
"ma , bibi kalian kok di sini ."sapa jini yang baru pulang bersama sigun .
"aku panggil ibu mu ke sini untuk ." nyonya yuni melambaikan tangan nya ke atas meja .
"tidak ibu kalian telepon mama , agar datang temani ngobrol ."ucap nyonya yuni .sajiko segera menyembunyikan kertas jimatnya
"kebetulan sekali kalian pulang , duduklah aku ada yang inhin aku katakan ."ucap nyonya yuni pada jini dan sigun .
Nyonya yuni meminta sigun untuk kerja di perusahaan dari pada tetap tinggal di pabrik kecilnya . Karena jodi akan ke luar negri perusahaan butuh tenaga kerja .
"bagaimana menurutmu ."tanya nyonya yuni kepada ibu nya sifha .
"tentu saja baik . Ayah mertua menyayangi menantu lelaki .seharusnya ini terjadi sejak dulu .kamu lihat jonsen , aku juga menyayanginya ."ucap ibu sifha di angguki kepala oleh nyonya yuni .mereka tersenyum bahagia .
Ibu sifha yang sejak dulu sifatnya terlalu timbang berat terhadap uang keceplosan .agar sigun dapat kerjaan yang mudah dan ringan .tapi gaji tinggi .
"ibu . Maksud baik ibu mertua aku terima , tapi masalah gaji tinghi aku tidak mau ."ucap sigun .
"benar sigun pekerja keras , kalua dia bekerja yang ringan ringan aku juga tidak mau ."ucap jini .
"iya iya terserah kalian aku tidak ikut campur ."ucap ibu sifha .
"iya semua saudara kita kerja sama .dan buat perusahaan semakin luas ."ucap sajiko . Sajiko mengakak nyonya yuni untuk segera pulang
"mbak yuni ayo kita pulang . Ini ..." semua terkejut menatap kertas jimat di tangan sJiko .sajiko segera menyembunyikan lagi dari jini dan sigun .
"sudah ayo kita pulang ."ajak nyonya yumi .
"iya nanti kalau tidak cukup bil..
"bu besannn ."panggil nyonya yumi .ibu sifha tertawa .
"iya selamat jalan ...
"ma , bibi hati hati ."ucap jini dan sigun .
Ibu sifha menepuk tangan nya melihat kepergian mereka berdua .ia merasa yang baru ia lakukan benarvbenar membawa berkah .sehinga mamanya jini datang menawari pekerjaan untuk nya .
"ibu , kamu katakan tentang kertas jimat itu ."jini menarik lengan sigun .
"tidak apa apa ., "sigun menenangkan jini .
"kamu juga menaruhnya di bawah bantal aku kan . Maaf itu telah aku buangv. Lihatlah bukan kah hubungan ku dengan jini baik baik saja ."ucap sigun .
"aku tau kamu akan membuangnya , tapi itu semua tidak akan berefek pada kalian ."ucap ibu sifha.
"ibu jangan marah ."jini duduk bermanja dengan mertuanya .
"maaf ya bu , saat aku cuci baju ibu di saku ada kertas jimat ibu , kena air jadi rubek ."ucap jini.
"apa itu jimat penakluk menan..."ibu sifha tidak melanjutkan kan ucapannya .
"ibu jimat apa ."tanya sigun .
"bukan apa apa . Kemarin ketipu , biar tidak ketipu lagi ."ibu sifha berbohong , sebenarnya itu jimat penakluk menantu.
"kamu kerja di tempat baru .baik baik cari uang uang buat ibu , "ucap ibu sifha .
"ibu aku tau ."jawab sigun .
__ADS_1
"ibu aku di rumah juga tidak ada kerjaan , aku juga bisa ikut kerja di kantor .cari uang buat ibu ."ucap jini.
"baik , kalian putuskan sendiri ."jawab ibu sifha .
"tapi ibu di rumah harus bantu jaga iwan . Sebenarnya jini mau kerja aku tidak setuju , karena kerja tanggung jawab laki laki ."ucap sigun .
