ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Hamil Membawa Masalah


__ADS_3

Malam telah tiba membuat Kayla semakin gelisah tak kalah suara mobil Federick terdengar di teras rumah, dadanya berdebar merasa takut.


Dengan memberanikan diri Kayla keluar dari kamar dan menyambut Federick yang baru saja masuk kedalam rumah.


"Mas.. " Gumam Kayla menuruni anak tangga kemudian langsung mencium tangan Federick.


"Sayang kamu sakit apa, baritahu mas ada apa? " Cerca Federick menatap Kayla khawatir.


Tak lama Devan masuk kedalam rumah dengan menatap jengah dua orang yang sedang berpegangan tangan itu, Federick yang menyadari keberadaan Devan langsung melepaskan tangan nya dari tangan Kayla.


Federick masih merasa bersalah jika Devan melihat kemesraan nya dengan Kayla, Devan akan menatap nya dengan dingin tapi Federick tau ada kesakitan disana yang berusaha dia sembunyikan.


"Mas aku hamil. " Ucap Kayla yang masih menatap Devan yang kini menatap dirinya.


Federick seketika menatap Kayla tak percaya dengan ucapan lantang wanita yang dia nikahi 2 tahun silam, matanya membulat sempurna saat melihat tidak ada kebohongan dimata Kayla.


Devan diam seribu bahasa saat Kayla memberi tahu ayahnya jika dia sedang mengandung dan itu berarti Federick yang akan menjadi ayah dari benih yang dia tabur.


"Iya aku hamil mas, selama 2 tahun ini akhirnya kita mempunyai seorang anak. " Gumam Kayla gugup saat kedua pria itu menatap nya bersamaan.


"Apa kamu tidak sedang bercanda Kayla? " Gumam Federick merasa gugup.


"Bercanda bagaimana mas, mas tidak bahagia tau jika aku sedang mengandung? "


"Tidak eh bukan bukan begitu sayang, aku.. " Ucap Federick gugup.


Kayla merasa kekecewa melihat respon Federick yang seakan-akan tidak percaya jika dirinya sedang menggandung, dia merasa percuma berbicara dengan dua orang yang seperti tidak mengakui keberadaan nya.


Dengan kesal Kayla meninggalkan Devan dan Federick yang diam terpaku dengan pemikiran mereka sendiri, menatap wanita yang sama sama mereka cintai itu dengan tatapan yang berbeda.

__ADS_1


Federick yang menyadari keberadaan Devan yang diam kemudian berbalik dan menatap anaknya itu.


"Devan apa yang sedang kamu pikirkan? " Ucap Federick membuat Devan kembali dari lamunan nya.


"Bukan urusan anda. " Ucap Devan dingin meninggalkan Federick yang merasa sedih dengan perubahan anaknya itu.


Federick memijit pelipisnya yang terasa berdenyut masalah Devan dengan nya saja belum bisa dia atasi dan kini Kayla mengatakan dia sedang mengandung anaknya, Federick merasa benar-benar pusing menghadapi kehidupan ini.


"Bagaimana bisa Kayla hamil, sedang kan aku sendiri sudah divonis tidak bisa memiliki keturunan. " Gumam Federick menjatuhkan dirinya disofa yang empuk.


Sedang kan Devan menyusul Kayla dan membuka pintu kamar dengan kasar kemudian mencengkram erat tangan wanita itu membawa nya ke kamar nya, dengan tertatih Kayla mengikuti Devan.


Devan menarik tangan Kayla keras kemudian melempar wanita itu keatas ranjang nya dengan marah Devan membanting pintu kamar dengan begitu keras hingga Federick pun bisa mendengar nya.


Devan menindih dan mengkukung tubuh Kayla dibawah tubuh besar dan keker nya kemudian menatap wanita itu dengan beringas.


"Baru 7 jam yang lalu kamu bilang jika bayi ini adalah anakku, sekarang kamu bilang bayi ini milik ayahku. Sebenernya permainan apa yang sedang kamu mainkan Kayla? " Ucap Devan dengan dingin dan sadis.


