Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Pagi ini, Michella tengah disibukkan untuk menyiapkan beberapa dokumen penting miliknya agar bisa berkerja sebagai sekretaris pribadi Devan di Perusahaan Mahendra, milik Mertuanya. Michella bertekad akan terus memantau kegiatan Devan. Sebab setelah kejadian kemarin malam, dia berubah haluan agar dirinya dapat membuat Devan mencintainya dengan caranya sendiri, baik dengan cara halus atau pun dengan cara kasar.


Bukan tanpa alasan Michella berubah, karena semalam Devan berkata kalau dia akan pergi berdua dengan Casandra ke Maldives dengan menggunakan tiket bulan madu hadiah pernikahan dari mertuanya untuk dirinya dengan Devan. Tentu saja mendengar hal itu, semula Michella yang hanya menikmati martabak dengan santai, berubah sikap menjadi penuh emosi, bahkan martabak yang dia makan pun ikut hancur beserta makanan yang ada di atas meja, akibat melampiaskan amarahnya dengan menendang meja sampai terbelah menjadi dua.


Inilah sikap buruk yang Michella tutupi selama ini, bahkan sudah lama sejak 4 tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku perkuliahan, di mana sekelompok pemuda menindas dirinya yang lagi berjalan menuju kampusnya dan hampir saja Michella mengalami pelecehan seksual, tapi karena Michella merupakan pemegang sabuk hitam taekwondo, tentu saja melawan mereka sangat mudah, bahkan Michella membantai satu per satu pemuda yang menindas dirinya dengan beringas.


Kembali ke Devan yang baru melihat perubahan istrinya tersebut, hanya menelan ludah secara kasar. Devan terkejut melihat sikap Michella yang semulanya lembut dan polos, berubah menjadi preman pasar, bahkan Devan semakin pucat pada saat Michella menggertak dirinya dan berkata tepat di telinganya, kalau Michella akan membuat Devan mencintainya, entah itu secara halus atau kasar dengan mengikat Devan menggunakan rantai. Bahkan Michella sempat mengatakan akan menghabisi nyawa kekasihnya, jika Devan tidak segera mungkin memutuskan hubungannya dengan Casandra.


Di Perusahaan Mahendra.


Para karyawan tengah dibuat heboh, sebab Devan menggandeng tangan seorang wanita yang sangat cantik, bahkan dari cara pakaian dan juga berjalan, terlihat sangat elegan.


Beberapa kaum Adam yang melihat wanita itu menatap kagum, sedangkan kaum hawa banyak yang menatap iri karena wanita itu sangat beruntung bisa bergandengan tangan dengan calon pewaris Perusahaan Mahendra yaitu Devan.


Melihat tatapan iri dari para kaum hawa, membuat wanita yang menggandeng lengan Devan seketika terhenti dan langsung menatap tajam ke arah mereka. Setelah itu kembali berjalan.


Wanita yang menggandeng lengan Devan, tak lain dan tak bukan adalah Michella, istrinya sendiri. Tadi pagi Michella memaksa Devan untuk berangkat kerja bersama dan harus terlihat mesra dihadapan para karyawannya. Tentu saja, mau tidak mau Devan mengiyakan kemauan Michella, sebab Michella selalu mengancam akan menyingkirkan kekasihnya yaitu Casandra jika keinginannya tidak terpenuhi.


"Dev, sekarang aku adalah sekretaris kamu, jadi kalau butuh sesuatu panggil saja aku, ingat itu!"


"Iya sayang, Mas pasti akan selalu membutuhkan kamu" jawab Devan dengan enggan memanggil Michella dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Hari ini, Michella memulai pekerjaannya dengan melihat semua janji temu suaminya dengan beberapa klien. Setelah itu baru, memeriksa beberapa dokumen dan membuatkan Devan kopi.


Tanpa disadari Michella, bahwa seseorang menatap benci ke arahnya, sebab karena Michella, dia harus diturunkan posisinya menjadi manager pemasaran. Padahal selama ini, sejak dirinya menjadi sekretaris, tidak pernah satu pun membuat masalah, kecuali menggoda atasannya yaitu Devan. Dengan mengepalkan tangannya dan raut emosi yang sangat besar, Mariska bersumpah akan membalas Michella yang sudah berani menggantikan posisinya sebagai sekretaris pribadi Devan.


"Awas kau wanita sial, aku pasti akan membuat perhitungan dengan kamu karena sudah mengambil posisiku!" ucap Mariska setelah itu, dia bergegas masuk ke ruangan Devan, untuk memberikan beberapa hasil laporan penjualan bulan ini.


