
Di Rumah sakit.
Tampak orang tua dari Devan begitu terburu-buru menuju ke ruangan anaknya, terutama Bu Mita yang selama di perjalanan selalu gelisah bahkan sesekali menyuruh suaminya untuk menambah kecepatan mobil yang mereka kendarai. Namun tak sekalipun dihiraukan oleh Pak Firman, sebab walaupun dalam hatinya juga ikut khawatir tapi tetap keselamatan adalah nomor satu.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka telah sampai di ruangan Devan dan melihat secara langsung kondisi Devan yang tampak tak sadarkan diri.
"Devan, nak kenapa kamu jadi seperti ini" ucap Bu Mita dengan nada khawatir. Kemudian beralih menatap sang menantu yang juga terlihat sedang menangis sesenggukan, persis kondisinya sama dengannya saat ini yang terlihat sedang menangis juga.
Setelah keadaan sudah jauh lebih tenang, barulah Bu Mita mendekati Michella.
"Sayang, coba kasih tahu Mama, kenapa Devan bisa seperti ini?" tanya Bu Mita.
Michella yang mendengar perkataan mertuanya, hanya terdiam bungkam beberapa saat, lalu mencoba menarik napas dan langsung meluncur begitu saja perkataannya, dari awal mula hingga sampai terjadinya kecelakaan yang seharusnya menimpa dirinya, tapi Devan dengan sigap mendorongnya agar tidak tertabrak.
Bu Mita yang mendengar cerita dari Michella, sesekali menarik napas panjangnya. Bahkan saat dirinya mendengar tentang perceraian anaknya dengan sang menantu, Bu Mita hanya menanggapi hal tersebut biasa saja. Sebab dirinya tahu, kalau Devan sebenarnya sebelum menikah dengan Michella masih menjalin hubungan dengan wanita lain.
"Maaf ya Nak, sebenarnya saat menjodohkan Devan dengan kamu, Devan memang sedang memiliki kekasih" ucap Bu Mita pelan.
"Tidak apa-apa Ma, Michella cukup mengerti kok, tapi sekarang kan Devan sudah memutuskan hubungannya dengan Casandra, nah niat kami bercerai juga karena ingin mencoba memulai semuanya dari awal tanpa ada paksaan Ma" balas Michella yang sesekali melihat ke arah ranjang Devan.
"Oh iya Ma, karena Mama dan Ayah sudah di sini, Michella izin sebentar ya, mau mengambil beberapa pakaian Devan, sekaligus mengurus masalah kecelakaan Devan" sambung Michella yang dibalas anggukan oleh kedua mertuanya.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama, akhirnya Michella keluar dengan raut wajah yang berubah dari sendu menjadi raut akan kemarahan, sebab Michella akan terus mencari siapa dalang yang mencoba untuk menghabisi nyawanya. Walaupun sekarang Michella selamat dari kecelakaan itu, namun bukan tidak mungkin kejadian kecelakaan tersebut akan menimpa dirinya dimasa yang akan datang.
"Lihat saja, siapa pun kamu yang sekarang sudah berani mengusik aku, maka tidak akan aku biarkan sedetik pun meloloskannya dari maut yang akan aku buat!" batin Michella dengan seutas senyuman mengerikan.
Di sisi lain, Casandra yang memang sudah terlihat bingung, sesaat setelah gagal dalam rencananya. Sekarang pikirannya mulai dihinggapi rasa ketakutan.
"Ah sial, kenapa aku merasa jadi takut begini sih, sekarang kan mobil yang sudah menabrak Devan sudah aku hancurkan tanpa sisa, tapi entahlah aku sepertinya harus cepat-cepat pergi dari tempat ini" ujarnya yang kemudian mencoba mulai menyusun barang-barang bawaannya satu per satu di dalam koper besarnya.
Tidak perlu waktu yang lama, akhirnya Casandra selesai mengemas barang-barangnya dan dengan cepat langsung bergegas pergi dari tempat tinggalnya.
"Huh, sial gara-gara salah sasaran akhirnya aku tidak mendapatkan apa-apa, malah yang ada sekarang aku merasa waspada!, andaikan saja kalau wanita itu tidak mengusik kehidupan Devan, mungkin sampai saat ini hubungan ku dengan Devan masih berjalan dengan baik, bahkan mungkin saja aku sudah menjadi istrinya dan menikmati segala kemewahan keluarga Mahendra" ucap Casandra yang tanpa dia ketahui kalau ada seseorang yang sedang mengikuti setiap langkahnya dari belakang.
