
"ibuuuu ."sugeng masuk ke rumah melihat tuan jonatan .
"kenapa kau di rumahku ."ucap sugeng .
"sugeng ."ucap tuan jonatan
"jangan panggil aku .ibuuuu...
""jangan panggil (sajiko berdiri ) dia ayah kandungmu .sikap apa yang kamu pakai untuk bicara dengan nya ."ucap sajiko.
"ibuuu ..kini demi laki laki ini .begini kau perlakukan aku .orang ini begitu berharga hingga kau lakukan ini ."ucap sugeng .
" laki laki ini .di otak mu ,di mata mu adakah bayangan orang tua mu .dia ayah kandungmu ..waktu ayahmu akan menikahi mbak yuni ibu tahu .ibu senang tulus dari hati bersama jonatan .siapa tau hanya sekali .sekali itu ada kamu .sebenarnya aku ingin mengugurkan mu .tapi aku tidak tega karena itu kenangan terindah dari cintaku dengan jonatan . juga karena kamu aku tidak mau menikah .tapi aku bekerja keras membesarkan kamu .tapi apa selain menyakiti orang tua kamu bisa apa ."ucap sajiko.
"ibu ..
"jangan bicara..,rumah ini hasil kerja kerasku untuk membelinya .pergi kau kembali jadi manager pergi kembali jadi manager tak perlu kau kembali ke rumahku ."teriak sajiko.
"ibuuu
"jangan pangil
"ibu
"pergi
"sajiko .jangan kau usir dia anakmu ."ucap tuan jonatan.
"jonatan ,aku tidak bisa didik anak .sugeng aku suruh kau pergi tidak dengar ."ucap sajiko .
__ADS_1
"ibuu .kalau kau selalu melindunginya suatu hari kau akan menyesal .."sugeng melangkah pergi .
"tunggu .ada satu hal aku ingin bertanya padamu .kenapa kamu bilang anak dalam kandungan sifha anakmu ."tanya tuan jonatan.
"karena aku tulus suci mencintai sifha ."ucap sugeng
"kalau gitu aku tanya lagi sekarang sifha bagaimana ..."tanya tuan jonatan .
"aku tidak tau .dia tidak pulang ke rumah .dengar dengar dia tinggal di luar .tapi jangan cemas aku akan cari cara menemukan sifha .baik baik mencintainya .baik baik menyayangi ."ucap sugeng menatap sinis tuan jonatan .dan melangkah pergi.
"sugeng sugeng ...
"jangan panggil dia ."ucap sajiko.
"dengar ucapan sugeng .sekarang bikin aku cemas .perut sifha sekarang pasti sudah besar .sendiri di luar bagaimana menjalani hidup .yuni juga tidak tahu pindah ke mana .aku benar benar cemas ."ucap tuan jonatan .
"kamu jangan cemas .sifha gadis yang kuar dia bisa jaga diri sendiri .kalau badanmu sudah sehat aku temani kamu cari sifha dan keluargamu ."ucap sajiko .
"jonsen jonsen kamu kok mabuk begini .jonsen ."panggil nyonya yuni
"sssttt .jangan brisik jangan brisik .."ucap jonsen dalam tidur nya .
"ini anak mau nya apa .bilang mau cari kerja malah mabuk seperti ini .mau bagaimana ."omel nyonya yuni.
"ma .aku capek tak istirat dulu ."ycap jinsen .
"sigit dapat masalah ."ucap nyonya yuni .
"hem kamu bilang apa ."tanya jonsen .
__ADS_1
"bilang apa .sigit dapat masalah .sigit panas tinggi sampai empat puluh satu derajat .tidak sadarkan diri sekarang di rumah sakitlah ."ucap nyonya yuni .membuat kesadaran jonsen kembali .
"di rumah sakit mana .....
sementara joni duduk melamun menjaga sigit yang tidak sadar sadar .dan akhirnya siuman juga .joni melihat gerakan sigit yang telah mengerak kan kepalanya dan membuka mata .joni tersenyum .
"sigit .kamu siuman kamu sadar hahaha ."ucap joni
"paman joni .ini tempat apa ."tanya sigit .
"anak bodoh .ini rumah sakit .kamu tau tidak .kamu panas empat puluh satu drajat .kamu pingsan lama sekali paman cemas ."ucap joni.
"paman joni nenek mana ."tabya sigit.
"nenek menjagamu seharian .paman suruh pulang istirahat ."ucap joni.
"kalau gitu kamu yang selalu menjagaku ."tanya sigit.
"bukan hanya aku yang menjagamu .mamamu juga datang menjegukmu ."ucap joni.
"ma .maksudmu mama sifha ."ucap sigit .
"tidak hanya begitu .uang muka rumah sakitmu mu juga dia yang bayar ."ucap joni.
"dia kok ada uang "tanya sigit sambil bangun dan duduk di ranjang .
"sigit dengar paman bilang .mamamu di luar kerja buruh rumahan .paman lihat perutnya sudah besar ia kumpulkan uang untuk biaya lahiran .tapi dengar kamu sakit .tidak pikir dua kali uang dia kelurkan untuk uang muka rumah sakitmu .mamamu bilang asal kamu cepat sembuh dan sisa uang di belikan vitamin untukmu ."ucap joni.
"maaaaa maaa."joni mendekap sigit ia tau sigit merindukan mama ..
__ADS_1
"