ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Teringat Kembali


__ADS_3

MENJAGA JODOH ORANG


...***KAMU PACARAN DENGAN KUUU...


TAPI NIKAH DENGAN DIA


BERJANJI BERTEMU DIPELAMINAN


NYATANYA KU HANYA JADI TAMU UNDANGAN


DULU AKU KAU PANGGIL SAYANG


SEKARANG KU HANYA JADI MANTAN


BERJANJI TUK HIDUP SEJATI


NYATA NYA***


***


Devan melantunkan sebuah nyanyi yang begitu membuat semua orang terpukau dengan kemerduan dan juga keindahan petikan gitar yang dia bawa kan, sebuah lagu yang begitu membekas dalam hidup nya.


Setelah kejadian beberapa minggu lalu Devan memutuskan untuk meninggalkan rumah Federick yang hanya akan membuat nya tambah terluka saat tetap memutuskan tinggal disana.


Kini Devan lebih sering menghabiskan waktu nya bermain dengan banyak wanita malam kadang dia akan menghabiskan waktunya untuk bernyanyi di cafe yang sudah menjadi langganan nya itu sekedar meluangkan rasa sakit nya.


Devan jarang pulang ke apartemen nya pemuda itu lebih sering menghabiskan waktu nya di Bar milik sahabatnya yang membiarkan Devan untuk tetap disana kapan pun dia mau.


Pemuda yang umur nya lebih tua dari Devan itu nampak begitu setia menemani Devan saat perasaan nya sedang tidak baik, menemani Devan menghabiskan begitu banyak botol minuman yang membuat nya lupa semua hal.


Dia bernama Bernardo Fauzan atau lebih sering di kenal dengan Aldo pemuda tampan keturunan china Indonesia itu yang selalu menemani Devan di saat masa sulit nya, dia juga berhutang budi dan nyawa pada Devan.


Saat dirinya hampir dibunuh oleh para musuh orang tua nya yang tidak suka dengan keberhasilan mereka, kedua orang tua Aldo sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan yang direncanakan oleh musuh bisnis nya.

__ADS_1


Kini Aldo adalah tangan kanan sekalian sahabat terbaik Devan yang akan selalu ada untuk pemuda itu, meski terkadang perlakuan Devan kasar tapi tidak membuat Aldo menjadi kecil hati.


Sama seperti saat ini, saat Devan sibuk dengan minuman nya Aldo begitu sabar menunggu nya sampai pemuda itu sudah tidak kuat menopang tubuh nya sendiri, disaat Devan benar benar terluka maka dia akan diam duduk dan menghabiskan hampir puluhan botol minuman alkohol.


"Sudah hampir 14 botol minuman gue lo tegak, mau mati konyol lo disini haa.. " Sindir Aldo menatap Devan yang sudah tidak berdaya namun masih saja minum.


"Persetan dengan gue mati atau tidak gak penting, lagi pula lo tenang aja nanti hue tranfer berapa semua ini ha ha ha.. " Racau Devan yang mulai tidak stabil.


"Ayo gue anter ke apartemen lo.. " Ucap Aldo berusaha merai tubuh Devan.


"No no no gue belum selesai minum bodoh, apa lo tuli ha ha ha.. Kayla.. Kayla bodoh memilih pria tua bangka itu dari pada gue sialan.. " Racau Devan yang sudah biasa didengar oleh Aldo.


Dengan susah paya Aldo membawa Devan masuk kedalam mobilnya kemudian melaju dengan kecepatan sedang membawa sahabat nya kembali ke apartemen Devan,Aldo sebenarnya kasihan melihat Devan yang merusak dirinya sendiri karena cinta buta nya itu.


"Cewek banyak kali, tolol amat idup lo ngerusak diri sendiri apa dengan begitu dia kembali ke loe kan engak.. Mati konyol doang tau gak.. " Ucap Aldo yang merasa jengah dengan ucapan Devan yang terus meracu tak jelas.


