Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Michella langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Entah rasa nyaman dari sofa itu sendiri atau karena lelahnya tubuh Michella, apa lagi hari ini dirinya baru menyelesaikan laporan dan juga baru menyelesaikan masalah dirinya dengan Devan.


Sejenak Michella kembali berpikir tentang memberikan kesempatan kepada Devan untuk kembali mengejar dirinya selepas cerai.


"Apakah sudah benar keputusan aku, untuk memberikan kesempatan lagi ke Devan, tapi entahlah setelah bercerai dengan Devan, aku hanya bisa melihat apakah memang dia mau mengejar kembali diriku atau berpaling dengan wanita lain, intinya aku tidak perlu mengambil pusing tentang dirinya, toh kalau memang kami tidak bersama, aku juga bisa membuka hatiku untuk pria lain, sayang sekali di dunia ini laki-laki bukan hanya Devan saja" pikir Michella yang kemudian beberapa saat kemudian, dirinya telah tertidur pulas di sofa tersebut.


Devan yang baru pulang dari Perusahaan, langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Namun baru sampai di ruang tamu, Devan melihat Michella tertidur pulas di sofa dengan gaya yang sangat sulit untuk dijelaskan.


"Pasti dia terlalu lelah, tapi lucu juga ya istriku ini tidur, bisa-bisanya kepala sudah di lantai sedangkan kaki nya yang berada di sofa" imbuh Devan yang segera bergegas menggendong Michella menuju kamar miliknya. Dengan perlahan-lahan, Devan mengangkat istrinya yang terlihat kecil namun beratnya jangan di tanya, ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi Devan kalau Istrinya sangat berat sekali.


"Sayang, kamu makan apa sih, kelihatan nya saja kecil tapi beratnya melebihi seekor babi indukan" batin Devan yang tidak dia katakan secara langsung, bisa-bisa kalau dia katakan pasti sang istri akan marah mendengarkan nya jika terbangun dan dirinya tidak mendapatkan kesempatan lagi dari istrinya itu.


Devan yang sudah sampai di kamar, langsung merebahkan tubuh Michella secara perlahan-lahan agar wanita itu tidak terbangun dari tidurnya. Setelah itu, Devan juga ikut merebahkan tubuhnya sejenak di samping Michella dan menatap wajah Michella dengan begitu dalam.


"Sayang, Mas sangat menyesal sekali telah mengecewakan kamu lagi, tapi ingat ya sayang, Mas janji akan memperbaiki hubungan kita, pokoknya kita akan memulai semuanya dari awal lagi, sayang" ucap Devan pelan yang sesekali mencuri ciuman Michella. Setelah itu ikut larut bersama sang istri di alam mimpi.


Beberapa jam kemudian, tampak Michella mulai terbangun lebih dulu. Dirinya perlahan-lahan merasakan jika ada seseorang yang memeluknya dari arah belakang, sehingga Michella mencoba menoleh dan melihat kalau Devan ternyata tertidur satu ranjang dengan dirinya. Michella pun kemudian berpikir kalau suaminya lah yang sudah memindahkan dirinya dari sofa menuju kamar.


"Seandainya kita di pertemukan bukan dari perjodohan, aku pasti merasakan sangat bahagia bisa tidur seranjang seperti ini" kata Michella yang kemudian sesekali mengelus rambut Devan dan sedikit tersenyum memandangi suaminya yang terlihat sangat tampan kalau lagi sedang tidur.


Devan yang merasakan ada sebuah tangan sedang mengelus kepalanya, langsung saja membuka matanya secara perlahan-lahan dan melihat ternyata sang istri yang mengelus kepalanya. Kemudian Devan kembali mencoba menutup matanya kembali agar merasakan momen ini lebih lama lagi.


Dalam hatinya, ada rasa kegembiraan tersendiri bagi Devan, sebab ada sebuah desiran hangat di tubuhnya saat Michella mengelus lembut kepalanya.

__ADS_1


"Lebih baik aku segera menyiapkan makan malam saja lah" imbuh Michella yang kemudian berhenti mengelus kepala Devan.


Melihat tidak ada pergerakan dari sang istri, barulah Devan bangun dari tidurnya, lalu bersiap-siap bergegas pergi untuk membersihkan tubuhnya.


Malam pun tiba, sekarang tampak Michella tengah menyajikan masakannya di meja makan, sedangkan Devan yang baru selesai mandi langsung menghampiri Michella dan memeluk wanita itu dari belakang.


