
Mereka sudah sampai di hunian Tuan Pablo dan Nyonya Elle. Terlihat begitu banyak tamu undangan yang datang. Josh dan sang istri sudah keluar lebih dulu, disusul dengan Noah dan Clara.
"Ayo kita masuk," ajak Lily yang sudah menggandeng sanv suami.
Sebelum ikut masuk, Clara meraih lengan Noah hingga tidak jadi melangkah.
"Ada apa?" tanya Noah.
Clara menggigit bibir dan memilin jemarinya. Wajahnya nampak bingung penuh keraguan.
"Ada apa?" tanya Noah lagi.
"Em, apa tidak apa jika kita masuk bersama?" tanya Clara.
Kening Noah berkerut. "Memang kenapa?"
Clara menatap sendu, semakin membuatnya begitu menggemaskan di mata Noah.
"Bukankah kau tidak mau kalau orang sampai tahu hubungan kita?"
Noah masih belum paham dengan pembicaan Clara.
"Jadi kau tidak mau masuk ke sana bersamaku?" tanya Noah sudah dengan tatapan tajaman.
"Bukan begitu." Clara mengibaskan tangan. "Kan kau sendiri yang memang ingin pernikahan kita tersembunyi," ujar Clara.
"Mana mungkin disembunyikan lagi, orang-orang juga sudah tahu!" tegas Noah.
Clara tidak paham dengan sikap Noah. Dia selalu bilang untuk jangan sampai ada orang yang tahu mengenai hubungan ini. Namun, nyatanya memang semua orang juga sudah tahu.
"Ayo, cepat!" perintah Noah sambil mengulurkan lengan yang menyiku.
Clara terlihat ragu, tapi ketika Noah sudah memberi pelototan, Clara segera menyampirkan tangan di lengan Noah yang bersiku itu.
Tunggu dulu!
Tiba-tiba Clara teringat akab sesuatu. Masih merangkul di lengan Noah, Clara coba mengingat-ingat sesuatu.
Apa yang aku lupakan ya? Aku merasa ada sesuatu yang aku lupakan.
Clara masih coba mengingat-ingat hingga langkah kakinya sampai di ruang utama untuk acara pesta. Sebuah taman yang luas dengan kolam renang di sudut timur.
Berjalan semakin ke depan hingga berpapasan dengan beberapa tamu lain, Clara tak kunjung menemukan apa yang tengah mengganjal di hatinya.
"Itukah kembaran kekasih Noah?" bisik seseorang ada tamu lain. "Sangat mirip."
"Benar. Tapi kurasa dia lebih nyaman dipandang," sahutnya pelan.
"Kok dia mau ya menggantikan kakak kembarnya?"
"Sst! Sudahlah, tidak usah bergosip."
Di manapun ada Noah dan Clara, pasti masih menjadi bahan gunjingan. Pernikahan paksa yang terjadi, membuat orang-orang penasara dan saling cari tahu. Mereka terkadang merasa prihatin pada posisi Clara yang harus dikorbankan.
Sebenarnya, apakah memang Clara dikorbankan? Atau mungkin memang semua pernah direncanakan.
"Noah!" panggil Clara lirih. Clara menarik-narik jas Noah.
__ADS_1
"Apa sih!" sahut Noah.
"Aku merasa tidak nyaman di sini. Tidak ada yang kukenal."
"Kalau begitu cobalah berbaur."
Selesai berbicara, terlihat Angela dan Betrand datang menghampiri. Ternyata mereka berdua juga diundang.
"Hai Noah!" sapa Betrand. "Hai Juga Clara."
Clara membalas senyuman dari Betrand dan juga Angela.
"Dia lebih cantik dan anggun dari pada Chloe. Wajah boleh sama, tapi aku yakin watak mereka sangat jauh berbeda." batin Angela sambil diam-diam mengamati Clara.
Beberapa obrolan kecil berlalu, Lily datang menghampiri Noah dan Clara. Sedari tadi dia mencari keberadaan Noah dan menantunya itu untuk dikenalkan pada Tuan rumah.
"Ternyata kalian di sini," kata Lily. "Ibu mencari kalian sedari tadi."
Betrand dan Angela menganggukan kepala. "Malam, Bibi."
Lily balas tersenyum dan terfokus lagi pada Noah. "Ayo kesana dulu."
Clara dan Noah mengikuti langkah Lily menuju tempat di dekat panggung dan sebush kue ulang tahun yang tersaji di atas meja.
"Noah!" sapa Tuan Pablo yang segera memberi pelukan untuk Noah. "Kau semakin tampan!"
