Istri Kesayangan Tuan Noah

Istri Kesayangan Tuan Noah
chapter 25


__ADS_3

Pagi hari seperti biasanya Clara sudah menyiapkan semua keperluan Noah. Namun, Clara tidak menunggu Noah bangun, menemani sarapan dan lain-lain. Karena kejadian semalam, Clara berpikir untuk sedikit cuek supaya tidak termakan oleh kebaikan Noah.


Sebelum Noah terbangun--sekitar pukul setengah tujuh--Clara sudah pergi meninggalkan rumah. Clara hanya berpamitan dengan Bibi Tere dan memberikan satu kecupan untuk Jou.


Hoaaaamh!


Noah menggeliat sambil menguap. Ia merentangkan kedua tangan, merenggankan otot-otot tubuhnya masih dalam posisi berbaring.


"Jam berapa sekarang?" gumam Noah.


Noah terduduk, mengucek kedua matanya lalu mendongak mencari letak jam dinding. Saat ini, sudah menunjukkan pukul enam lewat empat puluh lima menit.


Sekali lagi, Noah merenggangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri sembari mengamati seluruh ruangan.


"Di mana Clara?" tanya Noah pads udara.


Noah mendapati pakaian dan keperluan kantor sudah tersedia di atas meja dekat rak buku.


"Clara!" panggil Noah.


Noah pikir Clara mungkin sedang ada di ruang ganti atau kamar mandi. Namun, setelah bebara dipanggil tidak ada jawaban, ternyata memang tidak ada Clara di sini.


"Di mana dia?" tanya Noah lagi.

__ADS_1


Karena waktu terus berjalan, Noah kemudian angkat bahu dan tidak peduli. Ia melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


Saat ini Clara sendiri sudah sampai di perusahaan dengan nama Gelora Studio. Sebuah perusahaan milik Jack tentunya.


"Semoga aku tidak terlambat," kata Clara sambil berjalan masuk.


Sampai di lobi, Clara ditemui oleh seorang karyawan wanita.


"Nona Clara?" sapa keryawan tersebut.


Clara mengangguk mantap. "Ya, saya Clara."


"Sudah ditunggu di ruangan Tuan Jack," ujar Karyawan lagi.


Clara mengikuti langkah karyawan itu pergi. Masuk ke lorong satu, mereka kemudian melewati tangga menuju lantai dua. Clara sebenarnya masih ingat di mana letal ruangan Jack, tapi akan tidak sopan jika hanya pergi sendiri sementara ia masih karyawan baru.


"Kurasa begitu," jawab temannya dengan nada berbisik.


"Dia itu wanita yang kemarin ikut masuk lowongan pekerjaan OG," teman di sisi lain ikut menimbruk.


"Oh ya?" Serentak mereka berdua ternganga. "Lalu kenapa menuju ruang Tuan Jack?"


Dia angkat bahu. "Aku tidak tahu, kemarin dia dipanggil menuju ruang Tuan Jack."

__ADS_1


"Aaaa! Jangan-jangan …" satu temannya membelalakkan mata seolah menebak-nebak akan sesuatu.


"Hei! Jauhkan pikirab kotor kalian!" Karyawan yang baru saja mengantar Clara segera menghardik begitu mendengar pembicaraan mereka.


Mereka bertiga pun sontak terdiam dan kembali fokus pada pekerjaan masing-masing lagi.


"Apa aku terlambat?" tanya Clara saat sudah duduk di kursi di hadapan meja Jack. "Aku gugup sekali hari ini."


Jack tertawa renyah. "Sudah biasa. Semua pasti merasakan apa yang kau rasakan saat ini."


"Benar juga," Clara ikut tertawa.


Jack memanggil salah satu karyawan kepercayaannya untuk membantu Clara memulai pekerjaan. Tidak terlalu repot saat menjelaskan karena pada dasarnya Clara orang yang cepat menangkap saran.


Mundur kembali pada waktu di mana Noah usai mandi, dia berpikir Clara ada di ruang makan menunggunya untuk sarapan. Namun, sampai di ruang makan, Clara tidak ada.


"Mela," panggil Noah pada melayannya.


Mela mendekat. "Iya, Tuan. Ada apa?"


"Di mana Clara?"


Mela nampak bingung. "Maaf, Tuan, saya kurang tahu. Mungkin sedang di ruang lain."

__ADS_1


Noah berdecak. "Kau kan sedari tadi di sini, masa tidak tahu Clara ke mana?"


***


__ADS_2