
Devan selesai berkutat dengan segala urusan nya, kemudian bergegas menuju ke meja Michella.
"Sayang, hari ini Mas pulang dulu ya ke rumah orang tua, jadi Mas minta tolong nanti kalau ada klien, kamu bisa suruh Pak Bagas untuk menggantikan aku ya"
"Iya, nanti aku akan sampaikan ke Pak Bagas Mas, oh iya kenapa enggak aku saja sih Mas yang menggantikan kamu"
"Enggak apa-apa sayang, Mas hanya ingin Pak Bagas saja yang menggantikan pekerjaan Mas, nanti kamu capek sayang" sahut Devan.
Sebenarnya, bukan alasan itu yang ingin Devan katakan, tapi karena tidak percaya kalau Michella bisa menggantikan dia dan takut klien yang diajak kerja sama membatalkan niatnya, sebab sekretaris nya yaitu Michella tidak berkompeten, pikir Devan. Setelah itu segera mungkin Devan pergi karena Ayahnya yaitu Firman menyuruh dia untuk segera pulang, sebab ada beberapa kepentingan yang sangat mendadak.
Michella yang mendengar Ayah mertuanya menelepon, tentu saja mengizinkan Devan pergi karena sudah pasti kalau ini bukan alasan Devan lagi untuk menemui wanita lain.
Tepat di pukul 11 siang, klien dari Perusahaan Angkasa Putra berkunjung ke Perusahaan Mahendra, sehingga secepat mungkin Michella menghubungi Pak Bagas. Akan tetapi, keadaan semakin genting karena Pak Bagas yang baru selesai perjalanan dinas, belum sampai di Perusahaan akibat terjebak macet. Mau tidak mau, Michella segera mungkin mempelajari isi dokumen tersebut yang berisikan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak.
Beberapa menit kemudian, Michella yang sudah mencatat poin pentingnya, langsung menuju ke ruang rapat. Tidak ada yang mendampingi Michella satu pun karena memang semua karyawan tengah sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing.
Ruang rapat yang sudah di dekorasi sedemikian rupa dan juga sudah tersedia baik proyektor, minuman maupun makanan ringan. Bahkan di setiap meja, masing-masing sudah ada komputer dan juga dokumen kerja sama.
"Selamat datang Pak Aska, selaku pimpinan Perusahaan Angkasa Putra" ucap Michella dengan santun dan juga tidak lupa dengan senyuman tipis.
"Hmm, Oh iya di mana Pak Devan?"
__ADS_1
"Pak Devan lagi ada urusan penting Pak, sehingga saya yang akan menggantikan beliau pada rapat kerja sama kali ini'' sahut Michella.
"Ternyata Pak Devan orang yang tidak bertanggung jawab ya, masak diwakilkan sama kamu yang hanya Sekretaris baru, biasanya juga kalau tidak ada Pak Devan pasti Pak Bagas yang menggantikan dia, apa sekarang Pak Devan meremehkan kerja sama ini kah?" kritik Aska selaku pimpinan Angkasa Putra.
"Maaf Pak Aska, sebelumnya saya ingin berkata kalau kita tidak boleh asal mengkritik seseorang kalau belum melihat aslinya bagaimana, seperti kata pepatah berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak" ucap Michella telak.
Mendengar hal itu, emosi Aska mulai menggerayangi dirinya, bahkan terlihat urat-urat dari tangannya yang menonjol sempurna.
"Terserah, saya akan melihat bagaimana cara kamu menjelaskan kerja sama ini, kalau kamu tidak bisa, maka saya akan memberitahukan ke semua kalangan pebisnis bahwa Perusahaan Mahendra yang dipimpin Pak Devan, sangat tidak becus dan tidak bertanggung jawab dalam menjalin kerja sama dengan klien nya" ungkap Aska.
"Baik, kalau begitu saya akan menjelaskan semua tentang kerja sama ini Pak Aska" jawab Michella dengan tegas.
