
Devan yang sedari tadi melihat tatapan kagum dari Aksa saat melihat istrinya, beberapa kali melayangkan tatapan tajam dan juga ucapan-ucapan untuk menyindir Aksa secara halus. Namun, Aksa yang mendengarkan sindiran dari Devan hanya bodoh amat saja bahkan dirinya tidak segan-segan memuji Michella saat masih ada Devan di tempat makan itu.
"Selain cantik, dia juga sangat mengayomi anak-anak, benar kan Pak Devan" kata Aksa.
"Tentu saja, selain cantik istriku memang suka dengan anak-anak, nanti Tuan Aksa doa kan saja ya, secepatnya kami akan memiliki banyak anak" jawab Devan.
" Doa yang terbaik saja untuk Bu Michella, tapi kalau menurutku ada satu sih kesalahan yang dilakukan oleh Bu Michella, yaitu menjadi istri Anda sendiri Pak Devan" balas Aksa dengan kalimat menohok dan juga beberapa senyum mengejek, terlihat dari raut wajah yang saat ini sedang dia perlihatkan ke Devan.
Namun, sekarang Devan sadar kalau ucapan Aksa hanya untuk membuat memancing emosinya kembali, agar terlihat di mata Michella bahwa dirinya yang sedang memulai permasalahan lagi dengan Aksa.
"Terima kasih atas ucapan Anda Tuan Aksa, tapi yang seharusnya malu adalah seseorang yang melihat wanita yang di cintai ternyata sudah memiliki suami, tapi masih saja tetap ingin merebutnya, itu saya rasa lebih malu dan juga lebih egois" kata Devan lalu beralih menuju ke beberapa anak jalanan.
"Dek, ini ada uang untuk kalian, memang ini tidak banyak, tapi semoga bisa kalian gunakan ya dengan baik uang ini"
"Terima kasih Om, semoga panjang umur selalu dan diberikan berkah yang melimpah" sahut salah satu anak jalanan yang tampak sangat gembira saat Devan memberikannya uang pecahan seratus ribu.
Setelah selesai makan siang, sekarang baik Michella atau pun Devan terlihat sedang menaiki taksi online bersama karena Aksa yang terburu-buru langsung pergi akibat adanya rapat dadakan di Perusahaan miliknya.
Saat ini, Devan tengah mencoba memulai mendekati Michella. Dia akan berusaha agar sang istri mencabut gugatan cerai dirinya. Entah kenapa melihat ada yang mendekati istrinya, perasaan Devan seakan nyeri yang saat ini dia mulai meyakini kalau dirinya mencintai sang istri yaitu Michella.
__ADS_1
"Sayang, Mas sangat-sangat mohon sama kamu untuk mencabut gugatan cerai itu ya, entah kenapa saat kamu ada yang mendekati, perasaan Mas sangat sakit, sayang" ucap Devan dengan wajah memelas belas kasih.
"Akhirnya kamu tahu kan, rasa sakitnya kalau ada orang yang sedang mendekati pasangannya sendiri. Mas ini belum seberapa sakitnya saat kamu yang jelas-jelas bermesraan dengan kekasih kamu itu tepat dihadapan aku, kamu tahu rasanya lebih sakit dari apa yang sekarang kamu rasakan" sahut Michella dengan perkataan sedikit tajam dan tentunya wajah datar yang sekarang menghiasi dirinya.
Setelah ucapan Michella, sampai saat ini tidak ada lagi percakapan di antara keduanya. Di mana Michella yang memang sudah jenuh dengan pernikahannya, sementara Devan yang tidak tahu harus bagaimana memulai kembali percakapannya dengan Michella.
Sepanjang jalan, hanya ada suara deru dari Taksi saja yang terdengar di telinga masing-masing.
Sesampai di kantor, Michella telah turun terlebih dahulu, meninggalkan Devan sendiri setelah membayar ongkos mereka berdua.
Sementara Devan, langsung saja mengejar istrinya yang sudah lebih dulu turun. Namun masih saat pengejaran sang istri, tiba-tiba saja tangan Devan dipegang oleh seseorang yang tidak lain adalah Casandra, mantan kekasihnya.
