Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Michella tetap setia menunggu Devan selesai makan. Sebab Devan sendiri, sedari tadi makan sambil terus melirik ke arah Michella karena takut kalau Michella akan melarikan diri lagi alias kabur.


Setelah selesai Devan makan, Michella bergegas membayar makanan tersebut, setelah itu mencoba berusaha kabur lagi.


Baru beberapa langkah untuk mengambil ancang-ancang kabur, ternyata Devan lebih dulu mencekal tangan Michella dengan erat.


"Mau ke mana lagi kamu" imbuh Devan.


"Ini, aku mau mengambil uang untuk beli itu" tunjuk Michella ke arah tukang tambal ban.


Melihat hal tersebut tentu saja membuat Devan seketika tertawa terbahak-bahak. Menurutnya selain Michella gadis udik, ternyata Michella sedikit polos mengarah bodoh karena untuk apa dia beli di tukang tambal ban, padahal dia sendiri tidak memiliki kendaraan.


Michella yang melihat Devan tertawa, membuat dia menjadi salah tingkah, entah kenapa tiba-tiba dia menunjuk ke arah tukang tambal ban, padahal niatnya dia ingin menunjuk di sebelahnya ya itu tukang rujak.


"Sudahlah, lu enggak bisa beralasan lagi, sekarang lu mau masuk mobil gue secara sukarela atau gue paksa!" ucap Devan.


Mendengar hal itu, mau tidak mau Michella masuk ke dalam mobil Devan. Ya walaupun dengan penuh keterpaksaan.


"Oh iya, gue lupa bilang ke lu, kalau hari ini kita pindah ke rumah yang baru"


"Rumah baru, bukan kah Ayah sudah memberi kita rumah yang sekarang aku tempati" sahut Michella, sebab seingatnya Ayah Firman sudah memberi terlebih dahulu rumah untuk hadiah pernikahan dirinya dengan Devan.


"Sudahlah, sebenarnya rumah yang lu tempati itu, bukan hadiah dari Ayah melainkan rumah sewa, Ayah hanya sengaja berkata seperti itu, biar lu enggak sok jual mahal untuk menolak pemberian dari Ayah gue" jawab Devan dengan kalimat menohok.

__ADS_1


"Oh, iya sudah kalau begitu aku mau siap-siap berkemas saja nanti setelah sampai di rumah" sahut Michella.


"Kita enggak ke tempat rumah itu lagi, semua pakaian lu sudah di kemas oleh maid" jawab Devan kembali.


Sepanjang perjalanan, Michella masih memikirkan tentang perkataan Devan terkait rumah yang dia tempati ternyata rumah sewa. Sebenarnya dia cukup terkejut mendengar hal itu, bukan karena tidak bersyukur, tapi Michella menjadi tidak enak hati terhadap Ayah Firman, kalau tahu begitu biar dia saja yang membayar biaya sewa karena uang yang Michella miliki masih cukup kalau untuk menyewa rumah untuk dirinya tinggal sementara, pikir Michella.


Sesampai di rumah barunya.


Devan terlebih dahulu bergegas masuk ke dalam rumah itu, meninggalkan Michella di dalam mobil.


Sedangkan Michella yang melihat rumah pemberian orang tua Devan sangat terkejut, ternyata rumah pemberian orang tua Devan sangat besar dan mewah, bahkan hampir sama rumah tersebut dengan rumah milik kediaman orang tua Devan.


Michella lalu menyusul Devan yang memang sengaja meninggalkan dirinya sendiri di dalam mobil.


"Dev, mulai sekarang aku panggil kamu Mas ya dan kamu panggil aku dengan sebutan sayang atau Michel juga boleh, intinya aku tidak mau lagi kamu panggil aku udik" ucap Michella.


Sementara Devan, mendengar kalimat yang keluar dari mulut Michella, tentu saja tertawa. Dia pikir wanita udik itu sedang melakukan lelucon.