Noah terlihat berbangga saat dipuji demikian. Di sampingnya, diam-diam Clara menggembungkan pipi seolah ingin muntah.
"Paman juga terlihat lebih muda." Noag ikut memuji.
"Dan ini … em," Nyonya Elle memandangi Clara. "Pasti istrimu kan?"
Noah tersenyum, pun dengan Clara.
"Ya, dia istri Noah." Lily menjawab.
"Sangat cantik," kata Elle lagi.
Wajah Clara sontak memerah dan tersipu malu.
"Cih! Semua orang memujimu padahal harusnya posisi itu untuk Chloe."
Tidak jauh dari mereka seorang wanita bergaub merah diam-diam menguping dan merekam obrolannya. Bahkan kini rekaman itu sudah ia kirimkan ke orang yang bersangkutan.
"Oh iya, di mana putramu yang katanya sudah satu bulan di sini?" tanya Lily.
"Jadi, Jack ada di kota ini?" Noah membatin sekaligus merasa terkejut.
"Oh, sebentar. Biar aku panggilkan," kata Elle.
Elle berbalik dan berjinjit mencari keberadaan sang putra. Begitu mendapati sang putra sedang mengobrol dengan rekannya, Ella segera melambai.
"Jack!" panggil Elle.
Jack? Oh astaga! Clara sontak menoleh mencari sosok yang sedang dipangil. Apakah maksudnya Jack teman SMA ku dulu?
Saat Jack balas melambai dan melenggak mendekat, saat itulah Clara tahu kalau itu memang Jack yang Clara kenal.
__ADS_1
"Aku baru ingat kalau aku dapat undangan pesta dari Jack," batin Clara.
"Malam, Paman, Bibi," sapa Jack. Saat ini Jack belum menyadari ada Clara di sini.
"Halo, Jack. Lama tidak bertemu," balas Josh.
Selesai bertemu sapa dengan Josh dan Lily, Jack beralih menatap Noah. Noah yang pura-pura acuh tiba-tiba menghambur memeluk Jack.
"Ma Bro!" kata Noah. "Gila! Kau tega sekali tidak mengabariku kalau sudah kembali!"
Jack tertawa lepas. "Maaf, aku hanya mau membuatmu terkejut."
"Kudengar kau sudah menikah, di mana istrimu?" tanya Jack.
Clara yang sedari tadu menunduk menyembunyikan wajah, kini merasa terpanggil. Perlahan Clara mendongak hingga matanya bertemu tatap dengan Jack.
"Clara?" pekik Jack saat itu juga.
Clara tersenyum kaku dan mengangkat satu telapak tangan. "Hai Jack."
Yang lain nampaj terkejut ketika Clara dan Jack ternyata sudah saling mengenal.
"Ja-jadi, kau suami Noah?"
Sebelum memberi jawaban, Clara menoleh lebih dulu ke arah Noah. Clara hanya takut jawabannya tidak sesuai di mata Noah.
"Ya, aku suaminya." Noah yang memberi jawaban.
Pupus sudah harapan Jack untuk mendapatkan Clara. Usahanya yang dulu pernah terpendam, mulai bangkit kembali dan mendorongnya untuk kembali mengejar hati Clara. Namun, baru saja hendak dimulai semuanya sudah hancur lebih dulu.
Jack tahu tentang gosip yang beredar, hanya saja Jack tidak tahu kalau si kembar yang dimaksud adalah Clara dan Chloe.
Acara inti pun dimulai. Mereka terpisah di bangku masing-masing dan mulai menikmati hidangan yang ada. Di mejanya--hanya duduk sendiri--Jack masih tidak percaya kalau Clara menikah dengan Noah.
Beralih pada sesi dansa, Noah berdiri mengajak Clara ikut berdansa.
Clara nampak bingung sendiri. "Aku tidak bisa berdansa."
"Kau cukup memelukku saja," ujar Noah.
Clara pun akhirnya mau diajak berdansa. Dari kejauhan, Jack melihat dengan penuh rasa cemburu.
Musik di mulai, Clara merangkulkan kedua tangan di leher Noah. Sedangkan Noah mendaratkan kedua rangan pada pinggang Clara.
"Apa kalian sangat dekat?" tanya Noah sambil menikmat alunan musik.
"Siapa? Aku?"
"Ya. Kau dengan Jack."
"He,em. Kami sangat dekat, tapi itu dulu."
"Oh ya?" Noah membelak. "Apa Jack itu mantan kekasihmu?"
"Tentu saja bukan," jelas Clara. "Kita hanya sangat dekat saat SMA."
***
__ADS_1