
"ibu hari ini aku punya nasib seperti ini karena sugeng .sampai sekarang aku belum memaafkan dia ."ucap sifha.
"sifha demi anak kamu tidak bisa memaafkan jonsen .demi masalah ini kamu tidak bisa memaafkan sugeng .sekarang katakan pada ibu . rencanamu apa sebatang kara seumur hidup membesarkan anak itu iya ."ucap ibu sifha.
"ibu aku mampu menghidupi putriku kini mengikuti lahir ke dunia ini .aku hidup baik dia juga baik .aku susah dia juga susah ini adalah takdir dia .tapi mau bagaimanapun dia darah daging alexsander .putrinya jonsen ini kenyataan nya ."ucap sifha bikin ibunya geram .
"sifha jangan mengira ibu lihat jonsen jatuh miskin ibu membencinya dan melihat sugeng kaya ibu menyukainya .ibu tidak mikir itu dan merencanakan ini juga demi kamu mikirkan kamu ."ucap ibu sifha .
"ibu aku tau kamu demi aku menyayangiku ."ucap sifha sambil memeluk ibunya
"dimana aku menyayangimu .kamu seperti ini gara gara ibu ."ucap ibu sifha .
"ibu jangan bilang begitu .aku sekarang hanya ingin cari uang besarkan putriku . menikmati hidup ini aku dah bahagia .kamu jangan cemaskan aku ya, sudah cepat tidur ."ucap sifha .ibu sifha sesegukan melihat nasip putrinya hari ini .tak lupa ia tatap cucu perempuan nya yang berkedip kedip menatap nya .
"o ya ibu jini sekarang gimana ."tanya sifha.
"sejak bertengkar kemarin .aku tak mengurusnya terserah dia mau apa ,mau ngapain ,mau makan apa aku tak melarang nya .malah ibu kawatirkan kamu jaga dirimu kesehatanmu .ibu bisa jaga putrimu .kalau kamu sendiri jatuh sakit tidak lucu ."ucap ibu sifha.
"aku tau ibu .udah cepat tidur lah ."ucap sifha sambil mengantar ibunya keluar kamarnya .
"sudah kamu juga cepat tidur ."ucap ibu sifha .
"ae ae ae ."teriak putri sifha
"iya iya ibu di sini ."sifha mendekat dan mengendong putrinya .
pagi menjelang andik kedatangan teman nya dari amerika yang ingin investasi dari amerika .dia bernama maimunah .
"munah silahkan masuk ."ucap andik .
__ADS_1
"wah tidak ku sangka perusahaanmu tidak begitu besar .ruangan kantormu juga nyaman ."ucap munah.
"berapa lama kamu tidak pulang ."ucap andik .
"tiga tahun .tidak ku sangka waktu tiga tahun begitu cepat ."ucap munah
"itu pasti .bagaimana kamu lihat ruangan kantor begini mau investasi tidak ."tanya andik .
"kamu percaya aku ada kecocokan di bidang ini ."tanya munah.andik menatap munah dari atas sampai bawah .
"hem .berwibawa cantik tegas ....
"sudahlah andik .jangan menyanjungku ."keduanya tertawa telpon kantor andikpun berdering .
kring kring kring .
"kamu duduk dulu aku angkat telepon ."ucap andik .
"hallo .....ya ....apa ....(andik menatap munha ).baik lah aku pulang sebentar ."andik menutup telepon nya.
"andik ada masalah apa ."tanya munah
"mamaku ada masalah ."ucap andik.
"orang bilang mamamu sangat lucu .aku ingin bertemu dengan nya ."ucap munah
"baiklah aku carikan waktu .tapi aku harus pulang sebentar .aku akan panggilkan kepala devisi pemasaran untuk menemuimu ."ucap andik .
"ah tidak usah tidak penting kok.kalau tidak silahkan repot besok juga sama saja ."ucap munah.
__ADS_1
"eee mana bisa .lagian dia bertemu klien sebentar lagi juga pulang ....sekretaris ."panggil andik.
"ya pak bos .ada masalah apa ."tanya sekretaris andik .
"kamu panggil kepala devisi pemasaran kemari ."ucap andik
"baik segera pergi ."ucap sekretaris
"munah kalau begitu aku pergi dulu ..kamu tunggu saja do sini ."ucap andik .
"silahkan silahkan ."ucap munah .
"sampai jumpa ."ucap andik .
"sampai jumpa ."balas munah tak lama andik pergi sekretaris datang membawakan teh untuknya .
"nona silahkan di minum ."ucap sekretaris anfik .
"oh makasih ."ucap munah .saat sekretaris pergi masuklah jonsen .
"hallo apa kabar ....( munah menganggkat wajahnya ) he maimunah ."jonsen mengenali wanita itu .munah juga tersenyum bahagia melihat jonsen .
"jonsen ..
"hee tak ku sangka ternyata kamu ."ucap jonsen .
"iya aku juga tidak menyangka di sini bertemu dengan mu ."ucap munah .
"bukan nya kamu ke ameriika .kapan pulang ."ucap jonsen .
__ADS_1
"oh aku baru pulang saja("jawab munah) o iya jonsen kenapa kamu bisa kerja di perusahaan andik ....
siapa hayo siapa maimunah di masa lalu jonsen