"Dia gadis yang cantik baik penyayang begitu lembut, dia cintai pertama gue bahkan dirinya adalah yang pernah untuk gue sedang kan gue sendiri bukan yang pertama untuk nya. " Gumam Devan.


"Apa ini karma karena gue membohongi nya, kalau dia yang pertama untuk gue ha ha ha Kaylaaaaa.. aku bisa gilaa jika seperti ini terus sayang. "


"Aku mencintai nya. "


Hanya itu ucapan terakhir sebelum Devan menutup matanya perlahan ada setetes air mata yang mengalir dari pelupuk mata nya yang terpejam.


***


Hari ini Kayla kembali sendiri karena Federick harus mengurus pekerjaan nya di Makassar beberapa waktu yang akan datang, membuat nya merasa kesepian tidak ada teman untuk berbicara.


Kayla berdiri di balkon kamarnya menikmati setiap tiupan angin yang datang menerpa wajahnya dan tubuh nya, perasaan itu kembali hadir hingga di hatinya.


"Ini sudah sepekan sejak perpisahan ku dengan Devan kenapa perasaan itu tidak pernah bisa hilang, kenapa perasaan rindu itu semakin besar dihati ku. " Gumam Kayla.


"Kenapa aku selalu memikirkan mu Devan.. " Kayla menatap langit yang penuh dengan bintang dan juga bulan yang bersinar terang.

__ADS_1


"Apa dia baik baik saja, apa yang sedang dia lakukan sekarang. Devan.. " Tiba-tiba air matanya meluncur bebas mengalir jatuh di pipi mulus nya.


Kayla mengambil ponselnya kemudian jari jemari nya menekan nomor Devan yang masih tersimpan dengan indah diponsel nya dengan nama yang sama TADDY BEAR KU.


📞TUTTT TUTTTT


"Apa tidak mengapa jika aku menghubungi nya? " Batin Kayla yang merasa ragu.


📞Hallo..


"Ini bukan suara Devan.. " Gumam Kayla melihat nomor yang tertera di ponsel nya.


📞Maaf ini siapa, Devan sedang mabuk berat sekarang di apartemen nya jadi jika ada hal penting silakan hubungi Devan lain kali.


📞Devan mabuk?


📞Emz iya Devan sekarang sedang mabuk berat, saya sahabat nya Devan maaf ini dengan siapa?


📞Disini tertulis nama PENGHIANAT


"Sebegitu benci nya kamu dengan aku Devan? " Batin Kayla saat tau jika namanya tidak lah ada di ponsel Devan.


📞Hallo, jika tidak penting maaf saya matikan sambung nya saya sedang repot membawa pemuda gila ini masuk kedalam apartemen.


📞Kayla.


Hanya itu yang diucapkan Kayla kemudian mematikan sambung nya secara sepihak, dia telalu bodoh berharap jika Devan akan tetap menyimpan namanya di ponsel nya setelah apa yang sudah terjadi.


"Tadi dia berkata jika Devan mabuk berat, sejak kapan dia menjadi pemabuk? " Gumam Kayla menghapus air matanya.


Sedangkan Aldo membanting tubuh kekar dan berat Devan diatas ranjang tempat tidur nya itu dengan nafas berat, bagaimana tidak dia memapah tubuh itu sendiri dengan apartemen yang berada di lantai lima.


"tunggu dulu, wanita itu berkata Kayla? Apa dia mantan pacar Devan yang sudah menikah dengan ayahnya itu? ".Gumam Aldo menarik nafas berat.

__ADS_1


" Ah sudah lah besok aku akan tanyakan padanya saat dia sudah sadar, sebaiknya aku kembali sebelum dia meracau tak jelas. "Gumam Aldo menutup pintu kamar Devan dan meninggal kan nya sendiri di apartemen.


Sedang kan Devan terus saja meracau tentang Kayla dalam tidur nya yang tidak nenyak nampak ponsel nya terus saja berdering entah siap yang menghubungi nya tengah malam itu, namun Devan lebih memilih untuk memejamkan matanya perlahan.


__ADS_2