Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Extra Part


__ADS_3

Sekarang, hari-hari Michella dan Devan diselimuti dengan kebahagiaan yang selalu mereka tuangkan satu sama lain.


"Hmm, sayang kamu masih ingatkan malam ini malam apa?" tanya Devan yang melirik Michella dari bawah sampai atas.


"Masih, kalau tidak salah ini malam Jumat, kenapa mau nonton film horor ya, ayo kita nonton Mas, mumpung aku masih banyak koleksi film horor yang aku punya." Jawab Michella yang setelah itu menggandeng erat tangan Devan untuk ikut bersamanya menonton film horor kembali di kamar pribadi mereka.


Devan yang langsung digandeng Michella, hanya bisa pasrah saja. Niat hati mau malam pertama, eh malah berubah menjadi malam terakhir. Sebab, Devan merasa kalau sudah menonton film horor rasanya napas yang dia miliki sudah sampai di kerongkongan, karena setiap potongan demi potongan adegan film horor yang dia tonton membuat dirinya menahan napas agar tidak teriak keras karena takut membuat harga diri seorang Devan jatuh ditangan istrinya sendiri.


Setelah film mulai diputar, Devan merasa hawa dingin mulai menggerayangi tubuhnya. Apa lagi saat sudah masuk intro musik yang semakin mendukung suasana horor di kamar mereka.


"Sayang, rasanya Mas sudah ngantuk, jadi kita nonton film horornya lain kali saja ya," ucap Devan yang sekarang sedang berpura-pura menguap.


"Ya, padahal niat Michella setelah selesai menonton film horor ini, mau mengajak Mas enak-enak, tapi ya sudahlah kita tidur saja." Imbuh Michella.


Mendengar ucapan Michella, tentu saja membuat Devan yang sekarang berpura-pura mengantuk menjadi lebih semangat. Apa lagi, saat Devan mendengar kata enak-enak yang membuat nyala semangatnya semakin membara.


"Sayang, Mas sudah enggak ngantuk lagi kok, ini masih kuat mata Mas," balas Devan, bahkan sekarang dirinya langsung berjingkrak-jingkrak di atas tempat tidur, setelah itu melakukan berbagai pemanasan olahraga.


"Oh ya sudah, kita lanjut lagi Mas nontonnya." Kata Michella yang kemudian dibalas anggukan oleh Devan.


Selang beberapa jam, akhirnya selesai juga acara menonton film horornya dan sekarang tiba waktunya Devan menunggu janji Michella yang akan enak-enak bersamanya.


"Sayang, sekarang sudah bisa bukan sesi enak-enak nya, kalau begitu Mas mau siap-siap dulu ya." Imbuh Devan yang langsung membuka pakaiannya. Namun, Michella yang melihat tingkah Devan hanya mengerutkan keningnya saja.

__ADS_1


"Mas, sekarang cuaca lagi dingin loh, kenapa kamu buka baju?" tanya Michella yang tentunya membuat pikiran Devan tentang enak-enak langsung buyar seketika.


"Kan kita mau enak-enak sayang, ya Mas buka baju dong!" seru Devan.


"Mas, maksud Michella mau enak-enak itu, ya mau makan brownies yang Michella bikin sore tadi," kekeh Michella karena dari kemarin yang ada di dalam pikiran Devan hanya berhubungan suami istri saja.


"Ya sudah kalau begitu, Mas pakai lagi bajunya," ucap Devan dengan kesal. Setelah itu langsung tidur dengan posisi membelakangi Michella.


Sedangkan Michella yang melihat kekesalan Devan, hanya bisa menahan tawa saja dan kemudian bergegas menuju lemari untuk mengganti bajunya dengan baju dinas.


"Mas, kamu marah ya sama aku," ucap Michella dengan sedikit menutup mulutnya karena menahan tawa.


"Pikirkan saja sendiri." Ketus Devan yang masih setia membelakangi Michella.


"Mas, tidurnya menghadap aku dong, kalau Mas enggak menoleh ke aku nanti menyesal loh," goda Michella.


