Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan (Tamat)


__ADS_3

"Huh, malah kabur dasar istri durhaka," kata Devan setelah Michella pergi dari ruangannya.


Sementara itu, Michella yang sudah keluar dari ruangan Devan, langsung mengabarkan kepada kedua mertuanya kalau Devan sudah sadar.


"Ayah sama Mama sudah selesai makan kan?" tanya Michella.


"Iya, sudah sayang kenapa memangnya."


"Michella mau mengabarkan kabar gembira untuk ayah dan Mama, kalau saat ini Devan sudah sadar dari koma nya." sambung Michella yang kemudian mendapatkan tatapan tidak percaya dari kedua mertuanya.


"Kamu serius kan sayang, tidak lagi becanda?" tanya Bu Mita kembali untuk memperjelas dari ucapan Michella.


"Tidak Ma, Michella serius kalau Devan memang sudah sadar, sekarang ayo kita ke ruangan Devan." Ujar Michella.


Setelahnya, kedua mertua Michella dan dirinya langsung kembali ke ruangan Devan.


Benar saja, apa yang dikatakan menantu mereka kalau Devan sekarang memang sudah sadar.


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga, Mama pikir kamu akan ..."


"Tewas maksud Mama kah." Sambung Devan yang kemudian mendapatkan balasan anggukan dari Bu Mita.


"Huh, enggak Mama atau Michella sama saja, suka mendoakan Devan mati," ucap Devan kembali, namun dengan nada kesal.


"Bukan begitu sayang, Mama hanya becanda saja kok, iya kan Michella?" tanya Bu Mita yang kemudian dibalas anggukan oleh Michella. Entah kenapa sekarang orang-orang yang berada di ruangan itu sangat suka sekali menganggukkan kepala, seperti mendengar lagu rock saja. Padahal suasananya sekarang harusnya haru dan bercampur bahagia, sebab sekarang Devan sudah sadar.

__ADS_1


Keesokan harinya, Devan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Sehingga sekarang Michella membantu Devan untuk membawanya ke rumah mereka.


"Sayang, aku senang banget loh saat kamu mau memberikan kesempatan ke aku, kamu tahu enggak sebenarnya di alam bawah sadar ku, aku sudah lelah untuk berjuang sembuh sayang, tapi saat kamu mengatakan akan membatalkan perceraian kita, di saat itulah aku kembali tersadar karena masih ada kamu yang harus aku perjuangkan di dunia ini," goda Devan.


"Huh, yakin diperjuangkan, awas saja ya kalau kamu nanti setelah mendapatkan kesempatan dari aku, tapi kamu masih sering menggoda wanita lain, maka aku akan memotong adik kecil kamu itu," balas Michella santai yang kemudian mendapatkan reaksi ketakutan dari Devan.


Sekarang dan selamanya, Devan pasti tidak akan berani mengkhianati Istrinya lagi.


"Oh iya sayang, saat aku masih belum sadar aku mendengar suara yang sepertinya mirip suara Aksa, masak dia katanya mau merebut kamu dari aku sih."


"Benarkah itu Dev, kalau begitu tidak salah lagi kalau sebenarnya dalang dari penabrakan itu bukan hanya Casandra saja melainkan Aksa juga ikut adil di dalamnya." imbuh Michella yang kemudian memberikan penjelasan ke Devan.


"Pasti kamu tidak tahu kan, sebenarnya orang yang mau mencelakai aku itu adalah Casandra, mantan tersayang kamu itu, namun saat aku selidiki lebih lanjut ternyata ada orang di belakangnya dan kamu tahu, orang itu adalah Aksa, bahkan tak tanggung-tanggung Aksa membelikan sebuah mobil untuk Casandra gunakan menabrak aku." Jelas Michella yang masih dicerna oleh Devan.


"Jadi seperti itu, tapi kenapa Aksa mau ikut kerjasama itu, kan tampaknya dia menyukai kamu sayang," pikir Devan.


"Oh seperti itu, eh tunggu kenapa kamu tahu banyak sayang, tentang masalah ini?" tanya Devan kembali karena dia baru berpikir, kenapa istrinya bisa mengetahui semuanya.


