ISTRI DARI AYAH

ISTRI DARI AYAH
BAB 13


__ADS_3

Arya mengangkat tubuh aisyah keluar dari ruangan dan membawanya ke arah UGD. Keluarga aisyah mengikuti dari belakang, bu ening berjalan sambil menangis sambil berpegangan tangan dengan sita.


"dokter tunggu! periksa gadis ini" teriak arya pada sosok dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.


" kenapa dia?" kata dokter tersebut sambil membukakan pintu.


"aku tidak tau coba kau periksa saja" kata arya dengan santai.


" Apa kau tidak kawatir dengan dia kenapa kau terlihat sangat santai" kata dokter tersebut karna dari tadi arya berjalan dengan sangat santai.


"tidak usah banyak omong, menyingkirlah" kata arya lalu masuk ke dalam UGD.


Setelah arya membaringkan tubuh aisyah, arya langsung keluar dari UGD. Saat Arya keluar 2 suster masuk untuk membantu dokter yang sedang menangani aisyah. Saat keluar arya melihat bu ening sedang di rangkul sita,karna bu ening masih tetap menangis. Karna tidak tega arya mendekati dan berjongkok di depan bu ening.


" bu ening tidak usah kawatir saya yakin gadis itu hanya syok saja" kata arya sambil menatap mata bu ening.


"ibu tetap kawatir dengan nya dia tidak pernah seperti ini" kata bu ening.


" jangan menangis bu saya mohon, saya pastikan dia tidak akan kenapa kenapa" kata arya sambil memegang tangan bu ening dengan yakin.


" baiklah lah" kata bu ening mengusap air mata nya lalu menenangkan dirinya sendiri.


Tidak lama menunggu akhirnya dokter pun keluar dari UGD.

__ADS_1


" keluarga pasien?" tanya dokter yang baru keluar dari ruangan UGD.


" saya dok " kata arya lalu mendekati pasien.


" pasien tersebut hanya kebanyakan pikiran dan dia juga syok, apa ada hal yang membuatnya berfikir keras?" tanya dokter.


" tidak ada " kata arya asal.


" baiklah keluarga boleh menjenguk pasien ke dalam tp pasien blm sadar, mungkin beberapa saat lagi dia akan sadar" kata dokter.


" baiklah" kata arya.


" saya mohon jangan membuat dia tertekan" kata dokter tersebut.


" ayo bu kita masuk kita jenguk putri ibu" kata arya lalu memapah bu ening ke dalam UGD lalu di susul oleh pak hermawan dan sita.


Arya memapah bu ening kedalam UGD dengan pelan pelan. Setelah mereka masuk mereka melihat 2 suster, suster pertama sedang mengecek selang infus yang di pasang di tangan aisyah dan suster ke 2 sedang membenarkan selang oksigen di hidung aisyah.


" kapan dia akan sadar?" kata arya kepada suster yang pertama.


"mungkin sebentar lagi pak"kata suster pertama itu.


Setelah selesai dengan tugasnya kedua suster pergi meninggalkan ruangan UGD dan membiarkan keluarga aisyah di dalam ruangan.

__ADS_1


Setelah suster pergi tidak lama kemudian mata aisyah mulai terbuka yang mengartikan aisyah sudah sadar.


" ada apa dengan ku?" tanya aisyah.


" kamu tadi pingsan nak" kata bu ening sambil mengelus kepala aisyah.


" maaf aku sudah membuat kalian kawatir " kata aisyah menatap bu ening.


" tidak papa nak " kata bu ening.


Arya melihat aisyah dengan mata tajam nya karna arya tidak suka wanita yang lemah.


wanita macam apa dia? apa karna pernikahan ini dia jadi pingsan? sungguh sangat lah lemah. ( kata arya dalam hati)


" siapa yang membawaku kesini bu?" tanya aisyah ke bu ening karna setau aisyah pak hermawan tidak mungkin mengangkatnya hingga ke UGD.


" nak arya yang membawamu ke sini " kata bu ening sambil menoleh ke arah arya.


Karna bu ening menoleh ke arah arya terpaksa arya harus tersenyum agar tidak di anggap tidak sopan.


" terimakasih mas" kata aisyah.


" ya sama sama " kata arya.

__ADS_1


__ADS_2