Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Michella yang sudah terlihat lelah mengajar Mariska dengan beberapa kali tamparan indah yang melayang cantik tepat di pipi Mariska. Setelahnya Michella mengakhirinya dengan sebuah senyuman puas.


"Aku ingat kan kamu sekali lagi, jika sampai mengganggu suamiku, maka tidak segan-segan aku akan mengajar kamu sampai babak belur seperti ini, oh satu lagi kalau sampai kamu melaporkan aku karena mengajar kamu, maka siap-siap juga, kamu akan aku laporkan terkait kasus penyuapan uang Perusahaan" bisik Michella, setelah itu dengan berjalan santai, Michella kembali duduk dan mulai menikmati makanan yang sudah dia pesan.


Sementara Mariska yang sudah babak belur, segera dilarikan beberapa karyawan lain menuju klinik terdekat untuk mengobati beberapa luka di bagian wajahnya. Tidak ada lagi wajah cantik Mariska yang selalu menggoda Devan, sekarang yang ada adalah wajah penuh lebam dan bengkak akibat cap dari Michella.


"Ayo Dev, kita kembali ke ruangan, biar saja wanita itu ditolong sama karyawan yang lain" sahut Michella yang tidak merasa bersalah sedikit pun.


Mendengar ucapan Michella yang tidak ada rasa bersalah, membuat Devan hanya menggelengkan kepalanya saja. Padahal Michella baru satu hari kerja di Perusahaan Mahendra, tapi sudah membuat keributan sebesar ini, bagaimana kalau Michella bekerja selama sebulan bahkan sampai bertahun-tahun, pasti Devan pikir banyak karyawan yang tidak betah bekerja di perusahaan ini dan kemungkinan terburuknya adalah perusahaan akan mengalami kebangkrutan.


"Dev, kamu sudah lihat kan bagaimana cara aku mengajar wanita itu, maka jangan sampai kamu berani macam-macam denganku, apa lagi sampai mendatangi kekasih mu di belakang aku dan hampir saja aku lupa, tiket yang untuk perjalanan kita pergi ke Maldives harus segera digunakan, kan kata kamu mau berangkat lusa, jadi aku juga akan ikut cuti agar bulan madu kita terkesan lebih indah, sayang" ucap Michella dengan sedikit meniup daun telinga Devan, sehingga membuat sang empunya merinding geli.


"Huh, aku harus segera merencanakan untuk melenyapkan saja wanita ini, dia semakin menjadi-jadi untuk memerintah aku semaunya'' batin Devan.


Setelah pulang kerja, Michella terlebih dahulu bergegas pergi menuju ke pusat perbelanjaan, karena dia ingin membeli beberapa kebutuhan dapur dan stok cemilan. Sebenarnya Michella sudah mengajak Devan untuk pergi menemani dirinya, tapi Devan berkata, kalau dirinya sedang lembur karena masih ada beberapa dokumen yang harus segera dia periksa.


"Huh, untung dia percaya, sekarang saatnya bertemu dengan Casandra, mumpung preman pasar itu pergi" batin Devan. Setelah itu bersiap-siap pergi untuk menemui Casandra.


Di Pusat perbelanjaan.

__ADS_1


Michella tengah memilih beberapa bahan untuk dia masak seperti Ayam, Ikan, garam, gula, penyedap makanan dan beberapa sayur yang disukai Devan karena sekarang Michella akan mencoba menjadi istri yang baik untuk Devan, sehingga sebelum berangkat ke kantor, Michella sudah terlebih dahulu bertanya ke beberapa maid tentang makanan yang disukai Devan.


"Sepertinya sudah semua atau masih ada yang kurang ya, oh hampir saja aku lupa dengan udang" ucap Michella setelah itu bergegas mengambil udang yang tersisa satu bungkus. Di saat yang sama juga, ternyata seorang pria juga mengambil udang yang sama, bahkan sudah masuk ke dalam keranjang miliknya.