"Aku tahu semua itu dari bawahan Aksa Dev, selain itu banyak yang tidak kau ketahui tentangku selama ini, jadi jangan pernah sekalipun kamu macam-macam denganku, oh satu lagi, aku sudah melaporkan Aksa mengenai kasus penabrakan kamu, jadi dalam beberapa hari ke depan, Aksa pasti sudah berada di penjara," ucap Michella kembali.


Mendengar ucapan Istrinya, Devan merasa semakin bangga dan minder, sebab istrinya sangat sempurna menurutnya, dibandingkan dengan dirinya yang masih terlalu banyak kekurangan.


"Kamu tenang saja sayang, mulai detik ini aku pasti akan membahagiakan kamu," tekad Devan dalam hati.


Beberapa hari kemudian, benar saja sekarang Aksa telah ditangkap beserta orang suruhannya. Sehari sebelum penangkapan Aksa, tampak Michella memancing Aksa untuk ikut dengannya ke suatu tempat yang langsung tanpa pikir panjang, Aksa menyetujui untuk ikut dengan Michella.

__ADS_1


Tempat tersebut adalah markas milik Michella sendiri, sehingga Aksa yang awalnya mengira Michella mengajaknya berkencan, langsung tampak gemetar hebat, sebab Aksa melihat secara langsung tempat itu yang sepertinya lebih cocok untuk pembantaian.


Tanpa berlama-lama, Michella dan anak buahnya mengikat Aksa dan langsung menyiksanya, setelah itu baru mereka membawa Aksa beserta orang suruhannya yang sebelumnya sudah ada di markas mereka ke kantor polisi.


Untuk saat ini, baik kehidupan Michella dan Devan sekarang sangat tenang dan tentram karena sudah tidak ada lagi orang yang mengganggu hubungan rumah tangga mereka lagi.


Keesokan harinya, tampak Devan sedang menutup mata Michella dengan menggunakan kain merah. Setelah itu, Devan membawa Michella masuk ke dalam mobil miliknya.


"Mas, kenapa kamu tutup mata aku sih, memangnya ada apa?" tanya Michella.


"Pastinya ada kejutan dong sayang, makannya mata kamu Mas tutupi," jawab Devan yang masih mengendarai mobilnya.


Tidak beberapa lama, akhirnya mobil Devan berhenti di suatu tempat dan langsung saja menuntun sang istri yaitu Michella untuk mengikutinya dari belakang.


"Sayang, sekarang coba kamu lepaskan penutup mata kamu," ucap Devan yang langsung saja Michella turuti.


Satu detik.


Dua detik.


Bahkan tiga detik kemudian, akhirnya Michella membuka penutup matanya dan langsung terkejut melihat beberapa dekorasi tempat yang sekarang dia pijak menjadi sangat mewah persis seperti dekorasi orang pesta. Namun, Michella merasa aneh sebab tempatnya tampak tidak asing, seperti di perusahaan Mahendra sendiri.


"Para hadirin semua, baik para kolega bisnis ataupun karyawan di Perusahaan Mahendra, di sini saya akan memberitahukan kalau wanita yang sedang berdiri di tengah-tengah kalian adalah istri saya yang sangat sempurna, cantik dan tentunya kuat dan semua pesta ini aku persembahkan untuk istriku yaitu Michella Aditya!" ucap Devan dengan tegas.


Michella yang mendengar ungkapan Devan, tampak haru dan bahagia, bahkan sekarang dirinya tidak perduli lagi kalau air matanya sudah menetes deras di wajah cantiknya.

__ADS_1


Devan yang mulai mendekat ke arah Michella, langsung memeluk erat tubuhnya. Setelah itu, tidak lupa Devan membisikkan kata-kata cinta ditelinga Michella yang kemudian disambut sorakan dan tepukan tangan dari orang-orang yang sudah berhadir di pesta kejutan itu. Tak terkecuali dengan masing-masing orang tua Devan dan Michella yang sekarang berada di tengah-tengah pesta tersebut, juga tampak ikut meneteskan air mata bahagianya. Sebab perjodohan antara Devan dan Michella akhirnya berakhir dengan kebahagiaan.


Tamat.


__ADS_2