Istri Kesayangan Tuan Noah

Istri Kesayangan Tuan Noah
chapter 21


__ADS_3

Clara menyiapkan pakaian sesuai dengan permintaan Noah. Ia membuka semua kancing kemeja lalu meletakkan di tempat biasanya. Setelah selesai menyiapkan keperluan sang suami, Clara bergegas bersiap-siap. Hari ini dia akan mendatangi perusahaan yang kemarin dikasih tahu oleh Megan.


Sekitar setengah jam, Clara sudah terlihat anggun dengan celana panjang berbahan katun dan kemeja putih dengan bagian lengan ia lipat ke luar.


Clara menoleh ke arah jam dinding. Di sana sudah menunjukkan pukul setengah tuju. Sudah waktunya Clara untuk membangunkan Noah.


"Noah," panggil Clara sembari mengguncang lengan Noah.


Tidak ada respon, Clara mengguncang tubuh Noah lebih kencang.


"Noah, bangun! Sudah siang."


"Emmh!" Noah hanya melengkuh dan menggeliat.


Kedua tangan yang terangkat, mengenai Clara yang masih mencondongkan badan. Alhasil, karena tidak imbang, Clara pun jatuh ambruk di atas dada Noah.


"Aw!"


"Astaga!"


Keduanya sama-sama menjerit. Karena Noah refleks takut Clara terjatuh, ia dengan sigap malah mendekap Clara dengan begitu erat. Untuk sesaat mereka saling pandang seolah sedang beradu pikiran.


"Em, Maaf, aku tidak bermaksud," kata Clara yang buru-buru berdiri. Clara berdehem untuk menghilangkan rasa gugup sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga.


"Jam berapa sekarang?" tanya Noah.


Dari reaksinya, sepertinya Noah juga sedang mencoba mengalihkan perhatian. Dua mata sayunya, perlahan menyipit ketika sedang menguap.

__ADS_1


"Setengah tujuh," jawab Clara. "Aku sudah siapkan semua keperluanmu," sambungnya.


Noah meraup wajahnya lalu menatap ke arah Clara. Penampilan Clara hari ini begitu elegan, membuat Noah menatap serius.


"Kau mau kemana?" tanya Noah memicing.


Clara berdecak lirih. Untuknya tidak disadari oleh Noah.


"Bukankah semalam aku sudah bilang, hari ini aku akan kerja?"


Noah lupa akan hal itu. Sejujurnya Noah ingin melarang, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk mencegah. Selama ini Clara memang belum pernah sesekali meminta uang pada Noah.


"Aku lupa," jawab Noah acuh.


"Em, kalau begitu aku berangkat sekarang," kata Clara sambil mengarahkan ibu jari ke arah pintu.


Clara berjalan ke luar meninggalkan kamar dengan wajah merengut. Sikap Noah pagi ini terlihat menyebalkan lagi. Angkuh, cuek, begitulah sifat Noah.


"Dia mulai galak lagi," gerutu Clara.


"Ah, masa bodoh! Aku tidak peduli." Clara terus berjalan meninggalkan rumah lalu bergegas masuk mobil.


Dari pada memikirkan sikap Noah yang berubah-ubah, Clara memilih fokus mencari alamat perusahaan yang hendak di tuju.


Sekitar seperempat jam berlalu, sampailah Clara di sebuah perusahaan percetakan undangan dan sejenisnya. Sepertinya, perusahaan ini juga termasuk menyediakan gedung fotografer dan foto prewedding beserta acara-acara penting lainnya dan periklanan barang-barang.


Clara bisa mengatakan hal tersebut setelah melihat ada banner besar yang tertempel di sana. Tepatnya di dekat jalan masuk.

__ADS_1


Sebelum masuk, Clara coba mengatur napasnya dulu supaya tidak gugup. Ia tarik napas dalam-dalam beberapa kali lalu embuskan dengan perlahan.


"Aku harus coba," kata Clara memantapkan diri.


Clara masuk ke dalam dan berjalan ke arah meja resepsionis.


"Maaf, Mbak. Ruang interview untuk calon OG di mana ya?" tanya Clara dengan sopan.


"Oh, Nona ingin melamar pekerjaan tersebut?" tanya resepsionis wanita itu.


Clara mengagguk. "Boleh tunjukkan di mana tempatnya?"


Resepsionis itu sedikit maju untuk menunjukkan jalan. "Nona tinggal lurus


Nanti kalay sudah masuk lorong pertama, silahkan belok kiri. Di situlah tempatnya."


"Oke, terimakasih."


Clara menganggukkan kepala lalu melenggak pergi.


"Huh! Aku masih tetap saja gugup," kata Clara. "Pasti banyak pelamar lain di sana."


"Eh!"


Karena tidak terlalu fokus dengan jalan, Clara sampai tidak sengaja memabrak seseorang.


***

__ADS_1


__ADS_2