"Iya sudah kalau enggak mau menghadap ke arah Michella, biar Michella ganti saja baju dinasnya, padahal Michella sudah capek-capek loh memilih baju dinas model bertali begini." Ucap Michella yang sekarang berpura-pura mengganti pakaiannya.


Mendengar ucapan Michella, seketika Devan langsung menoleh dan benar saja, sekarang istrinya sedang memakai pakaian yang dia inginkan selama ini. Pakaian yang bernama lingerie dengan balutan warna merah menyala yang tentunya menjadi favorit setiap para pria di luar sana, termasuk dirinya.


Tanpa berlama-lama, Devan kembali melepaskan pakaian miliknya beserta sang istri dan langsung saja, Devan menyambar bibir ranum Michella dan akhirnya terjadilah sesuatu yang dia inginkan selama ini.


Beberapa kicauan suara indah Michella lantunkan, sehingga kicauan suara tersebut membuat semangat Devan semakin membara dan semakin memacu lajunya.

__ADS_1


Devan yang memang baru pertama kali melakukan hubungan suami istri itu, seperti tidak kaku sama sekali bahkan saat melakukan yang pertama kali dengan Michella, terlihat sudah handal saja, tanpa melihat tutorialnya.


Malam ini merupakan malam yang panjang bagi keduanya, terutama bagi Devan yang sekarang keinginannya sudah tercapai.


Keesokan paginya, tampak Devan terbangun lebih dulu. Devan setelah bangun langsung termenung sejenak dan masih membayangkan kegiatan panas yang dia lakukan bersama Michella.


"Terima kasih ya sayang, entah kenapa perjodohan ini malah membuatku semakin beruntung mengenal kamu," kata Devan yang sesekali mencuri ciuman di kedua pipi Michella. Namun, entah kenapa ciuman yang tadinya hanya ditujukan untuk kedua pipi Michella, malah beralih ke bibir ranum dan sekarang terlihat ciuman tersebut semakin menuntut untuk berbuat hal yang lebih jauh lagi.


Michella yang tadinya masih dalam keadaan tidur, langsung terbangun karena mendapat serangan pagi dari sang suami, sehingga kegiatan yang sudah mereka lakukan tadi malam, sekarang terulang kembali.


Setelah waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, akhirnya mereka menyudahi kegiatan tersebut dan langsung bergegas membersihkan diri.


"Sayang, kita mandi bersama ya." Imbuh Devan yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Michella.


"Tidak Mas, aku tidak mau mandi bersamamu, takutnya bukan mandi tapi malah mengulang kegiatan yang tadi lagi," jawab Michella yang kemudian buru-buru mengunci pintu kamar mandinya.


"Huh dasar, istriku ternyata cukup pintar juga ya," batin Devan dalam hati.


Setelah Devan dan Michella selesai membersihkan diri. Sekarang mereka berjalan menuju ruang makan.


Untuk hari ini, semua makanan yang tersedia di meja makan, disiapkan langsung oleh koki yang sengaja Devan undang sebagai bentuk wujud terima kasih Devan karena sang istri mau menyerahkan mahkota berharga untuk dirinya.


"Mas, ini kenapa banyak banget makanannya, bahkan segala jenis sayur dan daging juga sudah memenuhi meja makan kita," ucap Michella.

__ADS_1


"Iya sayang, Mas sengaja mengundang koki ternama untuk memasak kan makanan ini, sebagai wujud rasa terima kasih Mas ke kamu, karena kamu sudah memberikan harta yang paling berharga untuk Mas." Jawab Devan yang membuat Michella tersenyum malu. Padahal Michella tahu, kalau kegiatan tadi yang mereka lakukan juga merupakan hal yang pertama kali bagi suaminya. Bahkan sang suami juga sama menyerahkan aset yang dia miliki untuk Michella.


Sekarang, kegiatan sarapan yang mereka rangkap menjadi makan siang, tampak begitu hidup suasananya. Tidak seperti dahulu, saat mereka awal-awal baru menikah, pastinya ada saja keributan yang mereka timbulkan.


__ADS_2