
Seluruh keluarga segera pergi ke rumah sakit , joni jodi dan jonsen resah menunggu kabar tuan jonatan yang masih ada di ruang operasi . Luka bakar di badan tuan jonatan sangat parah .
Nyonya yuni tiba di rumah sakit bersama sifha dan nining .
"Jonatan , jonatan ."teriak nyonya yuni .
"ma ,"jonsen meraih tangan mamanya .
"jonsen , bagaimana ke adaan papamu ." tanya nyonya yuni .
"ma kamu duduklah dulu ." pinta jonsen .
"aku tidak mau duduk . Katakan sekarang papamu bagaimana."ucap nyonya yuni .
"ma kamu jangan panik , pa....pa....papa dia .."jonsen tak sanggup untuk mengatakan .
"dia kenapa .kenapa ." bentak nyonya yuni ." joni katakan papamu kenapa ." tanya nyonya yuni pada joni .
"ma burhan mengurung kang sugeng di dalam mobil .dan ingin dia bakar hidup hidup .tepat saat papa datang ." joni juga tak mampu melanjutkan kata katanya .
"terus kenapa ,jodi katakan sama mama , papamu sebenarnya kenapa ., cepat katakan ." pinta nyonya yuni .
"papa ingin menyelamatkan sugeng , papa mengunakan badan nya untuk melindungi sugeng , aku lihat seluruh badan papa kebakar api ."jawab Jodi sedih .
"ma ," pekik nining dan sifha menahan tubuh nyonya yuni yang akan tumbang .
"apakah kalian keluarga pasien dengan nama jonatan ." tanya seorang dokter yangbmendatangi mereka .
Dokter mengatakan keadaan tuan jonatan kalau tiga tempat terpenting dalam tubuhnya mengalami luka parah . Nyonya yuni tak mau tau . Ia hanya ingin tau separah apa suaminya .
"luka sudah saya obati tapi paru paru dia telah terbakar mungkin tidak ada cara lain ." ucap dokter . Semua terkejut nyonya yuni berlutut di depan dokter memohon agar menolong tuan jonatan .
"nyonya jo , kamu jangan begini .menyelamatkan pasien sudah tugas dokter . Berdirilah ."ucap dokter membantu nyonya yuni berdiri dan pamit .
"jonatan , jonatan ."..
"maa..
...***************...
"Jonatan .."nyonya yuni masuk ke ruang rawat inap bersama anak dan menantunya .
" yuni , kalian semua juga datang ."mereka semua mengangguk .
"Aku tau , aku sudah tidak mampu lagi ." ucap tuan jonatan .
"kamu jangan sembarang ngomong kamu pasti sembuh ."ucap nyonya yuni . Nyonya yuni meminta mereka diam ,dan dengarkan apa yang akan di katakan jonatan . Sajiko yang ingin masuk juga mengurungkan niatnya , dan menepi mendengarkan dari balik dinding kaca .
"yuni ,aku juga sudah lanjut usia .aku tau aku sudah tidak mampu . Aku kalau mau mati aku ingin mati di rumah ." ucap tuan jonatan .
Sajiko berlari mendengar ucapan tuan jonatan sambil menangis . Sebelum masuk ke ruangan sugeng ia bersihkan air matanya dulu .
"ibu ..."panggil sugeng yang terbaring di tempat tidur .
"sugeng ,jangan bangun , kamu merasakan kakimu bagaimana ."ucap sajiko yang mendekati tempat tidur sugeng .
"ibu aku tidak apa apa kamu jangan cemas ."jawab sugeng .
"sugeng kamu seperti ini sebenar tau tidak apa yang terjadi ." tanya sajiko.
"ibu aku masih ingat ." sugeng mengingat apa yang telah terjadi ." ibu dia ... " sajiko menangis membuang wajahnya .
__ADS_1
"ibu katakan padaku , dia bagaimana ,dia kenapa ." sugeng menjadi cemas .
"sugeng , ayahmu tidak rela kamu kebakar hidup hidup ,takut kamu terluka , dia mengunakan badannya untuk melindungimu , memelukmu dengan erat , biarkan diri nya sendiri kebakar ." ucap sajiko memberi tau sugeng .
"ibu sekarang dia , orang nya di mana , jangan jangan dia ." sugeng takut bila tuan jonatan sudah meninggal .
