
Paulin menatap kepergian sajiko dan nyonya yuni .sifha menoel bahunya .
"paulin di rumah sakit tadi kamu mau bicara apa dengan ku ."tanya sifha .
"aku..."paulin mengeluarkan dua lembar kertas hasil tes kesehatan sajiko .
"lembaran ini hasil tes kencing manis nya . Semua baik baik saja , dan satu lembar lagi .."paulin mengatur tangisnya tak berani menjelaskan pada sifha .sifha terkejut membacanya .
"kanker hati ." pekik sifha .
"Dokter bilang hati ibu telah mengeras ."ucap paulin .
"bude kok bisa mempunyai penyakit seperti ini ."ucap sifha . Paulin bilang hatinya kacau ia tak tau bagaimana memberi tau sugeng , kalau ibunya menderita sakit itu .
"tidak kah kamu tanya , penyakit ini ada obatnya tidak ."tanya sifha .
"tidak ada obat nya .dokter juga bilang umur ibu tinggal 6 bulan saja ."ucap paulin .sifha meraih lengan paulin .ia beroesan agar tidak menangis di depan sajiko . Agar sajiko tidak curiga kalau dia menderita sakit ini .Paulin menatap sifha .
"kamu memahamiku , aku tidak bisa simpan rahasia .lihat ibuku seperti ini hatiku masam sekali . Melihat ibu aku pasti ingin menangis ...
"tidak boleh ."sifha meminta paulin agar tidak menangis di depan sajiko .
"sejak muda bude hidup tanpa suami , semua selalu sendiri kenapa takdir mempermainkan nya . kasihan dia ."ucap sifha
"sifha kalau memang ibu ku hanya tinggal 6 bulan waktunya untuk hidup . Aku ingin lakukan keinginan nya yang belum terpenuhi ."ucap paulin .
"apa keinginan dia ."tanya sifha .
"tentu kamu tau , kenapa sugeng tidak mau panggil papa kepada presdir ."ucap paulin .
"ya aku tau . Kalau bude tidak punya statys hubungan dengan papa mertuaku . Dia tidak akan memanggilnya papanya ." sifha tersentak memandang paulin .
"maksudmu . Bude ingin kan status ya ."tanya sifha pada paulin .
"aku tidak tau , sifha kalau memang itu , apa kamu mau membantuku ." sifha membuka lebar matanya .
"aku bagaimana membantu , aku bagaimana melakukan itu ."ucap sifha membelakangi paulin .
"aku tau kamu tidak akan bisa membantuku . Sisa umur ibuku tinggal 6 bulan kalaupun bisa menikah juga sia sia . Dia juga akan mati , aku begitu tak berguna jadi seorang menantu . Sifha keluarga alexsander apa kah tidak merasa berhutang pada ibu mertuaku dan sugeng ." sifha hanya menelan ludah sedih tak tau harus menjawab apa .
"aku pernah dengar sugeng bilang ,saat presdir strok ibu mertuaku yang merawatnya . ".
"paulin ."sifha tidak enak hati mendengar paulin selalu mengungkit masa lalu , ia janji akan memikirkan nya lagi cara untuk membantunya .paulin melirik sifha dengan ekor mata dengan sinis .
Malam itu sifha tak dapat tidur . sifha bangun dan duduk mendengar permintaan paulin ia juga pusing .
"bagaimana ini papa juga tidak ada di rumah , aku sebagai seorang menantu , bagaimana aku buka mulut , menyuruh ibu mertua ku menyerahkan suaminya pada orang lain . Tapi bude juga sangat kasihan . Bagaimana aku membantunya . Apa aku harus bilang ke jonsen ."gumam sifha dalam hati
Sifha bangkit dari tempat tidurnya . Jonsen yang tidur pun merasakan pergerak kan sifha tapi jonsen hanya membalik kan badan nya . Sifha bersandar di tembok meneruskan pertarungan hatinya .
"tidak bisa , jonsen pasti tak setuju . Ahh ini sama saja seperti permintaan munah dulu . Mama juga tidak akan menyetujui , begitu sulitnya masalah bagaimana menyelesaikan nya ."gumam sifha .
"enghhh ."jonsen mengeliat dalam tidurnya . Tanpa sengaja tangan nya meraba tempat tidur sifha .jonsen membuka matanya ia melihat sifha bersandar di dinding membelakangginya .
