Istri Kesayangan Tuan Noah

Istri Kesayangan Tuan Noah
Bagian 37


__ADS_3

Clara sampai di kamar ketika Noah sedang membuka kemejanya. Di ambang pintu, saat Noah tidak tahu keberadaan Clara, diam-diam Clara mengamati sejenak bagaimana Noah kerepotan saat membuka kancing baju.


Clara ingin tanya pada ibu mertuanya kenapa hal sepele seperti membuka kancing baju saja tidak bisa Noah lakukan. Sekalipun bisa, itu akan membutuhkan beberapa waktu.


"Butuh bantuan?" tawar Clara kemudian.


Clara rasanya ingin tertawa saat mendengar Noah sempat berdesis, tapi kalau tawa itu sampai menyembur keluar, bisa-bisa Clara kena omel.


"Kalau mau bantu, cepatlah! Kenapa masih diam di situ?"


Lihat! Baru saja Clara membatin, Noah sudah marah-marah. Apalagi kalau samlau Clara tertawa, pasti akan lebih ramai lagi keadaan kamar.


Clara menepikan rasa kesalnya karena seharian ini sudah beberapa kali mendapat salakan dari Noah. Clara meletakkan lebih dulu segelas air hangat di atas meja lalu baru kemudian membantu Noah melepas kancing kemejanya.


"Noah," panggil Clara sambil mulai membuka kancing urutan yang ke dua.


"Hem."


"Apa aku boleh tanya?"


"Apa?"


"Kenapa kau tidak bisa membuka kancing baju?"

__ADS_1


Noah diam saja. Clara mulai merasa kalau saat ini wajah Noah sudah merubah raut wajah menjadi singa. Untung saja Clara terus menunduk sibuk dengab kancing baju, jadi tidak harus melihat wajah Noah.


"Kau tidak perlu tahu," jawab Noah akhirnya.


Kalau sudah begitu, Clara tidak akan berani bertanya lagi.


"Sudah." Clara mundur saat seluruh kancing kemeja sudah terbuka.


Karena tidak mau terlalu lama berdiri di hadapan Noah yang menampilkan dada bidangnya, Clara segera buang muka.


"Aku mau mandi," kata Clara.


Clara menjambret handuknya lalu menghilang masuk ke dalam kamar mandi. Begitu Noah hendak melepas celana, ponselnya tiba-tiba berdering. Noah lantas menaikkan kembali resleting celananya.


Noah meraih ponselnya lalu menatap layarnya.


"Chloe?" celetuk Noah. "Untuk apa dia menelponku lagi."


Noah memasukkan ponselnya ke dalam laci lalu menutupnya dengan cepat. "Berhentilah menggangguku!"


Noah melenggak begitu saja ke arah kamar mandi. Ia sampai lupa kalau di dalam kamar mandi ada Clara.


"Aaaa!" Seketika Clara menjerit dengan lantang saat tiba-tiba Noah nyelonong masuk.

__ADS_1


Clara yanf terkejut bukan main, segera menjambret handuk yang menggantung lalu menutup tubuhnya dengan cepat. Noah yang tidak terlalu terkejut, justru terlihat santai dengan memicingkan mata.


"Kenapa kau masuk?" salak Clara. Tubuh Clara masih dipenuhi busa, tapi karena tidak mau terlihat, handuk pun jadi korban.


"Tentu saja aku mau mandi. Memang mau apa?" Sahut Noah enteng.


Clara masih tersudut di dinding dekat dengan wastafel. "Kau kan bisa menungguku selesai."


"Aku lupa. Kupikir kau tidak ada di dalam sini."


"Apa …"


Sama sekali tidak peduli, Noah berjalan ke arah bak mandi dan menyalakan airnya. Setelah itu, Noah bersandar sambil kembali menatap Clara.


"Jangan menatapku begitu!" hardik Clara. Cengkeraman pada handuk semakin kuat.


Perlahan-lahan, bibir Noah nampak tersenyum. Senyuman mengerikan dan terlihat penug arti. Kembali berdiri tegak, kedua kaki Noah melangkah maju ke arah Clara.


"Kau mau apa?" Clara sudah tidak bisa menghindar karena posisinya sudah berada di sudut dinding. "Kumohon berhenti!" Clara mengatupkan kedua matanya rapat-rapat karena takut.


Saat Clara masih menutup mata, Noah berdiri melipat kedua tangan sembari mengamat wajah Clara. Pelan, Noah menurunkan wajah hingga sejajar dengan wajah Clara. Saaat itu juga, mata Clara tiba-tiba terbuka.


***

__ADS_1


__ADS_2