Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Seminggu kemudian, hubungan Devan dan juga Michella semakin baik. Bahkan Michella sendiri sudah mulai ada getaran cinta di hatinya, sehingga saat ini dia ingin berbicara dengan Devan untuk memulai kehidupan satu ranjangnya. Michella seakan tidak sabar menuju ke kamar Devan. Sebab dulu Devan sempat menawarkan untuk berbagi ranjang dengannya, namun Michella menolak dengan keras karena alasan cinta yang belum tumbuh di hatinya.


Sekarang, seolah bunga sudah mulai bermekaran di taman, seperti itulah gambaran hati Michella saat baru pertama kali mengalami rasa yang namanya jatuh cinta.


Dengan berjalan cepat, akhirnya Michella sampai di depan pintu kamar Devan. Belum juga Michella membuka pintu kamar itu, dia dikejutkan dengan suara Devan yang sedang menelepon seseorang.


"Sayang, nanti malam kamu ikut dengan Mas ya, ke pesta ulang tahun Perusahaan Angkasa Putra, pokoknya kamu dandan yang cantik malam ini" sahut Devan saat menelepon.


"Iya Mas, pastinya tidak akan membuat Mas Malu bahkan nanti bisa jadi aku yang akan menjadi pusat perhatian semua orang" jawab Casandra.


"Kalau begitu, nanti malam mas jemput kamu ya" sambung Devan, kemudian mematikan telepon genggam miliknya.


Tanpa Devan sadari, kalau seseorang sedari tadi mendengarkan dirinya sedang menelepon kekasihnya sampai sambungan telepon tersebut terputus. Siapa lagi kalau bukan Michella.


Dengan tangan yang mulai mengepal erat dan rasa amarah yang mulai menggerogoti dirinya, membuat cinta yang ada untuk Devan seakan sudah terbakar oleh api tanpa sisa sedikit pun di hati Michella. Lelehan air mata yang mulai membasahi kedua kelopak matanya seakan menjadi saksi kalau air mata ini akan menjadi air mata terakhir yang Michella berikan untuk Devan.


"Aku bersumpah Dev, air mata ini menjadi air mata milikku yang terakhir untuk menangisi kamu, baru pertama kali aku merasakan cinta, namun seakan kenyataan seolah menampar wajahku kalau aku harus menerima kenyataan kalau kamu tidak mencintai aku" ucap Michella.


"Mulai saat ini aku, Michella Aditya akan membuat Devan Mahendra mengemis cinta dariku, namun aku tidak akan mau membalas cinta darinya, karena rasa sakit ini lebih pedih dan tidak akan bisa dibalut dengan kata yang bernama cinta" sambung Michella dalam hati.


Michella yang tidak sempat masuk ke dalam kamar Devan, langsung berputar balik menuju ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat kerja ke kantor. Beberapa hidangan lezat sudah tersaji dihadapan Michella, namun nyatanya tidak satu pun yang dapat membangkitkan selera makan Michella. Lama berkutat dengan piringnya, membuat Michella langsung segera bersiap-siap pergi terlebih dahulu, sebelum Devan menuju ke ruang makan. Entah lah, sekarang rasanya untuk melihat wajah Devan saja, membuat Michella muak, bahkan sangat muak sampai ingin muntah jika langsung berdekatan dengan suaminya itu.


Sementara itu, Devan yang baru selesai memakai pakaian kerjanya, langsung bergegas turun untuk sarapan. Namun, sesaat sesampai di ruang makan, dirinya tidak melihat keberadaan Michella, sehingga Devan mencoba memiliki inisiatif untuk datang ke kamar Michella.

__ADS_1


Sesampai di kamar Michella, lagi dan lagi Devan tidak menemukan keberadaan istrinya itu, sehingga Devan sekarang langsung bergegas pergi menuju kantor dengan harapan Michella sudah berada di kantornya.


Dengan langkah cepat, Devan mulai memasuki kawasan kantor. Seolah sedang terburu-buru, Devan tidak memperhatikan lagi setiap karyawan yang menyapa dirinya. Padahal biasanya saat Devan menuju ruangannya, pasti dia selalu menyempatkan untuk bertegur sapa dengan beberapa karyawan yang sedang berpapasan langsung dengannya.


Sesampai di ruangannya, Devan melihat Michella tengah berkutat dengan beberapa dokumen. Melihat hal itu, Devan akhirnya bisa bernapas dengan lega.


"Sayang, kenapa sih kamu tidak menunggu aku tadi, biar kita berangkat kerja bareng, aku sangat khawatir tadi, melihat kamu tidak ada di rumah, sampai-sampai aku melewatkan sarapan pagi" ucap Devan dengan wajah yang seolah-olah dibuat kesal.


