
Beberapa waktu telah berlalu, sampai hampir di ujung acara Michella mencoba meminta bantuan Aksa untuk memutarkan sebuah video yang nantinya dia kirim.
"Aksa, aku boleh minta tolong sama kamu enggak, aku ada ucapan kecil yang aku buat dalam bentuk video, sebagai hadiah untuk ulang tahun Perusahaan kamu" ucap Michella yang kemudian dibalas anggukan oleh Aksa.
"Terima kasih ya" sambung Michella.
Setelah itu, Michella kembali melihat beberapa pertunjukan yang disuguhkan Perusahaan Aksa dan kini tibalah saatnya video Michella akan di putar.
"Baik, sekarang kita ada sedikit potongan video yang dibuat oleh teman dari Pak Aksa sebagai hadiah atas ulang tahun Perusahaan Angkasa Putra, tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita putar" ucap pembawa acara dengan suara yang menggelegar.
Klip video pertama, terlihat Michella menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah, bahkan para tamu undangan dibuat tersentuh akan suara Michella, setelah itu klip video selanjutnya Michella memberikan kata-kata sebagai bentuk doa agar sukses selalu untuk Perusahaan Aksa.
"Saya tidak bisa memberikan hadiah yang mewah untuk ulang tahun Perusahaan Anda Pak Aksa, tapi saya akan selalu mendoakan Perusahaan Anda agar lebih maju lagi dan semoga dengan terjalin hubungan kerja sama antara Perusahaan Angkasa Putra dan Perusahaan milik mertua saya yaitu Perusahaan Mahendra membuat kita menjadi lebih akrab lagi ke depannya, hampir saya lupa, maaf ya saya dan suami menyembunyikan pernikahan ini, sebenarnya saya dan Devan sudah menikah, kalau tidak percaya ini saya akan memperlihatkan buku nikah kami, mana tahu kan pada tidak percaya, sekali lagi selamat ulang tahun untuk Perusahaan Angkasa Putra" ucap Michella di akhir video tersebut.
Setelah selesai di putar klip video dari Michella, sontak saja membuat para tamu undangan terkejut, apa lagi beberapa tamu undangan yang sudah menghina Michella tadi, bukan mereka saja yang terkejut, melainkan Devan, Casandra dan juga Aksa.
Devan yang mulai mati kutu, secepat kilat buru-buru langsung bergegas pergi dari tempat tersebut, sampai-sampai dirinya meninggalkan Casandra sendirian.
__ADS_1
Sementara itu, Aksa yang baru tahu kalau Michella ternyata sudah menikah dengan Devan, akhirnya pupus sudah harapan dirinya untuk mendekati Michella. Padahal di awal pertemuan dirinya dengan Michella, sudah ada ketertarikan tersendiri bagi Aksa, saat pertemuan pertamanya dengan Michella.
Namun, sekarang saat mendapat hadiah berupa video dari Michella, malah membuat Aksa semakin harus menerima kenyataan kalau cinta yang baru mulai tumbuh harus secepatnya dia hilang kan. Sakit memang kalau harapan tidak sesuai dengan kenyataan, tapi apa mau di kata, takdir tidak berpihak kepada dirinya.
Kembali lagi dengan Michella yang sekarang sedang berjalan menuju Casandra. Dengan berjalan secara perlahan-lahan Michella mulai mendekat dan sekarang sudah berada tepat dihadapan Casandra.
"Sekarang sudah tahu kan, siapa di antara kita perempuan yang murahan, bahkan kamu lihat juga, orang-orang yang sudah menghina aku karena sandiwara kamu yang sok merasa tersakiti, sekarang lihat mereka yang berbalik menatap kamu dengan pandangan hina, hati-hati ya awas jadi sasaran mereka selanjutnya" ucap Michella setelah itu kembali menuju Aksa untuk sekedar berpamitan pulang.