"Dev, aku serius mengatakan itu, ya walaupun kita tidak ada cinta karena perjodohan ini, tapi coba mulai sekarang, kita mulai dari awal semuanya ya"


"Hei Udik, lu pikir saja sendiri, siapa juga yang mau sama lu dan satu lagi gue enggak akan panggil lu udik, tapi panggil lu dengan kata kamu, dengan syarat lu jangan mencampuri hidup gue dan gue juga enggak akan mencampuri hidup lu" jawab Devan.


"Baik, kalau itu mau kamu, tapi aku ingat kan kamu Dev, jangan sekali-kali mencoba mengusik aku juga, entah itu mungkin pacar kamu, karena aku tidak segan-segan akan membalasnya gantian" sahut Michella dengan nada tegas.

__ADS_1


Sebenarnya Michella pikir, Devan mau memulai semuanya dengan dirinya, tapi melihat Devan yang masih teguh pendirian seperti itu, membuat Michella juga tidak akan menjaga hubungan pernikahan ini, entah nanti dia terlepas dari ikatan pernikahan ini, dia tidak perduli yang sekarang dia perduli kan adalah bagaimana caranya membentengi dirinya agar tidak jatuh cinta dengan Devan. Walaupun misalnya nanti Devan sendiri mencintai dirinya, dia tidak perduli karena kesempatan yang dia berikan untuk Devan sudah habis, pikir Michella.


Sekarang, Michella tidur terpisah dengan Devan, dimana Devan tidur di kamar utama, sedangkan Michella tidur di kamar tamu. Ya tadi Devan sempat mengajukan untuk tidak tidur satu kamar, tentu saja mendengar hal itu Michella yang memang tidak perduli, tentu langsung bergegas pergi menuju kamar tamu dan mulai menata barang miliknya.


Keesokan paginya, Michella mulai memasak makanan untuk dirinya sendiri dan pilihan menu makanan yang dia masak adalah nasi goreng, sebab sedari Michella kecil sampai sekarang ini, favorit sarapan paginya masih sama yaitu nasi goreng.


Sebenarnya untuk urusan masak dan hal-hal lain, sudah menjadi tugas para maid, hanya saja kalau untuk urusan perut, lebih baik Michella masak sendiri saja karena dirinya tidak enak untuk selalu merepotkan mereka.



Sedangkan Devan yang baru bangun, langsung mencuci muka dan segera turun untuk sarapan. Pada saat turun, Devan sudah mencium aroma masakan yang sangat enak. Dia pikir yang membuat sarapan pagi untuknya adalah para maid, sehingga sekarang dia tengah duduk santai saja di ruang makan sambil sesekali mengirim pesan untuk kekasihnya yaitu Casandra.



Sementara Michella yang sudah siap memasak nasi goreng, langsung dia hidangkan ke dalam piringnya kemudian menuju ke ruang makan. Melihat Devan yang juga duduk di ruang makan. Michella hanya menghela napas, kemudian ikut duduk.


Devan yang sekarang merasa sudah sangat lapar dan melihat hanya satu nasi goreng saja di atas meja, langsung ingin mengambilnya tanpa melihat ke arah Michella. Melihat hal itu tentu saja, Michella langsung merebut nasi goreng yang sudah dia buat dan cepat-cepat untuk memakannya. Sementara Devan tidak terima melihat perbuatan Michella.


"Hei, kenapa kamu yang makan nasi goreng itu, kamu tidak lihat kalau maid yang memasak nasi goreng itu, sebenarnya untuk aku!" ucap Devan dengan penuh emosi karena dia pikir Michella tidak sopan sudah merebut makanannya.


"Apa kamu bilang Dev, nasi goreng ini milik kamu, percaya diri sekali, padahal yang memasak nasi goreng ini adalah aku sendiri" jawab Michella.


"Sudahlah, dari pada mengakui makanan orang, lebih baik kamu makan saja itu roti tawar pakai selai, bukan kah orang kaya selalu sarapan pagi dengan roti" ucap Michella yang sesekali memasukkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Devan yang mendengar itu, tentu saja malu dan segera mengambil roti tawar tanpa selai untuk dia makan karena perutnya sudah sangat lapar sehingga Devan tidak sempat untuk mengoleskan roti tersebut dengan selai.


__ADS_2