""tidak tapi dokter bilang dia tidak ada harapan ...sugeng ayahmu bilang kalaupun harus mati ia ingin mati di rumah .ibu hanya ingin memberitaumu sebentar , sekarang ibu mau lihat dia untuk yang terakhir kalinya ." ucap sajiko yang akan pergi tapi di tahan oleh sugeng .
"ibu aku juga mau pergi menemui nya ." ucap sugeng , sajiko memperingatkan sugeng agar tidak pergi . Karena kakinya tidak boleh untuk menapak kalau tidak akan jadi pincang
"Biar ibu yang pergi nanti , ibu akan kabari perkembangan nya ."ucap sajiko dan pergi meninggalkan , sugeng .
"ibu ...ibu ...Demi menyelamatkan aku dsri kobaran api , dia peluk aku begitu erat . Begitu besar cintanya padaku . tapi aku tidak pernah memberi nya maaf . Tapi dia tetap mau menolong aku saat aku terbakar dengan mengunakan nyawanya untuk menganti nyawaku . Ayahhh..." sugeng menyibak selimutnya dan turun dari ranjang hingga jatuh ke lantai .
Tuan jonatan telah di bawa pulang ke rumah . Sifha pergi menjemput sigit . Sigit terkejut melihat kakeknya .
"kakek kenapa kamu begini ." tanya sigit .
"kenapa cuma sigit yang pulang ,wahyu mana ." tanya nyonya yuni . Belum sempat sifha menjawab sajiko datang , minta di ijinkan merawat jonatan .
"tak perlu ." jawab nyonya yuni .sajiko akan melangkah pergi .tuan jonatan memanggilnya dan minta waktu pada nyonya yuni untuk bicara dengan sajiko .nyonya yuni hanya menganguk .
"sajiko ."panggil tuan jonatan ,sajiko sedikit mendekat .
"jonatan ,maaf aku yang membuatmu seperti ini . Kalau bukan karena ingin menyelamat ibu dan anak ini . Kamu tidak akan seperti ini . Jonatan ."sajiko berlutut di lantai .
Ia memohon agar tuan jonatan baik baik saja . Kalau tidak ia tak dapat menanggung semua ini , sugeng juga tidak bisa menebus semua ini .
"sajiko ." panggil tuan jonatan . Sajiko berdiri dan duduk di tepi ranjang tuan jonatan .
"jangan menangis , sugeng dimana .
Tuan jonatan memanggil nama anak dan menantunya satu persatu .yang menjadi penyesalan nya hanya satu , tidak bisa mendengar sugeng memanggilnya ayah .
Sementara sugeng telah sampai di ruang tamu dengan bantuan tongkat walau jatuh bangun . Sambil memanggil ayah ...ayah..sugeng merambat menaiki tangga .
"aku tidak bisa memaafkan dia ." ucap nyonya yuni .
"yuni ."
"jonatan kamu jangan bicara , kamu baik istirahat , kamu tidak boleh tinggalkan aku ." ucap nyonya yuni .
Sugeng telah merangkak sampai di depan pintu kamar tuan jonatan , dengan napas terenggah engah .kata kata Ayah tak dapat ia ucapan di depan tuan jonatan . Hingga hembusan nafas terakhir . Baru sugeng mampu memanggil Ayah .di ikuti oleh semua keluarga .
Sugeng telah kembali ke rumah sakit .saat ia sadar ia terkejut tiba tiba ia sudah ada di rumah sakit .
"Ibu kenapa kita ada di rumah sakit , aku ingin mengantarkan jenasah Ayah ." ucap sugeng .
"Tidak ada gunanya . Kamu mau mohon sampai tengorokan mu rusak mereka tidak akan dengar." ucap sajiko .
Sugeng meninju kasur nya ." semua salah aku . Kenapa tidak sedari dulu aku memanggilnya Ayah . Sekarang mau panggil sudah terlambat ." sesal sugeng
"jonatan meninggal , aku penyebabnya , semua salah aku ."ucap sajiko dengan tatapan kosong .
"ibu ."sajiko terkejut dengar sugeng jatuh dari ranjang .
"ibu ." keduanya berpelukan dalam derai air mata .
"ibu jangan salahkan dirimu sendiri . Semua telah terjadi ." ucap sugeng .
