
Saat ini, baik Michella atau pun Aksa sedang dikelilingi oleh banyak tamu undangan. Sorak suara dari para tamu undangan sangat terdengar jelas dan keras di telinga mereka, bahkan saat ini posisi Michella dan juga Aksa tengah menjadi perbincangan di pesta itu. Ibarat kata, sekarang mereka adalah bintang nya.
Senyum diantara keduanya tidak pernah lekang, bahkan sesekali Michella turut menyapa tamu undangan lain dan membalas sapa saat dirinya mendapatkan pujian. Ada yang mengatakan Michella wanita yang sangat cantik, ada juga yang mengatakan kalau Michella merupakan aktris atau pun model kelas dunia, karena perawakan Michella yang tinggi, putih dan memiliki lekuk tubuh yang selalu diinginkan oleh para wanita.
Kembali lagi dengan Devan yang masih merasa terkejut, sebab istrinya itu ikut dalam acara seperti ini, bahkan Devan lebih terkejut lagi, saat Aksa menggandeng tangan Michella dengan sangat mesra. Entah lah, tapi saat ini Devan merasa seperti orang yang sedang terbakar emosi, bahkan sampai tidak sadar dirinya sedang mencengkeram tangan Casandra dengan sangat kuat.
"Aduh sayang, sakit tahu tanganku kamu remas, lihat ini sampai merah" ucap Casandra sambil mengelus tangan nya yang habis di cengkeram kuat oleh Devan.
"Maaf sayang, aku enggak sengaja tadi" jawab Devan dengan raut bersalah.
"Iya sayang aku maafkan, oh iya itu orang-orang pada heboh memangnya ada apa sih, aku hanya cuma sekilas saja melihat Tuan Aksa menggandeng tangan seorang wanita"
Mendengar ucapan Casandra, membuat Devan hanya diam bergeming saja, walaupun terlihat emosinya masih belum bisa redam, bahkan ingin sekali Devan melepaskan genggaman tangan istrinya itu dari Aksa.
"Sudah sayang, lebih baik kita langsung duduk saja, paling juga wanita yang sedang bersama Tuan Aksa hanya wanita biasa saja, masih kalah jauh cantiknya dengan aku" sambung Casandra yang menarik tangan Devan untuk ikut duduk.
Sementara itu, Michella dan Aksa masih saja menyapa beberapa tamu undangan, setelah itu mereka duduk di baris paling depan.
Sebenarnya Michella melihat Devan dan juga Casandra sedari tadi, hanya saja sekarang bukan waktunya untuk dirinya membuat keributan.
"Aksa, aku duduk di belakang saja ya, masak aku juga harus ikut sih duduk di depan, aku kan jadi malu" ucap Michella.
"Sudah, tidak apa-apa kamu duduk di sini saja menemani aku ya, kamu kan tahu sendiri, aku itu orangnya susah akrab dengan orang lain" sahut Aksa dengan sedikit berbisik di telinga Michella.
"Dasar, pandai sekali kamu bersilat lidah, bilang saja kalau ingin duduk di samping wanita cantik ini" goda Michella.
"Itu kamu tahu, mana mungkin aku membiarkan wanita secantik kamu duduk sendiri" jawab Aksa dengan sedikit mengedipkan matanya sebelah yang langsung mendapat hadiah cubitan kecil dari Michella.
__ADS_1
Percakapan antara Michella dan Aksa mengalir begitu saja, bahkan sesekali Aksa melayangkan beberapa lelucon aneh yang dianggap Michella tidak lucu.
Seperti sudah satu frekuensi, membuat di antara keduanya tidak ada rasa canggung sama sekali seakan-akan di antara Michella dan Aksa memiliki dunia nya sendiri, sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa seseorang sedari tadi tengah menahan kesal melihat keakraban mereka.
"Aksa, aku mau mengambil air minum dulu ya, nanti aku ke sini lagi"
"Iya sudah, awas loh kalau enggak ke sini"
"Iya, tenang saja pasti aku duduk di sini lagi kok, sudah ah aku mau ambil minum dulu" jawab Michella setelah itu bergegas pergi menuju area makanan dan minuman.
Michella yang baru saja selesai mengambil minum dan hendak kembali ke tempat duduknya, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Devan yang secepat kilat mencekal tangannya.
"Michella, kita harus bicara dulu" ucap Devan dengan suara yang terasa berat.
"Iya sudah, silakan bicara Mas enggak ada juga kok orang yang melarang mas bicara" jawab Michella dengan ketus.
"Kamu yang baru sekali melihat aku bersama Pak Aksa sudah marah Mas, bagaimana dengan kamu yang selalu berbohong Mas, bahkan secara terang-terangan juga kamu membawa selingkuhan kamu di acara rekan bisnis sendiri, sekarang jawab Mas! siapa di sini yang seharusnya marah, aku atau kamu!" ucap Michella dengan menunjuk wajah Devan, setelah itu bergegas pergi.
