan berbagai makanan yang hanyaa akan di santap oleh Celline seorang, dengan malas gadis itu menarik kursi kemudian duduk menunggu bik Ayu menyendokan makanan kepiring nya.
"Ayo non silakan di makan, bibi mau ke rumah buk Dian dulu sebentar. Ada keperluan, kalau ada apa apa non bisa panggil Nando dia ada di depan teras. "
"Bibik ngapain ke rumah bu Dian? "
"Ada keperluan sebentar kok non, gak lama dah non Celline makan abis itu minum susu ok. "
__ADS_1
Celline hanya diam menatap makan yang sudah tersaji dan segelas susu yang sudah siap gadis itu masih saja diperlakukan seperti seorang anak kecil oleh semua orang yang ada dirumah, meski usianya sudah 23 tahun kini.
"Makan sendiri dah kayak tawanan aja idup gue. " Seru Celline menyuapkan makanan ke dalam mulut mungil nya.
Sedangkan Nando kini masih duduk santai dengan secangkir kopi hitam disamping nya membaca beberapa chat masuk dari aplikasi hijau milik nya dari sang gadis pujaan, Celline yang sudah selesai makan meninggalkan meja makan dengan secangkir susu yang dia pegang.
Sesekali gadis itu menyeruput susunya sembari berjalan pelan ke arah teras di mana bodyguard nya sedang asik tersenyum menatap layar ponsel nya, Celline bersandar dipintu rumah dengan meminum susu nya.
Celline tak henti menatap Nando yang tersenyum begitu lebar dan nampak begitu bahagia hanya dengan menatap ponsel nya, diam diam Celline terpanah melihat wajah Nando yang terbilang cukup tampan dengan kulit sawo matang ditambah bibir yang casual dan sorot mata yang tajam.
"Ganteng juga, kok gue baru tau kalau nih orang ganteng? " Batin Celline yang masih diam menatap Nando.
Nando yang sadar akan kehadiran Celline menatap gadis itu yang diam menatap nya dengan secangkir susu yang masih menempel di bibir nya.
"Napa lo, gue tau kok gue ganteng tapi jangan sampai air liur lo masuk kedalam secangkir susu yang murni itu. " Sindir Nando menyadarkan Celline ke dunia nya.
"Lo gila, gue tuh cuman heran kok bisa sih nyokap gue percaya sama orang gila kayak lo. Sama ponsel aja senyum senyum sendiri situ gila, pacaran kok visual hadeh.. " Ucap Celline memutar bola matanya mengejek Nando.
"Perawat tua kayak lo mana tau rasanya jatuh cinta, tau loh mah ngehina orang. " Seru Nando sebal.
"Kenyataan nya perawan tua.. " Pekik Nando dengan tawa yang keras.
Dengan kesal Celline meletakkan susunya diatas meja di mana secangkir kopi Nando masih utuh belum tersentu, Celline mengejar Nando yang berlari menuju Gazebo dan sekaligus kolam berenang dirumah Celline.
Celline berlari mengejar Nando yang berlari meninggalkan nya dengan tawa yang mengejek Celline, dengan kesal gadis itu mengejar pemuda itu dengan meneriaki namanya.
"Awas lo ketangkep gue hajar.... " Pekik Celline semakin kesal. "
Nando berhenti dipinggir kolam renang dengan nafas yang berderu karena berlarian sedang kan Celline tersenyum mendekati Nando yang masih ngos ngosan, tanpa aba aba gadis itu seketika berlari ketubuh Nando yang belum siap mengkap tubuh nya.
"Ah... " Pekik kedua nya saat tubuh Nando terdorong mundur terjun ke dalam kolam yang dingin.
__ADS_1
Byur
"Ah.. huft.. " Seru Celline tak kalah air membasahi tubuh nya.
Mereka kini sedang berada di dalam air dengan tubuh basah, Nando menatap Celline yang nampak kesal karena harus basah basahan di dalam kolam.
"Napo lo, ngeliatin gue kek gitu? " Ucap Celline yang merasa risih saat Nando tak henti menatapnya.
Celline hanya mengenakan tantop hitam dan hotpants pendek membuat Nando terpanah menatap nya dengan tubuh basah yang begitu menawan, Nando menarik pinggang ramping Celline merapat pada nya.
Celline diam menatap mata tajam Nando yang menatapnya tak berkedip,Nando mendekatkan wajahnya ke wajah Celline bibir mungil gadis itu benar-benar mengoda nya.
Mereka sudah lama tubuh bersama tapi baru kali ini Nando terpanah menatap Celline dan mengagumi kecantikan dan ke alamian gadis itu, seru nafas Nando begitu hangat terasa diwajah Celline.
Gadis itu hanya diam membiarkan Nando mendekati bibir nya entah kenapa tubuh nya tidak menolak apa yang sedang dilakukan Nando pada nya, Nando ******* bibir mungil Celline dengan lembut.
Tangan Celline bergelantungan di leher Nando membuat pemuda itu mendapatkan lampu hijau untuk memperdalam ciuman mereka, Nando semakin mempererat tubuh Celline agar semakin menempel padanya.
Nando ******* dengan lahap bibir itu sesekali menyesapnya dengan gemas Nando bermain main dengan lidah Celline yang ikut menikmati permainan Nando, tangan pemuda itu tak tinggal diam masuk ke dalam kaos yang dikenakan oleh Celline meremas nya dengan perlahan.
Nando bukan lah pemuda yang polos yang tidak pernah melakukan kehidupan bebas di luar sana dia sudah sering melakukan nya dulu dengan kekasih nya sebelum mereka berpisah, Nando juga sering melakukan hubungan dengan wanita malam yang dia temui di bar.
Ciuman nya turun ke leher jenjang Celline membuat gadis itu ***** menikmati sentuhan nikmat yang Nando berikan padanya, Celline sering melakukan ciuman dengan beberapa kekasih nya namun tidak dengan kebebasan yang tidak terkendali.
Celline masih menjaga ke ******** nya dengan baik untuk calon suaminya nanti saat mereka menikah.
Nando memperdalam ******* pada bibir Celline, kegiatan nya terhenti tak kalah Celline mendorong nya dengan begitu keras membuat nya terkejut.
Nando menatap Celline yang nampak diam menatap air yang yang bergoyang, seketika air matanya Celline jatuh begitu saja membuat Nando terkejut.
"Celline, aku.. aku.. minta maaf, sungguh aku gak bermaksud.. " Ucap Nando merasa menyesal.
__ADS_1
Celline langsung meninggalkan Nando yang menatap nya, dia tidak menyalahkan Nando dia juga menikmati permainan itu tapi entah lah kenapa tiba-tiba air matanya menetes begitu saja.
Nando memukul air kolam merasa kesal bagaimana bisa dia begitu bernafsu menyentuh gadis yang sudah seperti adik nya sendiri itu, Nando meremas rambut keras.