Melihat tangannya dipegang Casandra, seketika Devan menepis tangan tersebut, seolah-olah merasa jijik saat tangannya di sentuh oleh Casandra.
"Maaf Dev, tapi kita harus bicara saat ini juga, harus kamu tahu Dev, semua itu hanya salah paham saja, waktu itu aku di paksa sama dia, bahkan dia mengancam kalau tidak menuruti keinginannya, maka aku akan dibunuh" sahut Casandra dengan berlinangan air mata, bahkan saat ini terlihat seolah-olah wajahnya sangat penuh kasihan.
"Tolong Dev, kamu jangan salah sangka dulu dengan aku, tidak mungkin aku mengkhianati hubungan kita" sambung nya. Setelah ucapan itu, tidak ada satu pun perkataan Devan yang keluar untuk membalas ucapan Casandra.
Devan hanya diam bergeming saja, bahkan dari sorot matanya saat ini sangat sulit sekali untuk diartikan.
__ADS_1
Melihat tidak ada pergerakan dari Devan, maka Casandra langsung mengambil kesempatan dengan memeluk Devan sangat erat, bahkan saat ini, apa yang dilakukan oleh Casandra dilihat langsung oleh Michella, istri Devan.
"Memang kalau lelaki seperti kamu Dev, sulit di pegang ya janjinya, padahal baru tadi kamu memohon-mohon untuk tidak bercerai, tapi saat ini aku melihat kamu dan Casandra sedang berpelukan, bahkan tanpa tak tahu malu, kalian melakukan nya di depan perusahaan sendiri, huh dasar perusak citra perusahaan" ucap Michella dengan memberikan perkataan sinis.
Devan yang baru sadar, setelah mendengar ucapan sang istri, langsung buru-buru melepaskan pelukan itu dari Casandra.
"Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat, aku memang sudah tidak ada hubungan lagi dengan dia" tunjuk Devan.
"Sudahlah Dev, biarkan saja kalau dia meminta cerai darimu, setelah kalian bercerai kan kita bisa menikah sayang" potong Casandra yang kemudian terlihat ada raut kegembiraan tersendiri yang terlihat di wajahnya"
Devan yang mendengar perkataan Casandra, langsung saja memandangnya dengan tatapan sinis dan tajam.
"Heh perempuan gila, siapa juga yang mau kembali dengan kamu yang sudah bekas, bahkan tanpa tahu malu, kamu melakukannya di Apartemen milikku sendiri, jangan menghayal kamu, ingat perkataan aku, sampai kapan pun yang cocok menjadi istriku hanyalah Michella, bukan seperti kamu yang hanya wanita murahan!" jawab Devan dengan lontaran kalimat-kalimat tajam.
Casandra yang tadinya tersenyum, sekarang berubah menjadi murung, apa lagi saat dengan sengaja Devan merendahkan harga dirinya sampai membuat beberapa orang tengah menatap dirinya dengan raut wajah mengejek.
"Dev, tapi kita kan saling mencintai, bahkan saat ini aku mengandung anak kita!" ungkap Casandra dengan kebohongannya.
Mendengar apa yang baru saja diucapkan Casandra, sontak saja beberapa orang sangat terkejut, tak terkecuali dengan Michella yang awalnya terkejut tapi beberapa detik kemudian dia menampilkan kembali wajah datarnya, bahkan langsung pergi dari tempat itu, tanpa ada satu kata pun.
__ADS_1
Kembali ke Devan yang sekarang darahnya mulai mendidih akibat kebohongan Casandra, bahkan saat ini, dirinya mencengkeram wajah Casandra dengan sangat keras.
"Wanita sial, sejak kapan aku melakukan hubungan badan denganmu, aku tidak sudi melakukan hal itu, yang ada aku jijik dan satu lagi kalau kamu memfitnah aku seperti ini, maka aku tidak segan-segan aku melaporkan kamu ke polisi terkait pencemaran nama baik ku" ungkap Devan, setelah itu pergi meninggalkan Casandra.