"Sayang, wangi sekali aroma masakan kamu, jadi ingin cepat-cepat memakan kamu, eh maksudnya memakan masakan kamu" ucap Devan yang sengaja menggoda Michella.


Sedangkan Michella yang digoda Devan seperti itu, tampak terlihat raut wajahnya mulai memerah dan sesekali terlihat salah tingkah.


"Mas, kamu ganti pakaian dulu sana, baru mandi juga jangan langsung duduk di ruang makan, lihat air bekas dari rambut kamu menetes di meja makan ini" jawab Michella yang masih menata beberapa makanannya.


"Iya sayang, tunggu Mas ya, segera Mas memakai baju habis itu kita makan sama-sama"


Malam ini, baik Devan dan Michella akhirnya makan malam berdua dengan tenang, tampak sesekali Devan melontarkan kalimat-kalimat pujian karena masakan istrinya sangat lezat menurut lidah nya.


"Sayang, Mas sangat suka dengan sambal kentang kamu ini, besok Mas mau membawa bekal saja, tapi buatkan lagi ya sambal kentang ini, oh sama sayur lodeh nya juga"


"Iya Mas, besok pagi Michella akan membuatkan bekal untuk Mas, memang Mas sendiri tidak malu apa, kalau membawa bekal dari rumah?" ujar Michella bertanya serius menatap Devan.


"Tentu saja tidak malu sayang, Mas kan tidak mencuri juga bukan" jawab Devan yang sesekali terkekeh mendengar ucapan Istrinya.


"Oh iya habis makan ini, kita nonton televisi bareng ya, sebelum kita berpisah dan Mas mengejar kamu, Mas ingin menghabiskan kebersamaan kita ini sayang, sebelum kita kembali bersama untuk yang kedua kalinya"

__ADS_1


"Iya Mas, kalau begitu sekarang kita habiskan kebersamaan kita malam ini di ruang televisi, aku juga lagi ingin menonton film kesukaan aku yang baru keluar" ucap Michella yang kemudian bergegas bersih-bersih piring bekas makan nya yang dibantu juga oleh Devan.


Sekarang, tampak Devan dan Michella menonton film horor berdua. Biasanya momen menonton film horor ini sangat ditunggu oleh setiap pasangan terutama dari pihak pria, karena pasti sang wanita akan takut sehingga mereka akan memeluk pasangannya. Namun berbeda dengan yang dialami Michella dan Devan, saat melihat film horor kegemaran Michella. Kerap kali malah Devan yang bersembunyi dibalik punggung sang istri, bahkan sesekali terdengar teriakan histeris dari Devan, saat tiba-tiba saja muncul sesosok hantu di film tersebut.


"Sudah Mas, mereka tidak akan keluar kok dari televisi, kamu jangan takut begitu, masak seorang pria takut sih dengan hantu yang bahkan hanya ada di film" imbuh Michella yang sesekali tertawa melihat reaksi suaminya saat menonton film horor.


"Sayang, Mas bukan takut hanya saja cuma terkejut, ternyata hantunya tiba-tiba muncul" jawab Devan membela diri.


Setelah selesai menonton film, kini Michella mencoba bersiap-siap untuk kembali tidur di kamarnya. Namun, ternyata Devan mengekor dirinya dari belakang yang ternyata sedang membawa selimut dan juga bantal.


"Mas, kenapa mengikuti Michella begitu sih, ini juga Mas pake bawa bantal segala"


"Iya sayang, sebenarnya Mas ingin tidur sama kamu ya, please satu malam ini saja" ungkap Devan dengan nada memohon.


"Kenapa Mas tampak terlihat ketakutan kayak begitu sih, atau jangan-jangan memang Mas masih takut ya setelah menonton film horor tadi jadi sekarang Mas takut untuk tidur sendiri"


"Mana ada Mas takut, Mas pemberani lah, cuma lagi ingin tidur saja sama kamu" elak Devan.


Mendengar perkataan sang suami, Michella mencoba mengerjai Devan dengan berpura-pura kalau ada hantu tepat di belakang Devan.


"Mas, ternyata benar apa yang kamu bilang, sekarang ada hantu tepat di belakang kamu" imbuh Michella dengan raut muka di buat ketakutan, seolah-olah memang benar ada hantu di belakang Devan.


"Apa, awas pergi kamu hantu!" teriak Devan dengan histeris yang membuat Michella langsung tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


__ADS_2