Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Keesokan harinya, Michella menuju ke kamar Devan untuk membangunkan suaminya. Walaupun mereka sepakat untuk berusaha menjadi sepasang suami istri yang baik, tapi kalau untuk urusan ranjang, masih saja terpisah. Michella berpikir kalau sampai berbagi ranjang harus menunggu ada cinta di hati keduanya.


"Mas, bangun dulu yuk, katanya kemarin mau pergi jalan-jalan" ucap Michella.


"Oh iya sayang, sebentar ya Mas mau siap-siap dulu, kamu tunggu di bawah saja, nanti kita sarapan bareng"


"Iya Mas, ini mau siap-siap juga kok aku, nanti kita sama-sama saja ke bawah untuk sarapan nya" jawab Michella kemudian langsung kembali ke kamarnya. Sementara itu, Devan mengecek ponsel miliknya yang ternyata banyak sekali panggilan masuk dari Casandra. Dalam hatinya, Devan merasa lega, sebab Michella tidak mengecek ponsel miliknya.


Setelah menghapus beberapa panggilan dari kekasihnya, kemudian Devan bergegas mandi.


Beberapa saat kemudian, baik Devan maupun Michella, sekarang sedang berada di ruang makan untuk sarapan bersama.


"Mas, hari ini kita menyewa kapal kecil saja ya Mas, aku ingin sekali berkeliling pulau ini" sahut Michella dengan penuh senyum dan sesekali mengoles roti dengan selai untuk dirinya dan Devan. Sementara Devan yang mendengar ucapan Michella, hanya mengangguk-anggukan kepala saja, sebagai bentuk persetujuan.


Sebenarnya seharian di Maldives hanya Michella saja yang merasa senang dan menikmati setiap keindahan Maldives, sedangkan untuk Devan sendiri, dia tidak terlalu menyukainya, sebab dirinya tidak bersama Casandra. Padahal pergi ke Maldives adalah keinginan kekasihnya, bahkan selama masih pacaran, Casandra selalu membuat daftar kegiatan untuk dirinya dan Devan selama pergi berbulan madu di Maldives saat mereka menikah nanti.


Beberapa kali Devan menghela napas dengan berat, sampai terdengar jelas di telinga Michella.


"Mas, kamu kenapa sih dari tadi aku perhatikan hanya melamun dan sesekali aku dengar kamu menghela napas, apa kamu lagi sakit ya atau mungkin kamu sebenarnya enggak mau kan, pergi ke Maldives dengan aku, soalnya sangat jelas Mas, raut wajah kamu yang dari kemarin seperti ada rasa keterpaksaan" ucap Michella.


"Enggak sayang, Mas hanya sedang memikirkan pekerjaan saja yang kita tinggalkan kok, Mas berpikir pasti Ayah di sana sibuk mengurus Perusahaan sendirian" kilah Devan.

__ADS_1


"Kalau memang seperti itu, lusa kita akan pulang saja Mas"


"Kamu memang enggak keberatan sayang, tapi kan kita baru sebentar di sini" ungkap Devan.


"Tidak apa-apa Mas, aku enggak mau menyusahkan Ayah kamu dengan segala urusan perusahaan, seharusnya di usia yang sudah tua, Ayah Firman harus banyak bersantai, untuk urusan pekerjaan biar kita yang menyelesaikan" ucap Michella dengan suara lembut dan senyuman yang tidak pernah dia lewat kan.


"Mas, kalau memang dipikiran kamu mengkhawatirkan Ayah, aku tidak apa-apa, tapi kalau kamu ingin cepat-cepat pulang karena ingin secepatnya bertemu dengan wanita lain, maka kamu harus siap-siap Mas dengan hukuman yang akan aku berikan" batin Michella.


Selama satu harian penuh, banyak sekali momen-momen yang di abadikan oleh Michella dengan kamera miliknya, bahkan tak luput juga beberapa flora dan fauna yang ada disana masuk dalam jepretan foto Michella. Sementara Devan yang menemani Michella hanya tersenyum simpul saja, walaupun dibeberapa momen terlihat mengagumi Michella, namun secepat mungkin Devan menghilangkan semua itu yang ada di dalam pikirannya, sebab hanya Casandra saja yang boleh berada di hati dan pikiran Devan, tidak untuk wanita lain termasuk istrinya sendiri.


