
Dari arah timur matahari sudah mulai mengeluarkan cahayanya yang menandakan hari sudah mulai pagi. Bu ening bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar aisyah untuk membangunkan nya.
"tuk...tuk...tuk" bu ening mengetuk pintu.
Beberapa kali bu ening mengetuk tetap tidak ada jawaban dari kamar, akhirnya bu ening membuka pintu kamar aisyah dan berjalan mendekati sisi ranjang aisyah.
"nak bangun, mandi dan pakai baju kebaya mu" kata bu ening sambil menggoyangkan pelan bahu aisyah.
" ada apa bu" kata aisyah sambil membuka matanya.
" mandi nak sebentar lagi perias mu akan datang" kata bu ening.
" sepertinya aku sedang sakit bu batalkan saja pernikahannya " kata aisyah membalikkan badannya dan membelakangi bu ening.
"jangan berbohong nak, ibu tidak pernah mengajari mu berbohong" kata bu ening.
" baiklah aku mandi" kata aisyah bangun dari tempat tidurnya dan mengambil pakaian dari almari dan menuju ke kamar mandi.
Setelah aisyah mandi bu ening pergi ke arah kamar sita untuk membangunkannya.
"tuk....tuk...tuk" bu ening mengetuk pintu.
Sita dan aisyah tidak ada bedanya mereka hanya bangun saat tubuhnya tersentuh jadi percuma saja mengetuk pintu kamarnya. Bu ening membuka pintu kamar sita dan mendekati ranjang sita untuk membangunkannya.
" sita bangun nak" kata bu ening.
" ibu" kata sita menatap wajah ibunya lesu.
"ayo nak bangun, nanti kalau kesiangan pasti macet" kata bu ening.
" baik buk aku akan mandi" kata sita bangkit dari ranjang mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah sita masuk kedalam kamar mandi bu ening keluar dari kamar sita dan menutup pintunya.
Bu ening masuk kedalam kamarnya dan membangunkan pak hermawan.
" pak bangun mandi ini sudah jam set 6" kata bu ening sambil menggoyangkan bahu pak hermawan.
" owh iya bu aku akan mandi" kata pak hermawan bangkit dari tidurnya.
" yasudah buruan, aku akan buatkan kopi untuk mu" kata bu ening lalu meninggalkan kamar dan menuju ke dalam dapur.
**
Pintu kamar mandi aisyah terbuka yang menandakan aisyah sudah selesai mandi, Aisyah berjalan keluar dari kamarnya untuk menuju ke dapur untuk mengambil minum. Saat aisyah melewati ruang tamu tiba tiba pintu rumahnya di ketuk dari luar.
__ADS_1
" tuk...tuk ...tuk" suara pintu di ketuk oleh tamu yang datang.
" iya sebentar" kata aisyah berjalan menuju ke pintu.
Saat sampai di pintu aisyah segera membuka pintu rumahnya dan melihat siapa yang datang.
"Apa kalian perias pengantin yang di panggil bu ening ?" kata aisyah.
" iya betul mbk" kata salah satu perias.
" baiklah silahkan masuk dan langsung saja masuk ke dalam kamar saya yang sebelah sana" kata aisyah sambil menunjukkan kamarnya.
" baik mbk" kata kedua perias hampir bersamaan.
Kedua perias berjalan menuju kamar aisyah dan aisyah mengikutinya dari belakang karna tadi aisyah harus menutup pintu rumahnya terlebih dahulu.
Saat sudah masuk ke dalam kamar para perias langsung mengeluarkan alat make up yang mereka perlukan di atas ranjang aisyah.
"calon pengantinnya mana ya mbk?" tanya salah satu perias.
" saya pengantin nya" kata aisyah sambil tersenyum terpaksa.
" baiklah mbk bisa berganti pakaian penganti mbk terlebih dahulu baru setelah itu kami akan mulai make up wajah mbk" kata salah satu perias.
" baiklah aku akan ganti pakaian" kata aisyah lalu berjalan menuju almari nya untuk mengambil kebaya nya dan berganti baju di kamar mandi.
" Apa itu benar pengantinnya? masih sangat muda sekali bahkan dia masih terlihat seperti anak sma" kata salah satu perias kepada teman perias satunya.
" sudahlah itu bukan urusan kita" kata teman periasnya.
Tidak lama aisyah sudah keluar dengan baju kebayanya.