"terserah kalian yang penting kerja gajinya semua buat ibu , tidak boleh nabung sendiri .kalian juga tau ibu cinta uang ." ucap ibu sifha .
"kami tau ibu ."jawab mereka berdua sambil tertawa .
Sampai di rumah nyonya yuni dan sajiko menyerahkan jimat pemberian ibu sifha kepada sifha . Sifha menjejer kertas kertas itu .
"apa benar ini manjur .."tanya sifha .
"aku juga berpikir begitu ."jawab nyonya yuni .
"di situ juga ada jimat penakluk menantu tapi aku tidak ambil . Aku cuma cemas , di hari pernikahan kemarin , mereka suami istri benar benar ,ada yang kerasukan .dan akhirnya menghancurkan hubungan mereka .kalau memang ini bisa membuat hubungan mereka baik juga ada gunanya ."ucap sajiko .
"baiklah , kalian berdua ngobrol aja .aku pergi seharian sedikit lelah . Aku oergi istirahat dulu ." pamit nyonya yuni .
"sifha paulin ada di rumah tidak ."tanya sajiko .
"pergi beli sayur bentar lagi pulang ."ucap saifha .
"ha bentar lagi pulang . Tidak bisa ini harus cepat aku taruh di bawah bantal mereka . Sifha tolong kalau paulin pulang kamu hadang dulu ya ."ucap sajiko sambil pergi .
"ehehh .hah percaya sekali sama jimat jimat seperti itu . Tapi semua ibu sama , lakukan semua demi kebaikan dan kebahagiaan anak anak nya . Tapi nanti kalau paulin pulang apa yang harus aku lakukan ..."ucap sifha mondar mondir .
"sifha ..
"paulin ceoat sekali kamu sudah pulang ."tanya sifha .
"eh tidak , kamu mau ke kamar ngapain ."tanya sifha .
"tadi aku di pasar , lewat di dekat orang jualan ikan .mereka saat potong ikan semua airnya moncrat di bajuku ."paulin mencium lengan bajunya . Dan ia sodorkan ke pada sifha .
"ni bau nya amis semua ."ucap paulin .
"ngak , aku ngak cium bau amais ."sanggah sifha ingin mengulur waktu untuk sajiko . Sifha mengambil tisue dan mengelap nya , tapi paulin tidak tenang bila tidak menganti bajunya .
"aku ganti baju dulu aja ya , sebentar ."ucap paulin sambil berlalu , sifha meraih tangan paulin .
"paulin ."panggil sifha.
"ada apa ."tanya paulin heran .
"duduk dulu aku ingin bicara , sebentar ."sifha menarik paulin duduk di sofha .
" Begini ibumu ...ibu mu...
"ibuku kenapa ..
"ibumu...
"sifha hari ini kamu aneh sekali , ibu kenapa , apa dia tidak enak badan takut mau bilang .."tebak paulin .
"bukan . maksud ibumu kamu menikah dengan sugeng bagaimana , sudah nyaman tidak tinggal di sini .."ucap sifha sambil melirik ke kamar sugeng .
"ohh nyaman , sugeng juga sayang ma aku ..dia juga bilang dulu mantan dia juga sudah dia lupakan .."ucap paulin sambil melirik sifha .
__ADS_1
"ooh bagus kalau begitu ."ucap sifha .
"hehh laki laki sama saja , aku merasa kasihan sama mantan nya dulu ."ucap paulin , sifha memajukan dagunya
"kenapa kasihan .."tanya sifha .
"lihat sekarang sugeng , ada pekerjaan yang bagus , pak de juga menyayanginya , mantan dia dulu tidak cukup beruntung ."sifha hanya tersenyum paksa .
"tapi di lihat lihat , mungkin mantan dia dulu juga inginkan yang lebih kaya , dan memandang uang lebih penting , dan mungkin sekarang dia menikah belum tentu lebih baik . Mungkin juga ..