"sifha ."jonsen bangun dan duduk .ia ulurkan tangan nya menyambut kedatangan sifha .
"jonsen apa karena lampunya terang kamu tidak bisa tidur ."ucap sifha dan duduk di samping jonsen .
"bukan , malam ini kamu kenapa ."tanya jonsen .
"tidak ada ."jawab sifha .
__ADS_1
"he , sepanjang malam kamu hanya bolak balik badan , tidurmu tidak nyenyak . Sebenarnya ada apa ."tanya jonsen .
"tidak ada apa apa ."jawab sifha .
"sini , katakan padaku ." tanya jonsen .sifha tetap tidak mengaku , dia berbohong bila tadi siang dia tidur lama . Jadi malam tidak bisa tidur . Tapi jonsen tidak percaya dengan ucapan sifha .
"begitu lama kita jadi suami istri . Kamu tidak bisa bicara bohong . Kamu begini membuat aku khawatir ."ucap jonsen . Sifha bangkit dari duduknya . Melarang jonsen untuk tidak khawatir . Karena tidak ada hubungan nya dengan jonsen .
"ho benarkan ada masalah ."jonsen ikut bangkit dari tempat tidur nya mendekati sifha .
"kalau tak ada hubungan nya dengan ku . Terus ada hubungan dengan siapa .apa ada hubungan nya dengan mama ." sifha reflek menatap jonsen , dan mengeleng .jonsen berusaha menebak nya , antara sugeng dan paulin.
"apa sugeng ." sifha mengangguk .
"apa sugeng dan paulin mereka bertengkar ." sifha mengeleng kepala .
"bukan begitu . Kalau lah itu , itu biar di selesaikan sendiri oleh mereka berdua ."ucap sifha .
"benar seharusnya begitu .itu urusan mereka suami istri . Kalau urusan kita suami istri ..."jonsen meraih dagu sifha .
"kita suami istri yang selesaikan ." sifha memalingkan wajahnya sambil tersenyum tipis . Jonsen ikut tersenyum dan merengkuh pinggang sifha .
Pagi menejelang sifha peegi menemui sugeng .mereka mencari tempat yang sepi sifha memberitau apa yang di derita oleh sajiko .
"kamu bercanda kan ."ucap sugeng .
"masalah seperti ini mana mungkin bercanda ."ucap sifha .
"tidak mungkin , tidak mungkin ada kejadian seperti itu ."sugeng memukul tiang kazebo .
"sugeng apa yangvtidak mungkin di dunia ini . Lihat ayah mertuaku tiba tiba struk , ayah kandungku juga shiren . Sekarang bude punya sakit kencing manis dan ginjal , apa yang tidak mungkin ."ucap sifha .
"jangan katakan , aku juga cemas dan takut ."ucap sifha
Sugeng tidak terima ibunya menderita penyakit itu , tidak seharusnya ibu nya mendapatkan itu . Sejak masih muda selalu di tertawakan oleh orang orang .tak seharipun merasakan kebahagiaan . Sekarang merasakan sedikit bahagia kenapa Tuhan memberinya cobaan lagi .
"kenapa paulin tak memberi tau aku , aku pulang akan tanyakan dengan jelas ."sugeng langsung berlari pulang . Tidak mendengarkan teriakan sifha
Di dalam kamar paulin sedang memakai hand body lotion di tangan nya .ia tersentak sugeng masuk dengan keadaan marah .
"sugeng."
"paulin , kenapa kamu tidak memberi tau aku ."teriak sugeng .
"apa sifha yang memberitau kamu ."tanya paulin .
"ya , kamu adalah istriku . Kenapa kamu tidak langsung memberi tau aku ..."
Paulin membelakangi sugeng , ia juga tidak tau bagaimana memberi tau nya tentang sakit ibunya sehingga ia hanya memberi tau sifha .
" jadi ucapan sifha benar ."tanya sugeng , paulin mengeluarkan kertas hasil cekuap sajiko. Sugeng tak mau melihat , ia percaya itu pasti palsu .
Paulin memanasi perasaan sugeng .kalau ibunya seperti ini pasti kesalahan joni membawa aura kematian di hari pernikahan nya kemarin dan merasuki jiwa sajiko .
