
"Baiklah para netizen, sekarang kalian bisa kan membuat kesimpulan dari hasil wawancara yang sudah saya lakukan hari ini, maka kalian harus berpikir cerdas dulu ya, sampai jumpa di wawancara saya selanjutnya" ucap Robi, setelah itu mematikan kamera miliknya.
"Sekarang tugas saya sudah selesai Nona, bisa kah Anda akan melupakan masalah ini"
"Baiklah aku akan melupakan keterlibatan kamu, atas masalahku dengan wanita murahan itu, intinya kalau sampai kamu membantunya lagi, maka siap-siaplah kamu terjerat dengan hukum" ucap Michella dengan tegas, setelah itu tanpa permisi Michella melangkahkan kakinya keluar dari rumah Robi.
Robi yang melihat Michella keluar hanya bisa bernapas dengan lega.
Di Rumah.
"Bibi, sekarang bantu aku lagi untuk menghias dekorasi rumah ini, kita harus menyambut kepulangan Michella" ucap Devan dengan antusias.
"Baiklah Tuan, semoga kejutan Tuan kali ini membuahkan hasil ya, tidak seperti kejadian kemarin"
"Tentu saja akan berhasil" balas Devan yang sekarang tampak percaya diri. Saat ini, dirinya tidak sabar untuk menyambut kepulangan istri tercintanya itu, bahkan Devan berani menunda meeting dengan beberapa klien demi menyambut kepulangan Michella yang telah berhasil membersihkan nama baiknya dari masalah yang sedang menimpanya.
Michella yang telah sampai di rumah, langsung saja bergegas masuk.
"Huh, hari ini lelah juga ya dan untungnya masalah Devan cepat juga aku selesaikan" ucap Michella yang tanpa sadar melihat dekorasi di setiap sudut ruangan dalam rumahnya.
"Sayang kejutan"
"Ha, kejutan memang siapa yang ulang tahun Dev?" imbuh Michella yang mengerutkan keningnya karena dirinya tidak tahu kalau ada orang yang sedang berulang tahun di hari ini, tapi tunggu dulu kenapa sepertinya dia yang harus mendapatkan kejutan, bukan kah bulan lahirnya masih lama lagi.
"Bukan ulang tahun sayang, aku memberikan kejutan ini atas kepulangan kamu saja, oh iya sebentar ini aku berikan hadiah untukmu" ucap Devan yang kemudian bergegas memberikan sebuah kotak yang berukuran sedang.
"Apa ini, kenapa kamu memberikannya ke aku"
"Sudah, jangan banyak tanya sayang, sekarang bukalah"
Tanpa bertanya lagi, Michella sekarang sudah membuka isi kotak tersebut dan dirinya terkejut, sebab isi dari kotak itu adalah satu set diamond yang pastinya memiliki harga fantastis.
"Ini diamond Dev?" ucap Michella dengan terkejut.
__ADS_1
"Benar sayang, sebagai hadiah untukmu, oh apa kamu kurang suka ya dengan diamond ini, nanti aku akan memberikan yang lebih baik lagi dari pada diamond ini"
"Bukan itu Dev, yang sekarang aku pertanyakan adalah dari mana kamu mendapatkan diamond ini, apa kamu mencurinya Dev"
"Ha, mana mungkin aku mencurinya sayang, kan kamu tahu sendiri, suami mu ini sangat kaya" ucap Devan yang sedang menahan tawa mendengar ucapan Istrinya yang tampak polos itu.
"Oh begitu, iya sudah aku terima, eh tapi untuk apa ya diamond ini Dev, aku saja tidak suka memakai perhiasan yang mewah seperti ini, takut nanti malah memancing pencuri saja"
"Iya sudah, kalau begitu simpan saja sayang"
"Baiklah, diamond ini akan ku simpan saja di lemari kaca ku" sahut Michella yang kemudian langsung membawa diamond itu ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan Devan yang sudah membawa cake ditangannya.
"Ternyata seperti ini rasanya dicuekin sama orang yang kita cinta, sabar Dev setelah ini pasti istrimu akan turun untuk memakan cake yang kamu beli ini setelah menyimpan diamond itu" batin Devan yang kemudian duduk untuk menunggu istrinya.
