
Setelah dokter pergi jodi membawa yulia berputar dalam pelukan nya .
"yulia aku mau jadi ayah ."keduanya menyatukan dahi .tak menyadari keadaan sekitar .para suster menertawakan nya .
"ah ini rumah sakit ."ucap yulia memukul bahu jodi .jodi pun melepaskan pelukan nya .
"lihat semua tertawa ."yulia melangkah pergi di kejar jodi
"yulia aku bahagia sudah 2,3 tahun ngak ada tanda tanda .tak di sangka ....
"iya jangan cemas .aku pasti laherkan anak laki laki yang gembil untuk mu.nanti kalau mau ambil warisan lebih mudah ."ucap yulia sinis .jodi sedikit kecewa.
"yulia pikiran kamu ngelantur kemana ."jodi membelakangi yulia.
"jodi ,kamu jangan pesimis gitu .sekarang kita punya anak sendiri .lantas seumur hidup kamu mau jadi pembantu .aku beri tau ya .kalau kedudukan manager tak kau rebut sampai tanganmu .aku tak mau lahirkan anak mu ."ucap yulia jodi terkejut .
(kata kata benar do'a ya gaes )
"yulia kamu jangan sembarang ngomong .apa maksudmu ngak mau nglahirin anak .ini anak pertama kita .seharusnya kita baik baik menjaganya ."yulia terseyum sinis menatap jodi
"kamu jangan cemas .ini baru berapa bulan tak akan ada apa apa .o iya jadi nanti kita pergi merayakan dulu ya ."ucap yulia.
"pabrik sibuk nyiapin barang barang .aku cuma minta waktu beberapa jam aja langsung kembali ."ucap jodi
__ADS_1
"barang barang mendesak .kamu harus bantu dia begitu semangat dapat apa ."ucap yulia sinis
"jangan keras keras .sebenarnya aku pamit tadi sedikit sedih .aku bilang mau antar kamu ke dokter .dia pesan padaku jangan sampai melalaikan pekerjaan ."ucap jodi
"heh coba kamu lihat ,di mata dia kamu hanya seorang pembantu ngurus barang di gudang .hah apalah anak kita ."ucap yulia sambel melirik
"jodi ,kamu juga harus pikirkan anak kita yang belum lahir ."ucap yulia
"ok lah nanti aku pikirkan ."ucap jodi
" ya udah pergilah .aku mau jemput sigit ."ucap yulia
"baiklah di jalan hati hati ya ." jodi mencium yulia setelah menatap kanan dan kiri .
"sifha ."
sifha membalekan badan ia melihat sugeng di bawah rintik hujan sugeng masih menenteng koper .
"kamu belum pergi ."tanya sifha dengan gugup
"aku dah bilang akan menunggu sampai kamu datang baru pergi ."sifha menatap ke dalam rumahnya
"sugeng kita mencari tempat buat ngobrol ."ucap sifha sambel membantu bawa tas sugeng .mereka berhenti di bawah pohon .
__ADS_1
"hujan sudah reda.....aku tidak bisa ikut kamu pergi ."ucap sifha dan melangkah pergi
"kenapa ."tanya sugeng
"aku sudah menikah dengan jonsen alexsander .aku menantu alexsander .mana bisa ikut kamu pergi."ucap sifha
"tapi dia tidak menyukaimu juga tidak menerimamu ..kamu di keluarga itu sedikit kedudukan saja tidak ada .kamu jangan pikir begitu sungguh sungguh .untuk apa ."ucap sugeng
"sugeng .masalahnya tak seperti yang kamu katakan .ya benar sebenarnya dalam waktu singkat ini terjadi sedikit masalah .tapi dalam beberapa waktu ini juga dah berubah banyak .jadi waktu ini aku tidak boleh ikut kamu pergi ."ucap sifha
"sebenarnya demi apa kamu tetap kekeh tinggal di rumah itu ."tanya sugeng emosi
"sugeng .kalau kamu memahami aku .kamu tidak akan bertanya demi apa aku tinggal di keluarga alexsander ."ucap sifha.
"kalau tidak .lantas cinta kita tak ada apa apanya di banding jadi menantu alexsander ."bentak sugeng
"sugeng .kita seumur hidup tidak berjodoh .aku salah padamu .tapi aku dah menjadi istri jonsen .kalau aku ikuti kamu pergi ini tidak benar ."sifha melangkah pergi .sugeng mengejarnya lagi .
"apa yang tidak benar .hanya lihat alexsander beruang dengan membelimu 100 juta .apa ini benar ."sifha membelakangi sugeng .sugeng berlari menghadap sifha .
"cintaku bertahun tahun padamu ,aku selalu menunggu begitu saja kau tinggalkan .menikah dengan jonsen .apa ini juga benar ."sifha melepas pegangan sugeng di lengan nya.
"aku tau kau menderita ingin aku membawamu pergi .aku akan ganti dengan kebahagiaan seumur hidup .tapi kamu tak mau pergi dengan ku benarkah begini ."sugeng benar benar emosi tak bisa membawa sifha pulang kedesa.
__ADS_1