Sajiko bertanya kenapa ini harus terjadi kalau bukan karena ingin menolongnya , mungkin sampai sekarang sugeng masih ada Ayah dan dia bisa menjaganya . Tapi sekarang demi menyelamat sugeng dia meninggal , bagaimana dengan yuni tanpa jonatan .
__ADS_1
"ibu aaa."
" kamu ini jangan bergerak , apa artinya pengorbanan Ayahmu kalau kamu menjadi pincang ."ucap sajiko .
"Ayah demi menolong aku ,dia merelakan nyawanya , aku tidak perduli seumur hidup pinjang ,kalaupun patah aku tetap harus pergi mengantar ayah ." karena keras kepala sugeng akhirnya dia jatuh bangun dan terjatuh lagi .
Sajiko membantu sugeng berdiri dan duduk di ranjang rumah sakit .
"kamu baik baik di sini biar ibu yang mewakili mu mengantar ayahmu ."ucap sajiko .
"ibu tolong katakan pada Ayah , kalau anaknya yang durhaka ini , suatu saat pasti akan datang bersujud padanya ." ucap sugeng .
Sugeng berbaring di tempat tidur . Saat mendengar suara pintu di buka .su^eng memanggil ibu nya . Ternyata yang datang paulin .
"sugeng ."panggil paulin lembut .
"untuk apa kau datang kemari ."tanya sugeng marah .
"aku telepon pulang ,nining bilang kamu ada di rumah sakit . Bagaimana keadaan , kakimu bagaimana .
"jangan sentuh aku ."bentak sugeng .
"aku datang datang ingin merawatmu . karena aku istrimu ."
"Aku tidak menganggapmu ." ucap sugeng dengan cepat .
" sugeng ,kamu pasien , kamu yang sakit , kamu butuh orang untuk merawatmu , tapi sikap apa yang kamu tunjukan padaku ." ucap paulin dengan marah .
"sikap apa . Tidak cukupkah kamu membuatku celaka ." tanya sugeng .
"aku membuatmu celaka , kalau bukan karena aku mengabari sifha . Ibu di culik apa kah ibumu akan pulang selamat , aku yang menolong mu , aku ."ucap paulin .
"tapi kamu telah membuat Ayah ku pergi ."marah sugeng .
"sugeng kamu jangan salahkan aku , aku tulus kepadamu . Sekatang kita pergi tinggalkan alexsander . Kita bisa dirikan kantor dan beli rumah yang lebih besar dari alexsander ."
"kamu mimpi ."potong sugeng .
"Biarpun kamu telah menolongku .di dalam hatiku akulah pembunuh ayah ku . Aku yang menyebabkan Ayahku meninggal ." sugeng meraba kakinya yang terasa sakit .paulin mendekat ingin menyentuh tapi sungeng mendorongnya .
"aw ." paulin terpental . Dan bangkit kembali .
"sugeng dulu aku dah ingat kan agar masuk KK , kamu tidak mau , sekarang Ayahmu sudah meninggal . Tidak apa apa kita yang masih hidup di dunia ini harus gunakan kesempatan untuk tetap hidup ."
" aku bukan orang sepertimu , tidak punya malu . Orang tak punya belas kasihan .kamu pergi ." usir sugeng .
"kamu ...
"pergi , aku seumur hidup tidak mungkin jadi pasangan suami istri .kamu pergi ..
"sugeng aku katakan sekali lagi . Aku tidak akan pernah cerai dengan mu . Kamu semakin seperti ini . Aku semakin ingin bersamamu . Aku tidak akan pernah cerai dengan mu .aku akan buat kamu menyesal seumur hidup ." ucap paulin dengan kasar .
"paulin ..
"sugeng , ku katakan sekali lagi . Aku akan buat kamu menyesal seumur hidup ." paulin melangkah untuk pergi .
"tunggu ....aku tidak akan pernah menyesal . Seumur hidup aku tidak akan pernah menyesal ." ucap sugeng , yang membuat paulin geram .
"Aku berharap saat kakiku sembuh dan melihatmu lagi di hari perceraian kita , di hari mendatang kita akan jalan di jalan masing masing ." ucap sugeng .
"sungeng , aku beri tau kamu pasti menyesal ....menyesal kamu pasti menyesal .c bentak paulin dan melangkah pergi .
__ADS_1