
Setelah selesai dengan segala urusan perbelanjaan dan juga menemani sang penolongnya. Michella kembali ke rumah dan bergegas menuju ke dapur, untuk mulai memasak makanan kesukaan Devan.
Beberapa bahan makanan sudah tersaji di meja. Mulai dari daging ayam, udang dan segala bumbu dapurnya. Di sela-sela memasak, sesekali Michella melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam, sehingga dia sedikit khawatir sebab tidak biasanya Devan pulang lembur sampai malam.
Selesai dengan masakannya, Michella bergegas menelepon beberapa karyawan perusahaan untuk menanyakan kabar Devan. Rata-rata yang sudah ditanyai menjawab kalau Devan memang masih berada di ruangannya. Mendengar hal itu, tentu saja Michella tidak menaruh curiga sedikit pun. Sebab semua jawaban dari para karyawan begitu meyakinkan dirinya. Padahal sebenarnya mereka yang ditanyai Michella sedang ketar-ketir, takut di interogasi lebih lanjut.
Beberapa jam sudah Michella menunggu, akhirnya Devan pulang juga. Dengan wajah yang dibuat lesu dan beberapa lipatan kemeja yang mulai kusut, Devan bergegas masuk ke dalam rumah. Hal pertama yang dia lakukan adalah menemui Michella terlebih dahulu untuk memulai sandiwara yang dia buat.
"Sayang, aku pulang'' ucap Devan dengan senyum lebar, tapi tidak meninggalkan kesan mimik wajah lelahnya. Melihat Michella yang duduk di ruang makan, membuat Devan segera mendekat dan langsung memeluk Michella bahkan sesekali mencium kening istrinya.
"Baru pulang kamu sayang, pasti lelah ya, habis dari rumah perempuan" ucap Michella dengan wajah datar.
"Deg" jantung Devan langsung berdebar sangat kencang, bahkan sampai membuat dirinya mematung sejenak.
"Kata siapa, aku baru pulang dari kantor sayang, ini saja aku lelah mengerjakan semua laporan yang ada, sedang kan kamu dengan teganya bilang aku habis dari rumah perempuan, jangan suka fitnah, sayang" jawab Devan dengan sedikit emosi.
"Aku tidak fitnah, hanya saja waktu kamu memeluk aku, sesaat aku mencium aroma parfum kamu yang sepertinya sudah melekat dengan bau parfum wanita, kalau tidak saling menempel erat, pasti tidak akan dominan aroma parfum nya" sarkas Michella.
"Sayang, kamu jangan salah paham begitu, aku tidak pernah berdekatan dengan wanita lagi"
"Sungguh, kalau begitu aku salah, maaf ya sayang" ucap Michella
__ADS_1
"Iya, aku memaafkan kamu, tapi lain kali jangan kamu ulang lagi"
"Iya, pasti tidak akan aku ulang sebelum mengetahui siapa wanita yang baru kamu peluk Mas, saat kamu berada di luar" batin Michella.
"Oh iya Mas Dev, hari ini aku masak makanan kesukaan kamu, ayo kita makan"
"Ayo, pasti masakan istri Mas ini sangat lezat" ucap Devan yang kemudian langsung duduk menunggu dilayani oleh Michella.
Dengan sigap, Michella mengambil nasi, udang saus tiram, ayam bakar dan sambal. Kemudian memberikan ke Devan. Setelah itu, baru Michella mengambil makanan untuknya.
Devan yang awalnya berpikir kalau masakan Michella tidak enak, langsung berubah 180 derajat. Terlihat Devan sangat menikmati makanan yang sudah tersaji dengan sangat lahap. Sesekali juga, Devan meminta Michella untuk menambah nasi dan lauk.
Melihat hal itu, sontak membuat Michella sedikit tersenyum karena Devan mau memakan masakannya. Michella hanya menampilkan sedikit senyuman, bahkan dirinya sangat tidak ingin makan karena tiba-tiba merasa hambar, akibat Devan yang berbohong sehingga membuat Michella semakin penasaran, perempuan mana yang sudah membuat suaminya terpikat sampai aroma parfum wanita sangat menempel di jas miliknya.
