ISTRI DARI AYAH

ISTRI DARI AYAH
BAB 1


__ADS_3

Dirumah sakit husada di ruang inap mawar nomor 5 berbaring seorang pria paruh usia yang bernama danang baihaq, usianya 60 tahun.


Beberapa hari yang lalu pak danang masuk rumah sakit karna penyakitnya kambuh dan harus di rawat di rumah sakit karna penyakitnya sudah parah.


Di dalam ruangan inap pak danang ada seorang istri yang selalu setia menunggunya, beliau bernama bu ika nirmawanti.


Sore ini teman akrab pak danang yang bernama hermawan suprapto datang ke rumah sakit dengan istrinya yang bernama ening subagyo untuk menjenguk dan melihat keadaan pak danang.


" bagaimana keadaan pak danang sekarang?" tanya pak hermawan.


" masih sama seperti awal masuk rumah sakit pak, masih seperti ini" jawab pak danang dengan lesu.


" saya yakin pak danang akan segera sembuh" kata pak hermawan meyakinkan.


" terimakasi pak, apa jika saya minta permintaan terakhir pak hermawan akan mengabulkannya?"kata pak danang.


" jangan bicara seperti itu pak saya yakin bapak akan sembuh" sambil memegang bahu pak danang.

__ADS_1


"tapi saya sudah tidak kuat pak, makannya saya ingin minta permohonan terakhir" dengan tersenyum.


" saya sudah menganggap pak danang sebagai keluarga saya jadi apapun yang bapak inginkan saya pasti akan berusaha mengabulkannya" kata pak hermawan meyakinkan.


" saya juga sudah menganggap pak hermawan sebagai keluarga saya makannya saya ingin kita menjalin hubungan keluarga yang sebenarnya" kata pak danang.


" Apa maksud pak danang?" tanya pak hermawan sambil menyatukan alisnya.


" saya ingin anak saya arya baihaq di nikahkan dengan putri pak hermawan di sini besok lusa" kata pak danang.


Di sisi lain bu ening merasa cemas jika putrinya di nikahkan bagaimana sekolahnya nanti,padahal tinggal beberapa bulan lagi dia akan melaksanakan ujian.


" jika mereka di nikahkan besok lusa bagaimana sekolah putri saya" kata bu ening was was karna takut di marahi suaminya.


" mereka akan menikah di sini yang tau hanya keluarga kita saja kita akan menikahkan mereka secara diam diam" kata pak danang menjelaskan.


"baiklah jika seperti itu saya setuju" kata bu ening.

__ADS_1


Setelah obrolan selesai pak hermawan dan bu ening pamit pulang kepada pak danang dan bu iqa.


Di perjalanan di dalam mobil tidak ada suara dari bu ening ataupun pak hermawan mereka sama sama diam tanpa suara tapi karna bu ening masih cemas akhirnya suara nya pun memecahkan keheningan.


" pak bagaimana jika nanti aisya tidak mau di nikahkan?" tanya bu ening sambil melihat keluar dari kaca mobil.


" mau tidak mau aisya harus mau, kamu tau kan bagaimana dulu pak danang membantu bapak saat bapak membutuhkan donor darah, kalau waktu itu tidak ada pak danang mungkin bapak tidak akan ada di sini pasti bapak sudah mati "kata pak hermawan mengingatkan.


" ya sudah terserah bapak saja" kata bu ening pasrah.


" jika nanti aisya tidak mau kamu harus membantu ku meyakinkan dia" kata pak hermawan.


"itu akan ku usahakan pak tapi ibu tidak janji karna kamu tau aku sangat menyayanginya aku tidak mau dia kecewa" kata bu ening sambil melihat pak hermawan yang sedang fokus menyetir.


" jika aisya tidak mau aku tidak akan membiayai sekolahnya biarkan saja dia bekerja sendiri" kata pak danang.


" akan ku usahakan dia mau menikah" jawab bu ening dengan yakin karna dia tidak mau melihat putrinya bekerja di umur yang masih sangat muda.

__ADS_1


__ADS_2