"paulin , itu dah masa lalu yang penting sekarang , kalian suami istri bisa harmonis . Dengan begitu aku lega ."ucap sifha .
"kamu lega ."paulin menatap sifha , sifha mengangguk .
"sifha sugeng baik dan tidak , juga kamu yang mengenalkan nya padaku ."ucap paulin dengan tatapan tetap ke muka sifha .
"hee sugeng memang baik , berbakti ..
"sifha , sugeng baik aku lebih paham dari kamu ."potong paulin , sifha hanya tersenyum . Sifha tersentak paulin berdiri dan menuju kamar ingin ganti baju .
"paulin ,"sifha cemas sajiko di dalam belum selesai melakukan kegiatan nya tapi semua kata kata telah ia ucapkan .tapi sifha tidak curiga bahwa paulin telah tau siapa mantan sugeng .
"ibu ," paulin melihat sajiko di dalam kamar nya .yang menaruh sesuatu di belakang pigora .
"hee .."sajiko segera menyembunyikan tangan nya .
"ibu apa yang kemu lakukan di kamarku ." tanya paulin .
"tidak aku tadi merapikan kamarmu , dan tadi aku lihat piguranya sedikit melenceng ."ucap sajiko .
"ibu apa yang kamu sembunyikan , aku lihat sebentar ."tanya paulin.
"bukan apa apa ."ucap sajiko menghindari paulin .
"ibu , tunjuk padaku sebentar saja ."desak paulin , akhirnya sajiko tunjuk kan semuanya .
"ibu apa kamu tidak percaya padaku , aku akan pukul sugeng ..
"bukan bukan ."ucap sajiko dan menceritakan asal usul barang itu .
"ibu apa maumu yang sebenarnya ." tanya paulin .
"tidak ada . Ibu tidak akan mencelakaimu , ibu lakukan semua demi kebaikan kalian suami istri , karena kejadian joni kemarin . Dua lembar ini kamu bakar dan minum airnya untuk kalian berdua .dan satu ini untuk menaklukan menantu , aku tidak mau , aku robek saja ..."sajiko ingin merobek kertas itu .
"ibu ,jangan , dah seharusnya kamu simpan ini ."ucap paulin .
"tidak perlu kamu menantu yang baik ,dan dewasa , ibu tak perlu taklukan kamu .
" ibu aku tau kebajkan mu , semua orang tua lakjkan demi kebaikan anak anaknya ,cucap paulin merengkuh bahu sajiko .
"kamu mengerti ibu bahagia , ya sudah ibu keluar dulu kamu istirahatlah .."ucap sajiko sambil melangkah keluar sajiko merutuki kecerobohan sifha .
"ternyata ini , sifha selalu menghalangiku masuk kamar . Sifha baru saja kita jadi ipar , kamu begini perlakukan aku heh...dua lembar kertas jimat ,bmsuruh aku bakar dan meminumnya heh ."paulin merobek kertas itu .dan melemparnya ke tong sampah.
Paulin membalik kan badan nya menatap tempat tidurnya . Ia meraba bawah bantal dan mengambil kertas jimat itu .ia juga ingin merobek nya .
"ibu bilang dua kertas ini untuk keharmonisan kita suami istri . Kalau itu benar ."paulin segera menaruh kembali dua kertas itu di bawah bantal .
"ibunya sugeng dan sifha bersama begitu lama , sedikit banyak pasti sudah terpengaruh , ibu mertua sifha juga begitu pinter . Kalau aku ingin tetap di keluarga alexsander , mungkin tidak akan gampang . Aku harus cari cara agar ibu sugeng yang bertanggung jawab , suruh sugeng untuk cepat masuk ke KK , hanya dengan cara ini kelak , masa depan aku bisa bertahan .
__ADS_1
Sifha kamu begitu pandai , saat sekolah dulu tidak pernah terkalahkan . Sekarang aku malah ingin mencoba , kamu yang berkuasa atau aku yang pandai ." gumam paulin dalam hati .