"Dev, aku ingat kan kamu sekali lagi, jika kamu menemui wanita lain, maka tidak segan-segan aku akan menghabisi wanita-wanita itu, jadi kamu harus menurut apa yang sudah aku katakan" sahut Michella kemudian sesekali memasukkan beberapa sendok makanan ke dalam mulutnya.
"Sayang, sudah aku bilang, sekarang aku hanya fokus ke kamu dan Perusahaan saja" imbuh Devan.
Michella hanya tersenyum tipis mendengar ungkapan Devan. Setelah selesai makan, baik Michella maupun Devan bergegas tidur. Michella yang memang sedang menunggu momen Devan tertidur pulas, kemudian langsung bergegas pergi ke ruang baca untuk memeriksa beberapa tangkapan kamera pengawas di perusahaan hari ini, terutama kamera pengawas yang sudah dia sembunyikan di dalam ruangan Devan.
Dengan beberapa kali tekan, akhirnya Michella bisa melihat aktivitas-aktivitas Devan selama berada di kantor, kemudian Michella langsung memutar cepat rekaman dari kamera pengawas pada saat dia sudah pulang. Seringai tipis diperlihatkan Michella pada saat menangkap sosok Devan yang sedang keluar menuju ruangan nya. Bahkan Devan juga terpantau keluar dari perusahaan, sebab kamera pengawas yang berada di parkiran, menangkap Devan yang sedang masuk ke dalam mobil, setelah itu langsung bergegas pergi dari Perusahaan.
__ADS_1
"Kamu pikir aku bodoh Dev, tentu saja tidak, bahkan aku pastikan perempuan yang kamu temui akan melihat kemarahan seorang Michella dan pastinya karyawan kamu yang berbohong juga tidak luput dari hukuman yang akan membuat mereka menyesal telah membuat kebohongan demi menutupi alibi bos mereka sendiri.
Keesokan paginya.
Michella langsung bangun terlebih dahulu, kemudian menyiapkan beberapa keperluan suaminya, mulai dari pakaian, dasi dan dokumen penting yang akan dibawa. Setelah itu, lanjut untuk memasak sarapan pagi. Walaupun Michella tahu kalau Devan kemarin sudah menipu dirinya, tapi tetap saja tugas Michella untuk melayani suaminya akan dia lakukan karena melayani suami adalah kewajiban seorang istri sah, bukan kewajiban wanita lain yang ditemui oleh suaminya.
Di ruang makan.
"Mas, sepertinya aku berangkat ke kantor tidak bareng sama kamu ya, soalnya sebagai sekretaris, aku harus tetap masuk sesuai jam kerja, beda sama kamu yang memang bos nya" goda Michella.
"Iya sudah tidak apa-apa, padahal Mas ingin berangkat bareng sama kamu sayang, kan hanya beda satu jam saja dari jam kerja berangkatnya"
"Tidak apa-apa Mas, aku tidak enak hati ke karyawan yang lain, walaupun mereka tahu kalau sekretaris bos mereka adalah istrinya sendiri" jawab Michella.
Setelah selesai makan. Michella buru-buru bergegas pergi menuju Perusahaan. Dengan langkah yang pasti dan tentunya selalu berpenampilan elegan, Michella akhirnya sampai juga.
Beberapa tatapan tajam Michella layang kan ke para karyawan. Salah satunya ke Widia, manajer pemasaran yang menggantikan Mariska, sebab karena Widia salah satu karyawan yang sudah berani berbohong ke dirinya.
Para karyawan pun ada yang sedikit ricuh, sebab tiba-tiba saja hawa dingin menyerang mereka, bertepatan dengan kedatangan istri bos mereka yaitu Michella.
Beberapa saat kemudian, para karyawan sudah berdatangan semua ke kantor dan kini tiba saatnya untuk Michella mengumpulkan mereka semua.
__ADS_1
"Semua karyawan harap berkumpul di lantai 2, wajib untuk semuanya tanpa terkecuali" ucap Michella dengan tegas.