"Permisi Pak, ini hasil laporan penjualan kita pada bulan ini"


"Hmm, kamu letakkan saja di situ, nanti akan saya periksa" sahut Devan.


Mendengar hal itu, Mariska langsung meletakkan laporan itu tepat di atas meja Devan, setelah itu terlintas dipikirannya untuk kembali menggoda Devan yaitu dengan menjatuhkan tubuhnya tepat dipangkuan Devan, setelah itu menarik Devan ke dalam pelukannya.


"Aduh, maaf pak saya ceroboh karena tersandung meja ini" ucap Mariska sambil membersihkan pakaiannya dan Devan, bahkan sesekali Mariska mencoba memegang area sensitif miliknya untuk membangkitkan gairah Devan, melihat hal itu, tentu saja Devan segera berpaling dari Mariska karena dia takut tidak dapat menahan dirinya. Bahkan Devan juga langsung menyuruh Mariska untuk segera pergi dari ruangannya.


Sementara Michella, sedari tadi yang memerhatikan tingkah laku Mariska yang menggoda Devan, tersenyum sinis dan sesekali mata tajamnya selalu menyorot ke Mariska. Secara tidak langsung Mariska sudah membangunkan macan yang tengah lagi tertidur.


"Wanita murahan ini ternyata saingan ku juga, huh benar-benar pesona suamiku memang tiada duanya" gumam Michella.


Jam makan siang berlangsung. Michella yang selesai dengan pekerjaannya, mengajak Devan untuk makan di kantin Perusahaan. Devan yang diajak Michella hanya pasrah saja mengikuti keinginan wanita itu, sebab dia masih memikirkan nyawa kekasihnya. Bahkan Devan berpikir bagaimana caranya untuk terbebas dari belenggu Michella.


Di Kantin Perusahaan, Michella tidak pernah melepaskan tangan Devan, bahkan tangannya saat ini menggenggam tangan Devan sangat erat, membuat seluruh karyawan semakin heboh dan mereka mulai berspekulasi kalau wanita yang selalu bersama bos mereka hari ini adalah istrinya.

__ADS_1


"Dev, kamu mau apa biar aku pesan makanan kita" ucap Michella.


"Terserah aku ikut saja, apa mau kamu" jawab Devan dengan sedikit acuh.


"Baiklah, tunggu sebentar ya"


Michella lalu melangkahkan kakinya pergi untuk memesan makanan dirinya dan Devan. Sementara Mariska yang melihat hal itu, langsung mengambil kesempatan untuk duduk di sebelah Devan.


"Pak Dev, saya duduk di sini ya, kalau boleh" ucap Mariska.


Devan yang tak acuh, hanya diam saja mendengar perkataan Mariska, bahkan dia berpikir bahwa Mariska sepertinya sedang mencari masalah dengan preman pasar itu, sebut Devan dalam hati saat menyematkan kata preman pasar untuk Michella.


Michella yang selesai memesan makanan kembali menuju tempat duduknya dan Devan berada, tapi melihat Mariska yang kembali berdekatan dengan Devan. Membuat aliran darah Michella seakan mendidih. Dengan berjalan cepat, Michella buru-buru menarik tempat duduk Mariska yang sebelumnya adalah tempat duduknya. Bahkan Mariska yang ditarik tempat duduknya langsung terjatuh di lantai dengan sangat keras.


"Wanita kurang ajar, berani sekali kamu menarik tempat duduk ku" ucap Mariska dengan penuh emosi.


Mendengar hal itu, membuat Michella terkekeh geli bahkan sesaat kemudian, Michella kembali mengubah raut wajahnya dengan seram dan tatapan mengintimidasi, sehingga membuat siapa pun yang ditatap seperti itu akan merasa bergidik ngeri.


"Aduh, mulut busuk mu sepertinya perlu diberikan pelajaran ya" ucap Michella.


Setelah itu tanpa aba-aba, Michella langsung menjambak rambut Mariska dan menampar keras ke arah bibir wanita itu, sehingga keluar darah segar dari mulut Mariska.

__ADS_1


Melihat hal itu, semua karyawan takut dan tidak berani memisahkan mereka bahkan Devan yang melihat itu, hanya memegang dadanya sembari bernapas lega, sebab untuk saat ini tidak pernah lagi Devan mencari gara-gara dengan Michella.


__ADS_2