"Oh, tadi aku buru-buru Mas, soalnya aku hampir lupa kalau ada beberapa dokumen yang lupa aku kerjakan, jadi aku harus buru-buru pergi terlebih dulu ke kantornya, maaf ya sampai membuat kamu khawatir" jawab Michella yang mencoba sedang mengikuti sandiwara Devan.


"Iya sudah, tapi lain kali jangan seperti ini ya, kalau mau pergi harus izin ke suami dulu, biar suaminya enggak khawatir"


"Iya Mas" sahut Michella dengan sedikit enggan. Setelah itu kembali lagi berkutat dengan beberapa dokumen miliknya.


Selesai dengan tugas-tugas miliknya, Michella izin pulang ke Devan dengan alasan mau berbelanja bulanan.


"Mas, aku izin pulang dulu ya, soalnya mau belanja keperluan dapur, oh iya semua dokumen dan file-file kerja sama, ada di dalam laci meja coklat" ucap Michella.


"Iya, kamu hati-hati ya sayang, maaf Mas tidak bisa menemani kamu, soalnya Mas juga harus pergi ke perusahaan klien, untuk membicarakan kerja sama proyek renovasi Mal yang baru, sepertinya nanti kamu jangan menunggu Mas pulang, soalnya Mas pasti pulang nya sangat larut malam" ungkap Devan.


"Iya Mas tidak apa-apa, kalau begitu aku pulang dulu" sahut Michella yang kemudian berlalu pergi.


"Huh aman, lebih baik aku menelepon Casandra sekarang saja, untuk segera bersiap-siap pergi malam ini"

__ADS_1


Sementara itu, Michella yang sudah keluar dari kantor, segera pergi menuju butik terbaik yang ada di Jakarta karena sekarang dirinya harus bersiap-siap memakai pakaian yang terbaik untuk menghadiri pesta Perusahaan Angkasa Putra itu. Walaupun dirinya tidak diajak oleh Devan, tapi Michella juga sudah mendapatkan undangan dari pemilik perusahaan itu secara langsung. Michella akan menunjukkan, siapa dirinya malam ini yang pastinya akan membuat semua kaum Adam terpesona dengan penampilannya.


Malam hari di Gedung Perusahaan Angkasa Putra.


Devan yang sudah tiba terlebih dahulu, menyapa Aksa sang pemilik perusahaan. Beberapa pasang mata menoleh ke arah dirinya dan Casandra, sebab mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasi dengan gaun berbalut warna hitam.


"Selamat ulang tahun untuk Perusahaan Anda, Tuan Aksa" ucap Devan


"Terima kasih Pak Devan, sudah berkenan hadir di acara saya, oh iya kalian sangat serasi sekali malam ini Pak Devan" imbuh Aksa.


"Terima kasih Tuan Aksa, tentu saja saya yang cantik pasti sangat cocok dengan Pak Devan" ungkap Casandra dengan sombong.


Waktu sekarang menunjukkan pukul 8 malam, sehingga acara akan segera dimulai, tapi Aksa masih tetap saja berdiri di depan pintu gedung nya. Seperti sedang menunggu seseorang. Sampai beberapa menit kemudian, terlihat seorang wanita cantik keluar dari mobilnya yang langsung disambut hangat oleh Aksa.


"Akhirnya kamu sampai juga Michella" ucap Aksa.


"Maaf ya Pak Aksa, jika saya datang sedikit terlambat" sahut Michella yang merasa tidak enak hati terhadap Aksa.


"Tidak apa-apa, sekarang ayo kita masuk karena acara sudah mau dimulai" jawab Aksa yang kemudian tiba-tiba menggandeng tangan Michella. Melihat hal itu, Michella sedikit terkejut, kemudian dia membiarkan saja Aksa menggandeng tangannya.


Beberapa tamu undangan tampak heboh, sebab melihat Aksa tengah menggandeng perempuan cantik yang mereka duga adalah pacar Aksa. Sorak suara terlihat bergemuruh menyambut Aksa dan juga Michella. Sampai suara tersebut menimbulkan keributan di pesta itu.


"Mendengar keributan dari beberapa tamu undangan, membuat Devan dan juga Casandra langsung mendekat ke arah orang-orang yang mulai berkerumun. Tanpa diduga-duga, tiba-tiba saja seluruh tubuh Devan diam mematung, karena melihat istrinya sedang bersama rekan kerjanya yaitu Aksa. Bahkan terlihat, kalau mereka sedang bergandengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2