Beberapa hari kemudian, liburan Michella dan Devan telah usai, mereka saat ini tengah berada di Bandara Soekarno-Hatta untuk menunggu jemputan dari supirnya.


"Mas, kita langsung ke rumah orang tua kamu untuk memberikan oleh-oleh atau ke rumah kita dulu"


"Enggak kok Mas, aku masih kuat biar sekalian yang untuk orang tua aku, nanti aku coba paketkan saja oleh-olehnya" ucap Michella dengan mencoba memamerkan otot lengannya yang menyiratkan kalau dia masih kuat. Melihat tingkah Michella membuat Devan menjadi gemas sendiri, bahkan sesekali Devan mencubit pipi Michella yang tampak menggembung, persis seperti ikan buntal.


Tak berselang lama, mobil jemputan Michella dan Devan akhirnya sampai juga dan sekarang mereka menuju rumah orang tua Devan.


Sesampai dikediaman orang tua Devan, tampak Ayah Firman dan Bu Mita menyambut keduanya dengan sangat antusias, bahkan beberapa hidangan makanan juga sudah disiapkan oleh Bu Mita untuk menyambut kepulangan anak dan menantunya.


Tin... Tin... Tin...

__ADS_1


"Mas, sepertinya Devan dan menantu kita sudah sampai, ayo kita keluar"


"Iya, sebentar Mas mau menutup komputer dulu" jawab Ayah Firman yang sedari tadi berkutat dengan pekerjaannya.


Kemudian kedua pasangan paruh baya itu keluar menyambut kepulangan Devan dan Michella. Sesekali Devan menatap sinis ke kedua orang tuanya karena saat sampai di rumah orang tuanya, bukan dirinya yang dipeluk tapi mereka malah asik memeluk Michella, terutama ibunya yang sepertinya lebih merindukan istrinya dibandingkan dengan anak kandungnya sendiri.


"Sayang, ayo kita masuk dulu, pasti kalian capek kan, Ibu sudah memasakkan kalian makanan, ayo kita makan bersama-sama" ucap Bu Mita.


Setelah itu bergegas masuk menuju area ruang makan.


Di ruang makan, tampak kedua mertuanya mengajak Michella berbincang-bincang santai. Mereka meminta Michella menceritakan bagaimana pengalaman dirinya selama berlibur ke Maldives.


"Oh iya bagaimana liburannya, senang enggak dengan hadiah dari kami" ungkap Ayah Firman.


"Tentu saja senang Yah, bahkan Michella sangat menikmati liburannya"


"Sejujurnya Ayah pikir, kalian akan lama liburannya, apa lagi kan kalian mau membuat calon cucu untuk kami" sahut Ayah Firman.


Mendengar hal itu, Devan yang sedang makan lebih dulu karena kelaparan, sontak tersedak kuat, akibat ucapan Ayahnya. Dengan cepat, Michella langsung mengambilkan air minum untuk Devan dan segera Devan meminumnya sampai tandas.


"Ayah sih, bicara yang aneh-aneh saja, lihat anak kita kan jadi tersedak" ucap Bu Mita.

__ADS_1


"Nak, jangan kalian dengarkan ya, apa kata Ayah kalian ini, menurut Ibu, mau kalian cepat punya momongan atau tidak, semua itu sudah diatur oleh Tuhan, kami tidak mempermasalahkan hal itu, wajar saja kalian kan juga masih muda, apa lagi baru pendekatan, tidak mungkin kalian masih masa pendekatan langsung gas buat anak" sahut Bu Mita kembali.


Sekali lagi, Devan dan Michella hanya menunduk malu, sebab jangan kan untuk membuat anak, tidur saja mereka harus pisah ranjang. Semua itu memang keinginan Michella karena dia harus meyakinkan dirinya dan juga suaminya kalau harus ada cinta terlebih dahulu di hati masing-masing, baru mereka akan tidur seranjang. Sedangkan kalau untuk saat ini, mereka masih kelihatan sangat canggung.


__ADS_2