
Jonsen terkejut mendengar ucapan sifha , mereka berdua berada di dalam kamar .
"apa itukah keinginan bibik sajiko ,terus keputusan mama apa ."tanya jonsen pada sifha .
"mama dengar ini juga sedih , tapi kelihatan nya . Mama juga memikirkan nya ."jawab sifha .
"aku tidak setuju , aku tau bibik kasihan menderita penyakit ini . Kalau aku jadi sugeng juga ingin ikuti keinginan terakhir ibunya , tapi sifha .kamu ingat dulu mama menyuruh kita cerai . Mau di pukul sampai mati pun aku tetap ingin rumah tangga kita bersatu . aku ingin anak anak kita punya keluarga yang utuh . Aku juga ingin papa sama seperti itu ."ucap jonsen .
" Aku sebagai menantu juga tidak mungkin menyuruh mama menyerahkan suami nya ke orang lain kan , ya sudah kita tunggu papa pulang dulu ." ucap sifha .
"aku tetap tidak setuju , saat keadaan rumah kita bangkrut , bagaimana mereka berdua bertahan kan rumah tangga ini .kita tau kan ." sifha diam mendengar penuturan jonsen.
Sementara malam sudah larut .jam dinding menunjuk kan pukul 11 malam tapi paulin belum juga pulang . Sajiko tidak berani tidur menunggu paulin pulang .
"ibu kok kamu belum tidur ." tanya paulin yang melihat sajiko masih di ruang tamu .
"ibu menunghu mu . Sudah malam begini kamu belum juga pulang ."ucap sajiko .
"ibu kamu tidur saja , cukup sugeng yang menunggu aku ."ucap paulin .
"ya sugeng menunggu kamu di kamar ."jawab sajiko .
"ibu , apa aku telah melakukan kesalahan . Kalau ada ibu katakan padaku ."ucap paulin .
Sajiko menarik nafas panjang . Ia katakan pada paulain sepertinya ada yang salah . Kenapa paulin yang kerja , dan sugeng yang di rumah temani dirinya . Bukan ia melarang paulin kerja .
"ibu bahagia kamu dan sugeng bekerja , tapi bukan begini . kamu tidak salah , kamu menantu yang baik , tapi lihat sekarang jam berapa.kamu baru pulang ." ucap sajiko .
"ibu dengar kan aku bicara ."ucap paulin .
"ya , memang ibu ingin dengarkan kamu bicara sehingga ibu menunggu mu pulang ."ucap sajiko.
Paulin tersenyum
"ibu sugeng sudah musyawarah dengan ku . Selama ini dia bekerja keras belum. Pernah membahagiakan kamu , jadi ia ingin istirahat saat aku mengantikan nya . Sekalian ingin ajak ibu jalan jalan ."ucap paulin.
" kerja cari duit kerjaan laki laki bukan perempuan . Lihat sekarang jam berapa kamu baru pulang ."ucap sajiko .
"ibu dulu aku juga begini , pulang selalu jam segini , kalau kerjakan belum selesai aku bawa pulang kerjakan lagi . Jam 4 pagi baru bisa tidur ."ucap paulin .
"itu dulu saat kamu belum menikah sekaran kamu dah menikah .seharusnya kamu dan sugeng yang pergi jalan jalan , ngak pantas aku dan sugeng keluar masuk rumah makan dan butik ."ucap sajiko .
"baiklah nanti aku bilang sama sugeng besok aku yang temani ibu biar sugeng yang kerja ."ucap paulin .
"tidak usah tidak usah kalian berdua pergi kerja saja . Sekarang pergilah istirahat . Ibu mau di sini jalan jalan dulu .baru saja pulang dari restoran , sampai eumah sifha kasih aku soup ayam .perut ibu bengah ."ucap sajiko .
"baiklah kalau begitu aku masuk dulu ke kamar ."ucap paulin .dan pergi meninggalkan sajiko sendirian di ruang tamu .