"aku tidak percaya ."bentak sugeng .
"sugeng kamu yang tenang . Aku tau ibu menderita penyakit ini kita juga sedih . Aku juga berharap sakit ibu cepat sembuh .tapi...
"tapi penyakit ini tidak ada obatnya ."ucap sugeng .
"karena itu , kita harus beri ibu makan enak , nyandang yang bagus ..
__ADS_1
"Apa gunanya , dia dapat menikmati berapa lama," bentak sugeng .
"mau berapa lama ya berapa lama . Kita sebagai anak hanya bisa membahagiakan nya . Seperti kata mu , sejak masih muda ibu selalu menderita . karena itu yang jadi keinginan ibu kita turuti saja ."ucap paulin .
"keinginan ibu , keinginan ibu ingin lihat aku berhasil , aku menikah dan punya anak , mungkin ini semua ibu tidak akan pernah melihatnya ."ucap sugeng sambil menahan tangisnya .
"ya lahirkan anak mungkin tak keburu tapi hal hal mungkin masih ke kejar ."ucap paulin .
"apa ...
"menikahkan ibumu dengan papamu ..kalau bisa menikah . Bisa beri mamamu status , kamu juga bisa masuk anggota KK ini kamu pasti bisa lakukan ."ucap laulin .
"itu tidak mungkin ." ucap sugeng .
"kenapa tidak mungkin ." paulin mencuci otak sugeng .agar memaksa ayahnya menikahi ibunya . Tak mungkin mereka memberinya cucu ,tapi ia bisa beri ibunya status .
"jangan banyak bicara ."potong sugeng .paulin masih ingin bicara , sugeng memutuskan untuk tidak bekerja ia akan menjaga ibunya . Paulin terkejut ia takut dengan perusahaan nya bila sugeng tidak bekerja .
Sugeng meminta paulin untuk mengantikan nya bekerja di kantor .paulin bahagia tapi pura pura bilang keberatan karena ibunya sakit .ia juga ingin di rumah merawat dan menemani ibu mertuanya .
"masalah ini bude yuni jangan di beri tau dulu ."ucap paulin.
"kenapa , dia begitu baik kepada kita ."tanya sugeng .
"baiklah kalau itu maumu , aku tau ."jawab paulin .
"kalau kamu tau ,maka gantikan aku kerja , aku akan tinggal di rumah menemani ibu ku ."ucap sugeng .
"baiklah aku besok kerja . Kamu jangan cemas , aku juga banyak cari tau tentang penyakit ibu . Ada yang minum obat herbal sembuh ." ucap paulin .
"Dokter saja tak mampu mengobati , obat herbal apa yang bisa menyembuhkan ."ucap sugeng .
"kamu jangan begitu putus asa . Demi ibu apa pun akan aku lakukan , masalah ini jangan sampai ibu tau ,masalah obat nanti biar di urus sifha , aku akan serahkan padanya ."ucap paulin .
TOK...TOK...TOK....
Paulin menyuruh sugeng oergi cuci muka .ia pergi membuka kan pintu untuk ibunya .
"ibu ."sapa paulin .
"aku dengar sugeng pulang buru buru , ada apa , pulang mau ajak kamu bertengkar ya ."tanya sajiko .
"tidak ibu dia lupa bawa berkas kantor ."ucap paulin .
"ibu ."panggil sugeng .
"kenapa ,"tanya sajiko.
"ha Aku tidak apa apa ."jawab sugeng
"Berkas ketinggalan , kenapa tidak telepon suruh paulin anatar ke kantor saja ...ooo aku tau , kamu pulang ingin melihat paulin kan ."tebak sajiko . Sugeng menatap paulin yang hanya menunduk .
"hee malu apa . Jonsen saja sudah punya seorang putra dan putri .kalian cepat beri ibu cucu , untuk ibu timang ."ucap sajiko menyatukan tangan mereka .
"keinginan aku sekarang hanya ingin mengasuh anak kalian ."tambah sajiko .
"ibu aku tau ."jawab sugeng .
"jangan cuma bibirmu yang bilang tau . Yang penting lahirkan dulu . Aku keluar dulu ." ucap sajiko .
"ibu..
__ADS_1