"Dasar wanita gila, untung saja aku sudah merekam ucapan mu, sekarang tinggal aku serahkan saja ke Bos Michella!" batin seorang pria misterius yang kemudian langsung mengirimkan video dan audio suara Casandra ke Michella.
"Proporsi si penabrak ini, sepertinya tidak asing, kalau benar seperti yang aku duga, maka siap-siaplah dia berurusan dengan maut" batin Michella yang tak lama kemudian terdengar dering suara dari ponsel miliknya. Tanpa berlama-lama, Michella mulai melihat sebuah pesan yang dikirimkan dari orang suruhannya yang selama ini mengintai Devan dan Casandra saat dulu Devan masih memiliki hubungan dengan Casandra. Benar saja, sesuai dugaan Michella kalau pelaku penabrakan Devan adalah Casandra, yang memang semula mau menabrak Michella.
"Ternyata memang benar, kalau nenek lampir itu yang sudah berani mengusikku, tenang saja malam ini juga aku akan membuat perhitungan dengannya" batin Michella, setelah mendapatkan pesan dari orang suruhannya dan kemudian langsung bergegas menginjakkan pedal gasnya sehingga laju mobilnya lebih cepat dari sebelumnya.
Kembali dengan Casandra, yang saat ini tampak diseret oleh orang suruhan Michella ke dalam sebuah gudang tua.
Flashback.
__ADS_1
Sesaat setelah mengirimkan semua bukti-bukti ke Michella, lelaki misterius suruhan Michella langsung saja memberikan obat bius ke dalam sapu tangan dan bergerak cepat membekap mulut dan hidung Casandra dengan sapu tangan tersebut.
Selesai Flashback.
"Huh, lumayan lah hasil kerja keras ku hari ini, pasti setelah ini si Bos sangat senang dan tentunya aku mendapatkan bonus yang berlimpah" ujarnya sambil mengikat tangan dan kaki Casandra yang kemudian dikaitkan ke sebuah balok besar dengan posisi terbalik, persis posisinya seperti mengikat babi hutan buruan. Lalu mengirimkan sebuah pesan yang berisikan lokasinya saat ini ke Michella.
Tidak sampai berjam-jam, akhirnya Michella sudah sampai ke lokasi yang dikirimkan oleh orang suruhannya.
Dengan langkah yang cepat dan tegas, Michella memasuki gudang tua tersebut.
"Akhirnya Bos datang juga, lihatlah Bos, aku sudah membawa pelaku penabrakan suami Bos"
"Hmm, kerja yang bagus, setelah ini kamu akan mendapatkan bonus karena sudah menangkap wanita ini, tapi bonus itu kamu dapatkan, setelah aku puas menyiksanya karena kamu harus membantuku membereskannya!" balas Michella yang sekarang tengah bersiap-siap mengganti seluruh pakaian miliknya dan setelah itu mengeluarkan sebuah senjata tajam.
"Baik Bos" sahut sang suruhan Michella, kemudian beralih menuju area luar gudang tua itu, karena dirinya tahu saat sang Bos menyiksa para mangsanya, maka semua bawahannya wajib pergi dari tempat itu.
Di dalam gudang, saat ini Michella tengah membangunkan Casandra dengan cara menyiram air comberan yang memang dia bawa saat menuju ke gudang tua ini.
Byur. Suara air yang terdengar jelas, saat Michella secara langsung menyiramkan air comberan tersebut tepat di wajah Casandra, bahkan sesekali Michella menampar keras pipi Casandra agar wanita itu segera sadar dari obat bius yang diberikan oleh bawahannya.
Siksaan demi siksaan didapatkan oleh Casandra saat dirinya masih dalam keadaan tidak sadar. Sehingga disaat dirinya sudah mulai tersadar, maka hal yang pertama kali dia rasakan adalah rasa sakit dan bau di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Akhirnya, kamu sadar juga ya" ucap Michella dengan nada sinis yang kemudian dibalas rasa terkejut oleh Casandra.