__ADS_1
Paulin masuk ke kamar langsung menuju ke kamar mandi selasai mandi ia melihat sugeng berdiri di jendela menatap luar .paulin bertanya ada apa .
Sugeng tak tau bisa apa lagi . Melihat ibunya seperti ini . Melihat masa mudanya yang sengsara semua derita di pikul saat dirinya merantau di kota .
"kalau aku ingat semua itu . Aku seperti ingin gila ." ucap sugeng .
"sugeng kamu jangan bicara begitu . Ingat masih ada aku dan ibu yang membutuhkan mu . Dan aku juga ingin laporkan pekerjaan ku di kantor hari ini . Ada yang aku tidak tau ak
"paulin ." sugeng memotong ucapan paulin .ia merasakan kalau paulin tidak mencemaskan ibu nya . Tapi mencemaskan tentang pekerjaan nya . Paulin membalik kan badan membelakangi sugeng .
"bukan begitu . Tapi itu tugas darimu jadi aku harus kerjakan dengan baik juga . Kalau begitu mulai besok aku tinggal di rumah saja jaga ibu ."ucap paulin .
"paulin itu maksud aku kamu tidak baik sama ibu ."ucap sugeng .
"ya seperti katamu mengatakan masa lalu ibu , masalah kantor juga masa depan kita ."ucap paulin .
"Baiklah kalau konter begitu oenting untuk mu ." sugeng pergi meninggalkan paulin untuk menenangkan diri tak perdulikan panggilan paulin .
"baik , masalah kantir aku sendiri yang akan putus kan .
Malam itu nyonya yuni tidak dapat tidur dengan nyenyak .ia teringat dengan ucapan nya pada sajiko saat , tuan jonatan lumpuh karena sajiko yang merawatnya selama setahun , maka kelak suaminya akan ia serahkan ke sajiko .
"dulu aku pernah bilang akan menyerahkan suamiku kepadanya , bagaimana sekarang .."ucap nyonya yuni .
Nyonya yuni.kembali teringat jawaban sajiko . Kedatangan nya bukan untuk merebut suaminya atau merusak rumah tangganya . Ia hanya akan mengantar suaminya yang sudah pulih kembali .
Nyonya yuni turun ke ruang tamu , ia melihat sugeng melamun bersandar di tepi jendela .
"sugeng kamu belum tidur ."sapa nyonya yuni .
"bibik , kamu juga belum tidur ."tanya sugeng mendekat pada nyonya yuni .
"apa karena masalah ibuku kamu tidak bisa tidur ." tanya sugeng , Nyonya yuni mengangguk .
"sifha yang memberi tauku , sehingga aku cemas . Tapi aku tak berani bertanya padamu , aku takut akan menambah kesedihan mu . Masalah ini kita tunggu jonatan pulang . Dan kita cari dokter yang terbaik , kita coba penyakitnya bisa sembuh tidak ."ucap nyonya yuni .
"itu mana mungkin . Hatinya sudah mengeras itu penyakit yang mematikan , dia juga takut dengan rumah sakit . Kalau dia tau menderita penyakit ini aku tau dia tidak akan bisa terima ."ucap sugeng menahan air mata . Sama seperti nyonya yuni yang telah berkaca kaca , hatinya ikut kecut mendengar penderitaan sugeng .
"apapun itu kita tetap harus coba ." saran nyonya yuni . Sugeng hanya ingin menemani hari hari terakhir ibu nya , membahagiakan nya .mampu ia temani berapa lama , ia akan menemaninya .
Nyonya yuni mengerti sugeng anak yang berbakti , tapi keinginan sajiko ingin mengendong cucu . Sekarang umur tinggal 6 bulan tidak ada waktu untuk dapatkan semua itu .
"iya tapi ibu punya satu lagi keinginan tapi aku tak berani mengatakan nya ."ucap sugeng .
"maksudmu sajiko dan jonatan ."tebak nyonya yuni .
" ibuku tak butuhkan status , diam diam dia lahir kan aku , tapi aku sebagai anak sedikitpun tak bisa berbuat apa ."ucap sugeng .
