ISTRI AYAHKU MANTANKU

ISTRI AYAHKU MANTANKU
Wanita Sexy


__ADS_3

"Devan.." Pekik Kayla saat melihat betapa kasar nya Devan pada Federick.


Mereka berdua langsung beralih ke asal suara yang begitu mereka kenal, Kayla dan Aldo mendekati mereka yang diam.


"Devan, apa kau tidak punya akal. Kenapa begitu kasar pada ayahmu.. " Pekik Kayla begitu kesal.


"Diam kau. " Devan membentak Kayla hingga membuat gadis itu terdiam.


"Ayolah Devan, kau terlalu galak pada nya. " Ucap Aldo nampak membela Kayla.


"Daddy hanya mau menyerahkan surat ini,permisi." Federick menyodorkan surat dari pengadilan kepada Devan kemudian pergi.


Kayla merebut surat itu dari tangan Devan kemudian masuk kedalam mobil moodnya benar-benar sedang buruk saat ini, Aldo meninggalkan Devan yang diam mematung di depan mobil.


Tin


Aldo membunyikan klakson dengan keras membuat Devan mengerucut sebal dengan kelakuan sahabat nya itu, sedangkan Kayla dia memilih memejamkan mata nya.


"Antar aku kebandara. " Ucap Devan pada Aldo yang nampak bingung.


"Untuk apa kita ke bandara, ada tamu? " Gumam Aldo tanpa menatap Devan yang duduk di samping nya.


"Untuk menjemput Tasya. " Ucap nya singkat.


"Tasya, anak penguasaan di Singapura itu? "


"Hemz... " Hanya deheman yang diberikan oleh Devan membuat Aldo diam.


"Untuk apa gadis itu datang kemari, bukan kah hubungan mereka sudah berakhir. " Batin Aldo.


Setelah perjalanan 2 jam mereka tiba di sebuah bandara yang begitu ramai dan padat, Kayla menatap pemandangan sekitar membuat nya heran untuk apa mereka datang ke bandara.


"Kenapa kita disini, memang mau kemana? " Ucap Kayla heran.


Devan keluar dari membuat Kayla menatapnya sekaligus terkejut saat seorang gadis berjalan ke arah Devan dengan berpakaian begitu sexy, mata Kayla membulat saat gadis itu mencium bibir Devan di depan mata nya.


Kayla diam membuang muka nya dengan pemandangan yang menjijikkan di depan mata nya itu, sedangkan Aldo diam diam menatap Kayla yang membuang muka dengan kecewa dan sedih.


"Apa yang sedang direncanakan oleh Devan? " Gumam Aldo.


"Aku kangen banget sama kamu, kenapa lama sekali sih? " Ucap Tasya manja dan begelyutan di lengan Devan.

__ADS_1


Devan nampak diam dan terkejut saat tiba-tiba Tasya mencium nya di depan Kayla yang berada di dalam mobil.


"Emzz sudah lah, ayo masuk kamu pasti begitu lelah kan? " Ucap Devan dengan lembut.


"Iyaa.. " Devan membuka pintu mobil nya membuat Tasya heran dengan keberadaan Kayla didalam mobil.


"Masuk lah.. " Gumam Devan.


Kayla tidak menatap mereka sama sekali membuat Tasya sedikit kesal dan tidak suka pada Kayla.


"Siapa dia, apa kekasih Aldo? " Ucap Tasya menatap Kayla dengan tatapan mencemo.


"Dia istri ku, cepat masuk Tasya kulit mulus mu bisa memerah saat terus berada dibawah terik matahari. " Ucap Devan.


Mau tidak mau Tasya masuk dan duduk di sebelah Kayla yang hanya diam menahan sesak didada nya, saat perlakuan lembut Devan pada gadis bernama Tasya itu.


"Dia berlaku begitu lembut padanya, sedangkan padaku dia begitu dingin dan kasar. " Batin Kayla sedih.


Mobil meninggalkan bandara menembus padat nya jalanan yang kian ramai pada jam pulang kerja, Aldo sesekali memperhatikan Kayla yang nampak begitu lesu.


"Fokus lah menyetir. " Ucap Devan dengan kesal saat tak henti memergoki Aldo menatap Kayla diam diam.


Aldo menatap Devan sekilas yang masih menatap jalanan dengan diam.