Setelah itu, Michella mulai menjelaskan dengan lugas dan detail, bahkan satu persatu isi dari perjanjian kerja sama tersebut dijelaskan secara terperinci dan tepat mengenai sasaran. Sementara itu, Aska yang melihat hal tersebut dibuat terpesona, ternyata walaupun Michella adalah Sekretaris baru, tapi kemampuan dalam mempresentasikan sangat bagus. Sesekali Aska mencoba memancing Michella dengan pertanyaan-pertanyaan yang lumayan cukup sulit, tapi Michella selalu menjawab nya dengan benar dan tepat, sehingga lagi dan lagi Aska yang melihatnya semakin kagum akan wanita yang ada di depan nya. Bahkan baru kali ini seorang Aska mengagumi wanita selain Ibunya.
Mendengar hal itu, Michella buru-buru memberikan dokumen tersebut dan tidak lupa memberikan senyum tipis namun menawan bagi siapa saja yang melihatnya.
"Oh iya sampai lupa, kita belum ada perkenalan ya, kalau begitu perkenalkan saya adalah Aska" ucap Aska sembari memberikan jabatan tangan ke Michella.
"Saya Michella, salam kenal Pak Aska" jawab Michella yang membalas jabatan tangan itu, lalu buru-buru melepaskan.
"Oh iya Bu Michella, jika Anda memiliki waktu luang, mungkin bisa hadir di acara ulang tahun perusahaan saya, secara khusus saya mengundang Anda karena biasanya saya hanya mengundang Pak Devan dan kekasihnya saja"
__ADS_1
Ucapan dari Aska langsung membuat Michella melotot seketika, namun secepat mungkin langsung mengubah raut mukanya.
"Terima kasih Pak Aska telah mengundang saya, pasti saya akan datang Pak" jawab Michella.
"Iya sama-sama Bu Michella atau saya panggil Anda dengan sebutan nama saja ya, karena kita sedang tidak dalam urusan pekerjaan dan Anda panggil saya dengan Aska" sahut Aska, membuat beberapa orang, termasuk Asisten pribadinya yaitu Rio sahabat Devan melotot kan matanya. Melihat tingkah atasan nya yang tidak seperti biasanya yang terlihat dingin dan sedikit irit dalam berbicara.
Rio tahu kalau di depannya adalah wanita yang sangat cantik dan pintar. Apa lagi termasuk kriteria wanita idaman di kalangan pria. Mungkin karena itu atasan nya menyukai wanita ini, melihat siapa sih yang tidak tertarik dengan nya, termasuk dirinya sendiri yang sedari tadi melihat wanita tersebut menjelaskan terkait rapat kerja sama antara perusahaan bos nya dengan perusahaan sahabatnya.
"Aku harus mencari tahu, siapa wanita ini, tunggu pasti Devan tahu siapa dia, mungkin aku bisa berdekatan dengan dia lewat Devan saja" batin Rio.
"Sekali lagi terima kasih Pak Aska karena sudah berkenan berkerja sama dengan perusahaan kami"
"Iya Bu Michella, kalau begitu saya permisi dulu ya dan jangan lupa harus hadir di ulang tahun perusahaan saya"
"Tentu saja Pak Aska" jawab Michella.
Setelah itu, Michella kembali ke ruangan miliknya. Entah kenapa saat mendengarkan Aska berbicara kalau Devan sering membawa kekasihnya dulu, membuat jantung Michella seakan sesak dan juga ada perasaan sakit di sana. Michella mencoba membiarkan hal kecil ini dan menunggu ke depannya, apa kah Devan mengajak dirinya ke pesta Perusahaan Angkasa Putra atau tidak. Walaupun Michella sendiri mendapatkan undangan itu, hanya saja Michella ingin melihat inisiatif suaminya.
Sementara itu, di kediaman orang tua Devan, tampak terlibat pembicaraan serius antara Devan dan juga Pak Firman.
"Ayah, sebenarnya kapan Ayah memberikan Perusahaan Mahendra itu ke Devan, padahal Devan sudah menuruti semua keinginan Ayah" ucap Devan.
__ADS_1
"Tunggu satu tahun lagi, maka sepenuhnya semua harta keluarga Mahendra akan menjadi atas nama kamu, Nak" jawab Firman.
Orang tua Devan memang sengaja mengulur waktu sampai satu tahun pernikahan Devan dan Michella, baru memberikan seluruh harta miliknya. Sebab mereka berharap hubungan Devan dan Michella dalam satu tahun sudah harmonis sehingga wanita ular yang selalu bersama Devan tidak bisa lagi mengusik anaknya itu.