Casandra yang mendengar itu, langsung saja menoleh ke setiap tamu undangan dan benar saja baru menoleh sekilas, Casandra sudah jadi bahan gunjingan, bahkan tak tanggung-tanggung, mereka melempar Casandra dengan berbagai jenis makanan yang berada di situ dan tak lupa umpatan keji yang mereka layang kan ke Casandra.
"Akhirnya kamu tahu kan, kalau aku ini tidak akan main-main, apa bila seseorang sudah mengusik aku, maka bersiap-siaplah menerima pembalasan dariku ini" batin Michella yang sesekali tersenyum sekilas melihat keadaan Casandra yang sekarang.
"Sial, awas saja kamu Michella, sudah berani mempermalukan aku, lihat saja sampai di rumah ini aku akan menghukum kamu!" imbuh Devan dalam hati yang sekarang rasanya tidak tahu, mau melampiaskan kekesalan dirinya kepada siapa.
Tidak berselang lama, mobil yang ditumpangi Michella, sekarang sudah berada tepat di depan rumahnya. Dengan berjalan santai, Michella masuk ke dalam rumah.
"Baru pulang kamu sekarang, sudah puas lah ya mempermalukan suami sendiri dihadapan orang-orang banyak, apa lagi orang-orang tersebut adalah para pebisnis seperti aku!" ucap Devan dengan guratan emosi.
__ADS_1
"Sekarang kamu baru malu Mas, setelah ketahuan belang kamu, kamu hanya malu kepada sesama rekan bisnis kamu saja kan, tapi kamu enggak malu sama istri kamu sendiri yang sudah melihat kelakuan bejat kamu seperti ini" ucap Michella dengan santai setelah itu kembali pandangan matanya terfokus pada Devan.
"Oh iya satu lagi Mas, aku mau mempertanyakan mana yang kau bilang akan berkomitmen dalam hubungan kita ini, setelah kamu melanggar janji kamu sendiri, sekarang aku lebih yakin kalau kamu itu bukan laki-laki sejati, kamu hanya lah laki-laki pengecut yang hanya modal janji palsu saja" sarkas Michella yang seakan-akan perkataan nya langsung menancap tepat di jantung Devan.
Seakan tidak ada lagi kalimat yang terlontar dari bibir Devan, sekarang Michella segera bergegas menuju ke dalam kamar miliknya untuk mengistirahatkan pikiran nya dari permasalahan yang dia hadapi hari ini.
Sedangkan untuk Devan sekarang, dia tengah sibuk menelepon kekasihnya yang sedari tadi tidak di angkat. Devan sadar, kalau dirinya sudah meninggalkan sang kekasih di pesta sendirian.
"Ayo dong sayang, angkat telepon dari Mas, maafkan Mas yang sudah meninggalkan kamu sendirian di pesta tadi" ucap Devan dengan harap-harap cemas, sebab dia takut akibat kejadian ini, Casandra akan memutuskan hubungan dengan dirinya.
"Pokoknya Mas enggak mau kalau harus berpisah dari kamu, besok Mas akan datang ke Apartemen kamu, terserah kamu mau apa dari Mas, kecuali mau berpisah yang sangat mustahil Mas akan mengabulkan itu" batin Devan sembari mengetikkan pesan yang sama sesuai dengan isi pikiran nya saat ini.
Keesokan harinya, Michella yang sudah bangun dari tidurnya, sekarang segera bersiap-siap pergi menuju ke kantor, seperti aktivitas biasanya. Namun sebelum itu, Michella mencoba melihat apa kah Devan sudah bangun terlebih dahulu atau belum, sebab dirinya ingin memastikan lagi kalau Devan sudah berangkat atau masih tidur.
Dengan pelan-pelan, Michella membuka pintu kamar Devan dan melihat jika Devan masih tidur dengan sangat pulas.
"Huh, untung saja kamu masih tidur Dev, aku pikir kamu mungkin saja cepat-cepat bangun mau menemui Casandra" gumam Michella pelan yang masih terdengar di telinga Devan.
__ADS_1
"Kamu pikir aku bodoh, tunggu kamu pergi dulu, baru aku menemui Casandra" batin Devan.