__ADS_1
"aku tau ini semua takdir , aku juga prihatin , aku suruh aku bagaimana , apa harus aku cerai , sementara aku juga punya anak menantu dan cucu ."tanya nyonya yuni .
"Bibik , karena itu aku tak berani mengatakan ."jawab sugeng .
"selain perceraian apa tak ada cara lain ."tanya nyonya yuni .
" Kamu juga dah lama hidup bersama dia . Kamu tentu juga tau sifatnya . Ada sesuatu dia tak mau mengatakan nya . Aku ingin mengabulkan permintaan nya memberi kan dia cucu tapi sudah tidak ada waktu . Cuma satu yang bisa aku lakukan memberinya status pernikahan , aku sebagai anak tak tega melihat ibu begitu saja pergi dengan penyesalan .hiks ...," sugeng tak mampu menahan tangisnya .
Nyonya yuni menghibur sugeng , untuk memikirkan besok lagi ,hari sudah malam ia akan istirahat ,tapi tiba tiba sugeng memanggilnya dan jongkok di depan nya .meminta nyonya yuni melakukan perceraian dan pernikahan palsu untuk mereka .
Nyonya yuni terkejut ia gelang kepala dan pergi naik ke atas sambil minta waktu pada sugeng .sugeng menangis seorang diri di ruang tamu .
Keesokan harinya sifha dan jonsen terkejut melihat sajiko sudah ada di meja makan .dengan bubur putih di meja .
"bude kok kamu pagi pagi dah bangun . Susuk saja jangan sampai menghirup asap .lain nya biar aku selesaikan ,"ucap sifha
"Benar bibik kok kamu sudah bangun ."tanya jonsen .
Sajiko menceritakan perbuatan sugeng dan sifha membuat dirinya kekenyangkan tak bisa tidur sehingga pagi pagi bangun buat sarapan .ia juga minta agar membawa sugeng untuk pergi kerja , membuat jonsen keceplosan .
"bibik itu karena kamu sedang tidak sehat , sehingga sugeng cuti untuk menemanimu ."ucap jonsen.
"hee badanku sehat sehat saja . Atau kalian berharap aku tidak sehat . Aku tak perlu dia temani , rumah sudah ada wahyu dan sifha yang temani aku ."ucap sajiko .
Jonsen tidak tau harus berekpresi apa mendengar permintaan sajiko untuk membujuk sugeng agar memberinya cucu .
"Apa kamu tak ingin nambah anak lagi .biar sigit dan wahyu kalau besar ada teman di ajak saling curhat ."ucap sajiko .jonsen hanya mengangguk .
"o iya kamu kan mau kerja makan lah .ini aku yang masak ."ucap sajiko .
"Bibik aku pagi ini ada pengiriman , aku harus cepat berangkat ." ucap jonsen sambil lihat jam di tangan nya .
Jonsen tak mampu untuk makan , ia menoleh sebentar kepada sajiko . Pikiran nya juga kalut hatinya juga cemas .
Di luar jonsen bertemu dengan mamanya .
"Apa.kamu tidak sarapan dulu , pagi pagi dah berangkat . Kenapa apa sifha masaknya tidak enak ."tanya nyonya yuni.
"bukan sifha yang masak , tapi bibik sajiko karena semalam tidak bisa tidur ."ucap jonsen .
"jonsen kamu juga tau masalah sajiko kan .."tanya nyonya yuni .
"ya kalau paulin dan sugeng bisa segwra memberinya cucu bibik sangat bahagia ." ucap konsen .
"Benar ,di umur yang segini dah waktu gendong cucu kalau tidak punya merasa ganjal . Kalau tidak keburu bagaimana ."ucap nyonya yuni , Jonsen menatap mamanya .
"Ma , semua orang punya alasan , begitu juga sebuah rumah tangga . Kamu mau bilang apa aku tau , dan aku tidak setuju . Ma aku tidak setuju seorang laki laki hidup di antara dua wanita .ini sebuah kesalahan ."tolak jonsen .
__ADS_1