Istri Kejam Milik Devan

Istri Kejam Milik Devan
Istri Kejam Milik Devan


__ADS_3

Terdengar jelas di telinga Devan, saat Michella dengan lantang akan menceraikan dirinya.


"Sayang, aku enggak mau cerai dari kamu, memangnya apa lagi kesalahan ku, padahal saat ini aku sudah putus dari Casandra" ucap Devan dengan perasaan menggebu-gebu.


"Kalau kamu mau kembali dengan kekasihmu itu terserah Dev, aku juga sudah tidak perduli lagi, nyatanya juga sekarang kamu masih bersama dengan dia kan, sudahlah Dev akhiri saja semua sandiwara kamu" balas Michella.


Devan yang mendengar perkataan Michella hanya mengerutkan kening saja, karena dia tidak tahu apa yang dimaksud istrinya itu.


"Jangan berpura-pura bodoh Dev, aku sudah menemukan bukti perjanjian kamu dengan Ayah, kalau sampai pernikahan kita sudah mencapai satu tahun, maka kamu akan mendapatkan Perusahaan Mahendra bukan, setelah itu kamu akan mencampakkan aku dan selanjutnya kamu menikah dengan kekasih gelap mu itu!" tunjuk Michella ke arah Devan.


"Deg" jantung Devan berdebar kencang setelah mendengarkan semua penjelasan dari Michella. Dia tidak menyangka kalau Michella tahu tentang semua rencananya.


Sebenarnya setelah Devan melihat pengkhianatan sang kekasih, dirinya akan langsung membuang dokumen-dokumen terkait masalah perjanjian dan juga berkas perceraian yang dia letakkan di laci meja kantornya, tapi apa mau di kata, Michella sudah mengetahui semua itu, sebelum Devan membuangnya.


Saat ini yang sedang dirasakan Devan adalah rasa marah, kecewa, benci, bahkan menyesal karena dia telah salah dalam membuat rencana. Rencana yang dia susun sedemikian rupa, agar dirinya bisa sah menjadi pewaris Perusahaan Mahendra sekaligus bisa menikahi kekasihnya itu, ralat maksudnya adalah mantan kekasihnya.


"Sayang, memang aku akui, aku salah sudah membuat rencana itu, tapi sekarang aku menyesal sayang, aku benar-benar ingin berubah dan ingin tetap mempertahankan rumah tangga kita, walaupun jujur untuk saat ini aku memang belum mencintai kamu" ungkap Devan dengan berlutut dan memegang kedua tangan Michella, seraya ingin mendapatkan kesempatan lagi untuk memperbaiki pernikahannya yang sekarang sudah di ujung tanduk.


"Akhirnya kamu jujur juga Dev, kalau kamu memang tidak mencintai aku dan sekarang memang keputusan yang sudah aku buat tidak salah, ternyata lebih baik kita bercerai saja dari pada meneruskan pernikahan toksik ini" sahut Michella dengan santai, seakan sudah mengikhlaskan semua kejadian ini. Kemudian Michella beralih menatap beberapa hadiah yang sudah disiapkan untuk dirinya.


"Untuk hadiah-hadiah itu, lebih baik kamu berikan saja ke Casandra, pasti dia akan senang menerima semuanya, maaf aku bukan wanita yang terlalu menggilai hadiah seperti itu" sambung Michella yang kemudian langsung bergegas pergi menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Sementara Devan dengan pikiran yang sudah kalut, tidak tahu harus berbuat apa. Hari ini adalah hari terberat sepanjang hidupnya. Mulai dari kekasihnya selingkuh dengan pria lain dan sekarang istrinya juga turut akan menceraikan dirinya yang membuat kepala Devan rasanya hampir pecah. Dengan berjalan seperti orang linglung, Devan sekarang bergegas pergi menuju tempat yang dapat membuat dirinya merasa tenang, dimana lagi kalau bukan di klub malam.


Sesampai Di Klub Malam.


