
Karena tidak terlalu fokus dengan jalan, Clara sampai tidak sengaja memabrak seseorang.
"Maaf, Tuan. Maaf, aku tidak … kau?"
"Clara?"
Mereka sama-sama memasang wajah terkejut.
"Jack?"
"Kau Clara kan?"
Mereka masih sama-sama tidak percaya, hingga detik berikutnya mereka tertawa cekikikan.
"Kau apa kabar?" Jack mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Clara.
"Aku baik. Kau sendiri bagaimana?" Clara balik bertanya.
"Ya, seperti yang kau lihat." Jack tersenyum menunjukkan penampilan diri.
"Ngomong-ngomong sedang apa kau di sini?" tanya Jack.
Clara tersenyum kaku. "Aku, aku mau melamar pekerjaan di sini,"
Sudah lama tidak bertemu, Clara merasa gugup tentunya. Jack adalah orang pertama yang pernah mengutarakan cinta pada Clara. Sudah sejak lama Clara dan Jack saling mengenal, hingga terpisah saat Clara masuk kuliah semester dua sementara Jack pindah ke kota lain.
__ADS_1
"Oh," Jack bingung harus menjawab apa karena sesungguhnya dia juga sedang merasa gugup.
"Em, sebaiknya aku pergi dulu. Kita ngobrol lain kali," kata Clara masih terlihat gelagapan sendiri.
"Oh, oke."
Mereka terpisah di sini. Namun, Clara tidak tahu kalau ternyata setelah ini akan bertemu kembali dengan Jack. Setelah pergi meninggalkan Clara, ternyata Jack meminta karyawannya untukembawa Clara keruangannya.
Clara yang harusnya ikut mengantri dengan calon pelamar lain, terlihat bingung saat satu karyawan memanggil namanya lebih dulu. Mereka yang ada di sini juga nampak heran dan menatap Clara dengan aneh. Namun, karena memang sedang membutuhkan pekerjaan, Clara pun berdiri dan mengikuti langkah karyawan itu menuju sebuah ruangan.
"Silahkan, Nona." Karyawan tersebut membuka pintu dan mempersilahkan Clara masuk.
Ragu-ragu, Clara pun masuk ke dalam sana. Ke dalam sebuah ruangan luas yang sepertinya bukan tempat untuk interview para calon OB/OG.
Clara berdiri di tengah ruangan, menunggu seseorang yang duduk di kursi putar berbalik.
"Hai, Clara." Jack tersenyum ramah.
"Ka-kau itu … em …"
Jack berdiri lalu berjalan ke arah Jack. "Ya, aku pemilik kantor ini."
Clara sungguh tidak percaya. Ternyata perusahaan yang Clara datangi adalah milik Jack yang tak lain adalah teman lamanya yang pernah begitu sangat dekat dengannya.
"Kenapa kau membawaku datang ke sini?" tanya Clara.
__ADS_1
"Duduklah dulu." Jack mengajak Clara duduk di sofa. "Bukankah kau sedang melamar pekerjaan?"
Clara ikut duduk di sofa terpisah. "Ya, tapi interviewnya di sebelah sana kan?"
"Memang. Aku sebenarnya sekalian ingin mengobrol denganmu," ujar Jack. "Kita sudah lama tidak bertemu kan, mumpung kau di sini, sebaiknya kita bercengkerama dulu. Tidak apa kan?"
"Tidak apa sebenarnya, cuma aku harus ikut interview," ujar Clara. Clara hanya tidak mau kehilangan kesempatan mendapatkan pekerjaan.
"Hanya sekedar OB, mereka hanya akan dinilai sedikit. Terlalu banyak yang mendaftar, sementara perusahaan ini hanya butuh tiga OB saja."
Clara bingung harua bicara apalagi sekarang. Ia ingin segera keluar, tapi tidak enak dengan Jack.
"Kau butuh pekerjaan kan?" tanya Jack.
Clara mengangguk.
"Kau tidak pantas jadi OG. Aku tahu bidangmu di apa. Rasanya tidak pantas kalau kau hanya bekerja jadi OG."
"Apa maksudmu?" Clara tidak paham.
"Bantu aku mengurus beberapa orang yang hendak memakai jasa fotografer dari perusahaanku. Kau bisa bantu menata busana di sana. Aku juga sedang butuh orang dalam ini."
"Sungguh?" Binar di mata Clara terlihat jelas.
"Tentu saja."
__ADS_1
***