Devan mencium Kayla dengan beringas dan kasar hingga membuat Kayla mendorong tubuh nya agar menjauh dan melepaskan ciuman nya itu.


"Devan henti ayahmu berada di rumah. " Pekik Kayla berusaha menghindari ciuman Devan.


"Aku tidak peduli jika tua bangka itu tau aku juga ingin menikmati tubuh istri muda nya ini. " Ucap Devan dengan mencengkram erat kedua tangan Kayla diatas kepala nya.


Bruk


Seketika tubuh Kayla terasa ringan saat tubuh Devan terjungkal jatuh ke lantai kamarnya, Kayla terkejut saat melihat Federick memukul Devan begitu keras hingga membuat sudut bibir pemuda itu berdarah.


"Anak kurang ajar.. " Pekik Federick begitu marah.

__ADS_1


Kayla langsung berdiri dan menutup mulutnya merasa syok melihat keadaan Devan yang babak belur akibat kemarahan Federick.


"Mas sudah mas ini hanya salah faham. " Pekik Kayla menahan lengan Federick yang kembali ingin memukul Devan.


"Lepaskan lengan ku Kayla, biar ku beri pelajaran anak ini. Hubungan kalian sudah berakhir sejak aku menjadi suami mu harusnya Same lebih paham akan hal itu. " Ucap Federick.


"Karena daddy yang merebutnya dariku, seandainya itu semua tidak terjadi mungkin kini Kayla akan tetap menjadi milikku dan selamanya menjadi milikku. " Bentak Devan dengan marah.


Semua pelayanan melihat keributan seorang ayah dan juga anak lelaki nya karena seorang wanita yang sama sama mereka cintai,mereka merasa sedih melihat kehancuran dari dua orang yang saling menyayangi itu.


"Pergi kamu dari rumah ini Same, jangan pernah kamu injakan kaki mu lagi disini. Kamu akan daddy coret dari ahli waris daddy. " Bentak Federick dengan keras membuat semua orang terjun dengan keputusan Federick itu.


"Dengar Tuan Federick Wilson tanpa nama anda saya akan hidup lebih baik tanpa warisan dari anda saya bisa membangun kehidupan saya sendiri, ingat suatu hari nanti Kayla akan kembali padaku. CAMKAN ITU. " Bentak Devan dengan keras kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


"Mas hentikan Devan dia anakmu, ini semua salah ku mas aku mohon aku tidak ingin kamu menyesal dikemudian harii nanti. " Ucap Kayla memohon agar Federick memaafkan Devan.


Devan berhenti mendegar ucapan Kayla kemudian tersenyum sinis dan pergi berlalu.


"Biarkan saja dia pergi Kayla, itu lebih baik dari pada kalian tetap berada dibawah atap yang sama. " Gumam Federick meninggalkan kamar Devan dengan Kayla yang merasa bersalah.


Mereka semua menatap Kayla dengan sedikit ketidak sukaan mereka karena Kayla mereka kehilangan kehidupan yang tentram bersama Federick dan juga Devan.


Kayla terduduk diatas kasur Devan meratapi kesalahan nya dia begitu merasa menyesal seandainya dia tidak berkata jika ini anak Devan maka Devan tidak akan semarah ini saat dia memberitahu Federick dia hamil.


"Semua ini salah ku, aku membuat mereka saling membenci.. " Gumam Kayla meneteskan air matanya.


"Seandainya kamu tidak ada disini tuan dan fen Devan tidak akan pernah bertengkar. " Ucap sinis dari salah satu pelayan sebelum meninggal kan Kayla sendiri.


Andin mendekati Kayla dan menyentuh pundak nya menenangkan wanita itu dengan begitu lembut, hanya Andin yang tidak mengupat nya dengan kata kata buruk.

__ADS_1


"Sabar, semoga akan ada hikmah di setiap permasalahan ini nyonya. Anda pasti bisa melewati semua ini sabar.. saya permisi dulu jika ada sesuatu yang anda butuh kan panggil saya saja. " Gumam Kayla.


"Terima kasih Andin. " Balas Kayla merasa lebih baik saat Andin berkata lembut padanya.


__ADS_2