ISTRI DARI AYAH

ISTRI DARI AYAH
BAB 11


__ADS_3

Sejak berangkat dari rumah tidak ada yang bicara satu patah pun di dalam mobil. Di jalan aisyah hanya melihat ke arah luar kaca mobil dengan rasa cemas,karna dia takut jika suami nya nanti tidak menyukainya lalu berbuat kasar kepada nya apa yang bisa aisyah lakukan.


~Rumah sakit Husada


Setelah beberapa lama mereka di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit Husada. pak hermawan dan keluarganya segera turun dari mobil dan berjalan menuju kedalam rumah sakit untuk menuju ke ruang inap pak danang.


"tuk...tuk...tuk" pak hermawan mengetuk pintu ruang inap pak danang saat sudah sampai di depan ruangan.


"iya sebentar" jawaban dari balik pintu yang tidak lain adalah bu iqa.


" silahkan masuk pak?" kata bu iqa saat sudah membukakan pintu.


" baiklah terimakasi bu" kata pak hermawan lalu masuk kedalam ruangan diikuti bu ening,sita, dan aisyah.


Saat sudah di dalam ruangan, aisyah dan sita mencium punggung tangan pak danang dan bu iqa bergantian.


" cantik sekali kamu aisyah,tante pangkling melihatmu" kata bu iqa sambil tersenyum.


" terimakasih tante" kata aisyah dengan menundukkan kepalanya karna malu.


" aisyah mulai sekarang panggilah tante iqa dengan panggilan mamah nak" kata pak danang sambil tersenyum dengan aisyah.


" baik pak" kata aisyah sambil tersenyum paksa.


" panggil aku ayah jangan pak" kata pak danang sambil menepuk lengan aisyah.

__ADS_1


" baik ayah" kata aisyah.


Sudah 1 jam mereka menunggu arya datang, tapi tidak ada kabar sama sekali dari arya.


" maaf pak, apa pernikahan ini jadi dilaksanakan atau tidak?" kata pak penghulu kepada pak danang.


" tentu saja jadi pak, lihatlah mempelai wanitanya sudah cantik seperti ini" kata pak pak danang menatap ke arah penghulu.


" saya juga harus menikahkan orang lain pak " kata penghulu.


" sebentar lagi pak tunggu dulu saya mohon" kata pak danang.


" baiklah saya tunggu, tapi tidak lama ya pak" kata pak penghulu.


" ambilkan ponsel ku " kata pak danang kepada bu iqa.


" ini" kata bu iqa sambil memberi hanphon kepada pak danang.


Pak danang mulai menelfon arya tp tidak ada Jawaban bahkan tidak tersambung, pak danang terus menerus menelfon arya beberapa kali tp masih tetap tidak ada jawaban sehingga pak danang memilih untuk menelfon sekertaris arya.


"hallo ?" kata pak danang saat menelfon.


"iya dengan siapa dan ada keperluan apa?" tanya talita.


" saya pak danang, dimana arya sekarang?" tanya pak danang.

__ADS_1


"pak arya sedang menghadiri rapat kantor pak" kata talita.


" panggil dia suruh dia ke rumah sakit sekarang! katakan pada arya jika dia tidak datang sekarang dia tidak aku anggap sebagai anak ku" kata pak danang.


" baik pak" kata talita.


Setelah sambungan telfon terputus talita langsung menuju ke ruangan dimana arya sedang rapat.


" permisi pak" kata talita sambil membuka pintu.


" masuk" kata arya.


" pak barusan pak danang menelfon saya Katanya bapak disuruh kerumah sakit sekarang, jika bapak tidak kesana pak danang tidak akan menganggap bapak sebagai anak nya " kata talita sambil berbisik.


" ternya ayah tidak main main"kata arya sambil tersenyum sinis.


" baiklah, talita kamu tangani rapat ini" kata arya sambil menuju keluar dari ruangan.


Arya melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke rumah sakit tanpa memikirkan keselamatannya.


Di rumah sakit aisyah berharap agar pria yang akan menikahinya nanti tidak akan datang hingga penghulu itu pergi.


" maaf semuanya aku mau pamit ke kamar mandi dulu sebentar" kata aisyah.


" baiklah nak jangan lama lama mungkin bentar lagi arya datang" kata pak danang.

__ADS_1


__ADS_2