Satu jam sudah berlalu, Devan masih setia menunggu sang istri turun, tapi tampaknya tak ada pergerakan sama sekali dari lantai dua kamar istrinya, sehingga Devan mencoba melihat kamar sang istri walaupun dia tahu ada perjanjian tidak boleh masuk ke dalam kamar masing-masing tanpa persetujuan dari sang pemilik kamar.
Tapi tampaknya sekarang Devan terlihat bodoh amat, yang paling penting dia bisa melihat istrinya yang dia cintai.
"Huh, ternyata dia sedang tertidur, baiklah aku tidak akan mengganggu dia lagi" ujar Devan yang kemudian membenahi selimut istrinya itu. Sekarang dirinya masuk ke ruang kerjanya, sebab saat meninggalkan kantor, Devan juga meninggalkan segudang pekerjaan.
Tak terasa, malam pun tiba dan sekarang Michella yang baru bangun dari tidurnya langsung membersihkan diri.
"Aduh nyenyak nya aku tidur sampai-sampai tak terasa kalau hari sudah berganti dengan malam"
Sementara itu, Devan yang sudah selesai mandi, langsung menuju ke ruang makan dan melihat Michella yang belum ada di ruangan tersebut, sehingga lagi dan lagi Devan masuk ke kamar sang istri.
Saat Devan masuk ke dalam kamar sang istri, dirinya dikejutkan dengan Michella yang masih tampak polos tanpa terlilit satu benang pun di tubuhnya sehingga membuat Devan meneguk ludahnya sendiri.
Michella yang tidak sadar ditatap Devan, hanya santai saja memakai pakaian miliknya. Namun saat dia tengah berbalik mau turun untuk makan, dirinya terkejut bukan main, ternyata Devan sedang menatap dirinya dengan mulut melongo.
Bisa dipastikan kalau Devan sedari tadi menatap dirinya saat berganti baju, sehingga membuat Michella malu dan sekarang dia langsung menepuk pundak Devan dengan kuat. Devan yang pundaknya ditepuk kuat oleh Michella langsung saja tersadar.
"Dev, sejak kapan kamu berdiri di situ, jangan-jangan sejak aku memakai baju tadi ya?" tanya Michella.
__ADS_1
"Tidak, aku baru saja sampai kok, oh iya ayo sekarang kita turun untuk makan" ucap Devan dengan bohong dan sekarang dia tengah menormalkan kembali tubuhnya setelah dengan tidak sengaja melihat secara langsung tubuh polos istrinya itu.
Sekarang di ruang makan, tampak Devan dan Michella makan dengan hikmat. Bahkan sesekali Michella meletakkan lauk yang diminta Devan ke piring suaminya.
"Sayang, aku minta ikan gorengnya satu lagi dong"
"Nah ikannya Dev" ucap Michella yang kemudian meletakkannya di piring Devan.
Setelah selesai makan, Michella langsung bergegas membersihkan piring makannya miliknya dan Devan.
Sekarang, setelah selesai semua Michella membersihkan alat makan mereka, Michella menuju ke ruang kerja Devan, sebab setelah selesai makan Devan langsung kembali ke ruang kerjanya karena masih ada pekerjaan yang belum dia selesaikan.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk saja!"
"Baiklah Dev" balas Michella setelah itu langsung masuk ke dalam ruangan Devan.
"Sayang ada apa kamu ke sini, pasti ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan ke aku kan"
"Iya Dev, ada yang ingin aku bicarakan ke kamu, ini mengenai masalah perceraian kita Dev, aku hanya mau mengingatkan saja kalau besok adalah sidang perceraian kita yang pertama" ucap Michella dengan hati-hati.
Mendengar ucapan sang istri, Devan langsung tertegun dan sekarang dirinya baru ingat mengenai gugatan cerai yang sudah dilayangkan oleh sang istri untuknya.
Sekarang rasanya jantung Devan seakan-akan berhenti sejenak mendengarkan ucapan sang istri.
"Sayang, tidak bisa kah kamu membatalkan gugatan cerai itu"
"Maaf Dev, aku tidak akan membatalkan gugatan cerai kita" balas Michella dengan menunduk.
__ADS_1