"Bro biasa ya, sepuluh botol bir, kirim ke ruang privat gue" ucap Devan yang kemudian beralih menuju ruangannya, dimana di sana sahabat minumnya yaitu Rio, sudah menunggu di dalam.


"Dev, kalau lu mengajak gue minum lagi, sepertinya sia-sia saja tobat gue, soalnya gue dari dulu sudah mau menghindari minuman itu, apa lagi sekarang gue berada di tempat kayak gini" ucap Rio yang sesekali menghela napas karena pastinya dia harus siap menahan diri dari minuman laknat itu dan juga harus mendengarkan curhatan dari sahabatnya.


"Cuma bacot doang lu tobatnya, gue ajak lu ke sini saja langsung mau lu, apa lagi dengar kata gratis"


"Iya sih, benar apa kata lu, Dev" balas Rio.


Mendengar ucapan Rio, membuat beban pikiran Devan semakin bertambah, sebab wanita yang menjadi incaran sahabatnya itu adalah istrinya sendiri.


"Lebih baik lu hapus dari sekarang perasaan lu itu, untuk sekretaris gue" imbuh Devan


"Memangnya kenapa, sekretaris lu itu kan kelihatannya masih belum memiliki pasangan, orang dia saja masih muda Dev" jawab Rio yang sesekali heran mendengar perkataan Devan.


"Sekretaris yang lu katakan itu adalah istri gue Rio, istri dari perjodohan yang dilakukan orang tua gue, jadi jangan sampai lu menaruh hati ke dia, karena sampai kapan pun, dia milik gue! ingat itu, jangan gara-gara lu mau merebut istri gue, persahabatan kita yang menjadi taruhannya!" jawab Devan dengan emosi yang meluap, seolah-olah mendapatkan tempat pelampiasan atas masalah yang tengah dia hadapi.


Rio yang baru tahu kalau wanita yang dia incar adalah istri dari sahabat nya sendiri, langsung terdiam membisu, bahkan untuk saat ini, sepertinya dia sulit sekali menerima kenyataan karena wanita yang baru singgah di hatinya, harus dia lupakan.

__ADS_1


Setelah beberapa jam Devan habiskan bersama Rio di klub malam itu, akhirnya Devan tepar juga akibat menghabiskan semua botol minuman keras yang sudah dia pesan. Mau tidak mau, Rio yang sekarang mengantarkan sahabatnya itu pulang.


Tok... tok... tok...


Terdengar bunyi suara ketukan pintu yang seketika membangunkan Michella dari tidurnya, sebab ketukan itu terdengar sangat keras.


Michella yang merasa terganggu, tentu saja secepatnya membuka pintu rumah dan ternyata dia melihat seorang pria yang sedang memapah suaminya yang sudah terlihat seperti orang mabuk berat.


"Permisi, maaf ini Devan mau ditaruh dimana ya?" ucap Rio


"Sudah biarkan saja dia di situ, nanti saya akan menyeret dia atau kalau perlu biar saja dia tidur di luar" jawab Michella yang kemudian membuat Rio menelan ludahnya secara kasar. Untung saja dia tidak terlalu dalam jatuh hati ke wanita itu, kalau andai dia yang menjadi suaminya, pasti nasibnya akan sama seperti Devan, yaitu di suruh tidur di luar.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu"


"Hmm" balas Michella.


Setelah itu, Michella langsung memapah tubuh suaminya menuju ke kamar. Walaupun dirinya sedikit kesal karena Devan menganggu waktu tidurnya, tapi sebagai manusia yang memiliki rasa iba, Michella masih tetap membantu suaminya itu yang sebentar lagi menjadi mantan suami.


Michella yang mencium aroma minuman keras di baju suaminya. Langsung segera mencoba mengganti baju tersebut dengan yang baru. Perlahan-lahan dia melepaskan kancing baju tersebut satu per satu. Kemudian mencoba memakaikan pakaian yang baru dia ambil.


Namun secara mengejutkan, tiba-tiba saja Devan langsung mencium bibirnya dengan buas, bahkan sampai membuat dirinya kesulitan untuk bernapas.

__ADS_1


__ADS_2