Namun, di saat ingin melangkah kan kakinya, tiba-tiba saja tubuh Michella di dorong dengan kuat oleh seseorang, sehingga membuat tubuh Michella menjadi tidak seimbang, namun secepat kilat Michella langsung menarik orang yang mendorong dirinya, bahkan secara sengaja, Michella menyiramkan minuman yang dibawanya.
"Dasar wanita murahan, berani sekali kamu menyiram aku, tidak tahu malu ya sudah merayu pacar orang sekarang kamu berani menyiram aku" ucap Casandra dengan lantang dan keras, sehingga menarik perhatian semua tamu undangan yang ada di sekitarnya. Saat Casandra ingin menampar wajah Michella, secepat kilat Michella langsung menangkap tangan Casandra, setelah itu giliran Michella yang menampar Casandra dengan sangat keras, bahkan terlihat darah sedikit mengalir dari sudut bibir Casandra.
"Wanita murahan sudah berani kamu menampar aku, kalian semua yang ada di sini, lihat kan wanita murahan ini tadi mendekati pacar aku, bahkan dengan tidak tahu malu dia menampar wajahku ini"
Mendengar perkataan Casandra, beberapa tamu undangan langsung menghina Michella habis-habisan, bahkan beberapa dari mereka secara sengaja menyebut Michella dengan sebutan wanita hina.
Tentu saja, mendengar antusias dari orang-orang yang menghina dirinya, membuat Michella langsung menyeringai kemudian tanpa ada kata-kata, Michella juga melayangkan tangannya menampar orang-orang yang sudah menghina dirinya, lalu sorot matanya kembali menatap tajam ke arah Casandra.
__ADS_1
"Dasar perempuan manipulatif, sekarang kamu pikir saja, bagaimana rasanya suami kamu sendiri berjalan dengan kekasih gelapnya dan sekarang malah sang kekasih gelap menyudutkan istri sah nya dan untuk kalian yang sudah menghina saya, lihat dengan mata kepala kalian sendiri cincin yang tersemat di jari manis saya, kalian sudah lihat bukan, berarti kalian sudah paham ini artinya apa!" ucap Michella dengan lantang.
"Hei murahan, kalau kamu memang sudah menikah, kenapa kamu malah menggoda kekasih orang, hah! kamu pikir saya bodoh, tidak mungkin kan suami yang kamu maksud adalah Devan, sedangkan di jari Devan saja tidak ada cincin yang dipakai satu pun!" balas Casandra.
Devan yang namanya mulai disebut, langsung mencoba menjadi penengah diantara keduanya dan mencoba membawa Casandra pergi dari situ agar masalah hari ini jangan sampai berlarut-larut, takut yang ada nanti semua kebohongan dirinya terungkap.
"Sayang, sudah lah ayo kita duduk kembali, jangan membuat keributan di acara orang" imbuh Devan yang langsung menarik tangan Casandra.
Namun, sedetik kemudian Michella kembali membuka suaranya.
"Pak Devan, kenapa kamu terlihat terburu-buru begitu sih, apa mau melarikan diri ya karena takut kebohongan kamu akan terbongkar" sahut Michella yang matanya masih menyorot tajam ke arah Devan.
"Michella, jangan membuat keributan di sini" balas Devan yang langsung bergegas pergi bersama sang kekasih menuju tempat duduknya.
Di sisi lain, orang-orang yang sedari tadi melihat keributan tersebut, bahkan beberapa di antara mereka yang merasakan tamparan dari Michella, juga langsung kembali ke tempat duduk masing-masing dengan perasaan marah dan juga menggerutu menghina Michella.
Sedangkan Aksa yang sedari tadi duduk di depan, tidak mendengarkan keributan tersebut, sebab suara musik yang terlalu keras membuat gendang telinga miliknya sedikit tuli.
Balik lagi ke Michella yang sekarang juga sudah kembali ke tempat duduknya.
"Lama sekali sih, kamu mengambil air minumnya" ucap Aksa.
"Maaf ya, soalnya tadi saat di belakang, aku bertemu dengan beberapa hama tikus"
"Tikus, masak sih di gedung ini ada tikusnya, nanti setelah selesai acara aku akan menyuruh para petugas untuk membasmi tikus-tikus itu"
"Jangan, biar aku saja yang membasminya sendiri, soalnya tikus ini sedikit besar dan mungkin saja kamu tidak bisa menanganinya" jawab Michella yang kemudian dibalas anggukan kepala oleh Aksa yang berpikir kalau Michella sedang bercanda saja.
__ADS_1
"Mas Devan, tunggu saja setelah hampir mendekati akhir acara ini, aku akan membalas kamu, selingkuhan kamu dan juga orang-orang yang sudah menghina aku tadi" batin Michella dengan senyuman yang sedikit menyeringai.