" saya harus duduk dimana?" tanya aisyah.
" duduk di kursi ini saja mbk biar saya mudah make up wajah nya" kata perias itu.
Saat aisyah duduk perias pun mulai memberi make up ke wajah aisyah.
**
Di dapur bu ening sudah selesai membuat kopi dan membawa kopinya ke ruang tengah. Setelah menaruh kopinya bu ening lansung masuk ke dalam kamar untuk melihat apa pak hermawan sudah selesai mandi atau belum.
" kopinya ada di ruang tengah pak " kata bu ening karna sudah melihat pak hermawan yang rapi dengan kemeja dan jas nya.
" baiklah" kata pak hermawan lalu keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah pak hermawan pergi, bu ening lansung mandi dan berganti pakaian dengan kebaya yang bu ening punya.
**
Sita yang rapi dan merias wajahnya sendiri di kamar sudah selesai saat ini, karna sudah selesai sita keluar dari dalam kamarnya.
"bapak sudah siap" kata sita karna saat keluar sudah melihat pak hermawan sedang duduk dan minum kopi di ruang tengah.
"tentu saja sudah, duduk lah di sini sambil menunggu mbk mu dan ibu mu datang, itung itung kamu menemani bapak ngopi" kata pak danang yang sambil memegang kopinya.
" baiklah" kata sita lalu duduk di kursi di dekat pak hermawan.
Setelah sita duduk tak lama bu ening keluar dari kamarnya dengan baju kebaya yang sangat indah dan dengan make up wajah yang sangat simpel.
" Apa perias wajah sudah datang?" kata bu ening kepada sita dan pak hermawan.
" aku tidak tau" kata sita sambil memainkan ponselnya.
" coba kau liat saja di dalam kamar aisyah karna dari tadi kamar itu terbuka" kata pak hermawan sambil meminum kopinya.
Tanpa menjawab bu ening langsung menuju ke kamar aisyah dengan tergesa gesa karna dia takut periasnya terlambat dan aisyah menikah dengan wajah tanpa riasan. Saat sudah sampai di ambang pintu bu ening benar benar merasa tenang ternyata riasan wajah aisyah sudah selesai dan sekarang kedua perias sedang merapikan rambut aisyah dan menyanggulnya.
" Apa sudah hampir selesai?" kata bu ening sambil berjalan menuju ke aisyah.
" sebentar lagi bu,ini tinggal memasang mahkota nya" kata perias yang sedang mengambil kotak yang berisi mahkota yang akan di pasangkan ke aisyah.
sambil menunggu aisyah selesai bu ening mengeluarkan koper aisyah dan memasukkan baju sekolah dan baju rumahan aisyah kedalam koper tersebut. Setelah sudah masuk semua bu aisyah mengambil tas sekolah aisyah dan memasukkan semua buku sekolah aisyah ke dalam tas tersebut.
" kenapa baju ku dan buku ku di masukan kedalam koper dan tas?" kata aisyah sambil menatap aneh.
" pulang nanti kamu akan langsung ke rumah suami mu bukan ke rumah ini lagi" kata bi ening lalu meninggalkan aisyah sambil membawa koper dan tas milik aisyah.
Setelah slesai perias pun pamit kepada aisyah untuk pulang. Karna riasan juga sudah selesai akhirnya aisyah memutuskan untuk keluar bersama kedua perias itu.
Saat sudah keluar pak hermawan dan sita menatap aisyah dengan tersenyum.
" wah cantik sekali mbk ku ini" kata sita.
" makasi" kata aisyah dengan lesu.
" maaf pak bu kami berdua pamit pulang " kata salah satu perias kepada bu ening dan pak hermawan.
" baiklah hari hati " kata bu ening.
Setelah perias pergi pak hermawan langsung mengambil koper aisyah dari tangan bu ening dan membawanya keluar untuk menaruhnya di bagasi mobil. semua pun mengikuti jalan pak hermawan keluar dari rumah dan tidak lupa bu ening mengunci pintu rumah.
__ADS_1
Setelah semua barang masuk kedalam mobil pakhermawan pun masuk kedalam mobil dan menyalakan mobil nya lalu mengeluarkan dari dalam garasi. Saat mobil keluar bu ening masuk kedalam mobil lalu di susul dengan sita dan aisyah. Setelah itu mereka langsung menuju ke rumah sakit.