"Ya, sudah diambil, padahal aku ingin udang itu" ucap Michella.


Mendengar hal itu, sontak saja pria itu menoleh ke arah Michella dan terkejut, ternyata wanita itu adalah orang yang pernah dia tolong.


"Michella '' sahutnya.


"Kamu Jordan kan yang waktu itu menolong aku di jalan"


"Oh iya, tadi kamu mau mengambil udang ini kan, ini udang nya kamu ambil saja" ucap Jordan dan langsung memasukan udang tersebut ke dalam keranjang belanja milik Michella.


"Kok, kamu kasih ke aku, kan kamu dulu yang ambil, jadi udang ini sudah jadi milik kamu"


"Sudah tenang saja, aku bisa beli bahan makanan yang lain juga, oh iya mumpung kamu di sini, bagaimana kalau sekalian kita cari makan bareng, tapi kamu yang bayar ya, sebagai balasan karena aku sudah menolong kamu di jalan" goda Jordan. Padahal sebenarnya karena dia ingin mengenal Michella lebih jauh, sebab baru kali ini ada seorang wanita yang mampu membuat jantung Jordan berdetak sangat cepat.


"Oke, lumayan lah jadinya aku tidak ada lagi hutang Budi sama kamu, nanti misalnya kamu minta tolong gantian, aku tidak perlu bersusah payah menolong kamu, kan aku sudah membalas kebaikan kamu" sungut Michella.

__ADS_1


"Ya sudah, kita enggak jadi makan, tadi aku hanya bercanda saja" jawab Jordan dengan lesu.


"Kena kau, aku juga bercanda kali, ya sudah ayo kita makan bareng" ucap Michella, lalu membayar hasil dia belanja, kemudian secara tidak sadar, Michella menarik tangan Jordan menuju ke tempat makan.


Tentu saja, melihat tangannya ditarik oleh Michella membuat Jordan langsung mengukir senyuman indah dan dia membalas menggenggam tangan Michella sedikit erat.


Michella yang menyadari itu, buru-buru melepaskan tangan Jordan dan meminta maaf ke Jordan karena dia tidak sengaja menggandeng tangan pria itu.


Sementara itu, Devan yang sudah sampai ke Apartemen milik kekasihnya, disambut dengan pelukan hangat oleh Casandra.


"Sayang, kenapa sih kamu akhir-akhir ini sulit sekali kalau diajak bertemu, aku tuh kangen banget sama kamu, bahkan satu harian ini kamu tidak membalas pesan bahkan telepon dariku" ucap Casandra dengan wajah dibuat-buat kesal.


"Maaf ya, akhir-akhir ini pekerjaan aku banyak sayang, kan kamu tahu sendiri, sebagai calon penerus Perusahaan Mahendra, aku harus dituntut untuk mengurus segala urusan Perusahaan" jawab Devan dengan perkataan bohong, sebab masalah utama dia jarang menemui kekasihnya karena Michella selalu mengekang dirinya.


"Iya sudah tidak apa-apa, kamu semangat kerjanya yang penting selalu mentransfer uang untuk aku tiap bulannya"


"Tentu saja sayang, sebagai kewajiban seorang lelaki, pasti akan memberikan segala kebutuhan untuk wanitanya, apa lagi aku yang beruntung bisa mendapatkan wanita secantik kamu"


"Iya tentu saja, pacar Devan harus yang cantik seperti aku ini, oh iya kamu belum makan kan sayang, kalau belum aku sudah memesan dua porsi steak kesukaan kamu" sahut Casandra yang sesekali bermanja-manja dengan Devan.

__ADS_1


"Terima kasih Sayang, aku memang sedari tadi belum makan, kamu tahu saja kalau aku suka steak daging sapi" jawab Devan yang kembali berbohong, agar tidak menyakiti hati kekasihnya itu. Sebenarnya Devan paling tidak suka daging sapi dengan olahan apapun karena menurutnya daging sapi itu sangat bau dan seratnya sangat kasar.


__ADS_2