Hari kian sore menatari yang tadinya bersinar terang kini berganti dengan cahaya oren yang indah, jam sudah menujukan pukul 18.00 saat mereka tiba kediaman Devan.


Sepanjang jalan Devan terus saja berbicara dengan Tasya mengenai pertemuan mereka saat di Singapura, sesekali Aldo pun nimbrung mengikuti obrolan mereka.


Kayla yang kesal hanya bisa diam dan tertidur sepanjang jalan karena dia tidak menyukai perlakuan Devan terhadap Tasya, Kayla merasa Devan sengaja membawa gadis itu untuk membunuh nya perlahan.


Aldo menghentikan mobil itu tepat di depan rumah Devan yang megah Aldo berbalik dan menatap Kayla yang tidur dengan iba, sedang kan Devan sudah lebih dulu turun bersama dengan Tasya yang selalu menempel padanya.


Aldo membuka pintu dan berjalan ke arah pintu mobil di mana Kayla sedang tertidur, Devan memperhatikan mereka dan berpikir jika Aldo akan membangun kan Kayla.


Namun mata nya membulat tak kalah melihat Aldo menggendong tubuh mungil Kayla dengan begitu ringan, Aldo tidak tega jika harus mengganggu tidur Kayla dan memutuskan untuk menggendong nya.


Tatapan Devan benar-benar dingin dan menusuk membuka Aldo sedikit takut saat sahabat nya itu untuk pertama kalinya menatap nya seperti ingin menerkam.


"Kasihan, dia pasti begitu lelah. " Ucap Aldo saat berada di dekat Devan dan langsung masuk kedalam rumah.


"Kamu gak cemburu kan, apa jangan jangan kamu cemburu? " Ucap Tasya menangkap kemarahan di mata Devan.

__ADS_1


"Sudah ayo masuk , kamu juga pasti lelah. " Ucap Devan mengajak Tasya masuk ke dalam rumah.


Aldo meletakan Kayla dengan lembut di tempat tidur nya sekilas Aldo menatap dalam wajah nyenyak Kayla yang membuat hatinya bergetar, Aldo menyingkirkan anak rambut yang ada di mata Kayla dengan perlahan.


"Cantik... " Gumam Aldo.


"Ehem.. " Deheman Devan membuat Aldo langsung berdiri dan menetralkan perasaan nya yang sedang kacau.


"Apa yang kau lakukan? " Gumam Devan bersandar di depan pintu.


"Menatap istri sahabat ku, lalu apa lagi?" Ucap Aldo dengan santai.


Aldo berjalan hendak meninggalkan Devan yang nampak kesal dengan jawaban Aldo.


"Ku pringatkan pada mu, menjauh dari Kayla. " Ucap Devan.


"Kenapa, kau cemburu? Jika iya, itu bagus untuk hubungan kalian. " Aldo sedikit terkekeh melihat tinggkah Devan.


Devan menutup pintu kamar Kayla dan pergi menuju kamarnya di mana Tasya berada sekarang.


"Kau,dari mana saja sayang? " Ucap Tasya.


"Tidak ada, kenapa belum tidur hemz? "


"Aku kangen, emang kamu gak kangen sama aku?" Tasya mendekati Devan yang kini sedang duduk di sofa menatap dirinya.


"Menurut mu bagimana? " Gumam Devan membuka kancing baju nya.


Tasya langsung duduk di atas pangkuan Devan yang menyambut nya dengan senang hati, Tasya melepaskan tanktop yang dia kenakan kemudian merapatkan pelukan nya pada Devan yang kini sudah bertelanjang dada.


"Siapa wanita itu? " Ucap Tasya.


"Bukan kah sudah ku katakan, jika dia istri ku hemmzz? "


"Tapi kenapa kau malah berada di sini, bukan di kamar istri mu. bagaimana jika dia memergoki kita sedang seperti ini? " Ucap Tasya menikmati sentuhan tangan Devan yang kasar di tubuh nya.


"Bermain lah sedikit pelan sayang.. " Gumam Tasya.


"Dia hanya sebatas istri untukku, karena aku ingin membalas apa yang telah dia lakukan padaku dulu. "


"Ah.. " Deshan merdu keluar dari mulut Tasya.

__ADS_1


Devan langsung menggendong Tasya dan merebahkan nya di atas kasur miliknya, Devan menyentuh Tasya seakan-akan itu adalah Kayla yang saat ini dia sentu.


__ADS_2