Istri Kesayangan Tuan Noah

Istri Kesayangan Tuan Noah
Bagian 33


__ADS_3

Noah meeting sekitar pukul sembilan pagi. Sebelum berpindah ruangan bersama Betrand, Noah menyuruh Clara untuk tetap diam menunggu di ruangannya.


Disuruh diam, itu hal yang sulit. Clara sedari tadi hanya mondar-mandir karena bingung harus bagaimana. Clara ingin menghubungi Jack, tapi seminggu ini dia belum sempat minta nomor Jack.


"Kalau begini aku harus bagaimana?" cerocos Clara masih sambil mondar-mandir.


Beberapa kali Clara mendesis dan menggigiti ujung-ujung kukunya.


"Pasti Jack akan langsung memecatku," kata Clara lagi.


Clara berdecak dan menghentakkan kaki sebelum kemudian duduk dengan wajah kesal.


"Dan lagi apa salahnya aku bekerja di tempat Jack. Kupikir Noah dan Jack teman."


"Mereka memang berteman, tapi mereka tidaklah akur."


Seseorang berkata membuat Clara berbalik badan. Kini, di hadapan Clara ada Megan yang sudah berdiri sambil membawa secangkir teh hangat untuknya. Clara masih diam karena bingung, sementara Megan mengulurkan secangkir teh yang ia bawa ke arah Clara. Clara pun menerimanya.


"Sebenarnya mereka hanya sebatas teman saja. Saling mengenal maksudku. Dari dulu, mereka sudah hidup saling bersaing."


Penjelasan Megan membuat Clara ingin tahu lebih mengenai Noah dan Jack.

__ADS_1


"Tapi kulihat mereka saling sapa saat di pesta kemarin," kata Clara.


"Mereka akan terlihat akur hanya saat di depan orang tua masing-masing. Percayalah, mereka berdua sejujurnya saling benci."


Megan tertawa kecil membuat Clara tersenyum kaku. Kini Clara mulai mengerti mengapa tadi Noah begitu marah saat tahu dirinya selama ini bekerja di tempat Jack.


"Jadi kusarankan kau segera mengundurkan diri dari pekerjaanmu," kata Megan lagi.


Jadi Noah sudah menjelaskan tentang masalah pagi ini pada Megan.


"Kenapa dia ember sekali," batin Clara. "Sepertinya mereka berdua sangat dekat," lanjut Clara lagi. Yang Clara maksud adalah Noah dan Megan.


Clara duduk di sofa dan menyeruput tehnya yang mulai mendingin. Megan juga ikut duduk.


Diam-diam Clara menganati Megan yang duduk di sampingnya sambil menyilang kaki. Tubuhnya yang tinggi, paras cantik dan kedua kaki jenjangnya, siapapun pria pasti akan tertarik. Ketika Clara beralih mengamati dirinya, ia sadar bagaimana bentum tubuhnya yang masih standar. Tinggi sekitar 165 cm saja akan kalah dari dari wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya itu.


Dan perlu diketahui, meski kembar, Clara dan Chloe memiliki tinggi yang berbeda cukup jauh. Chloe memiliki paras seorang model, sementara Clara bisa dikatakan wanita biasa saja.


Mungkin ini sebabnya, Chloe selalu diperlakukan istimewa.


"Apa kalian sangat dekat?" tanya Clara.

__ADS_1


Megan menoleh lalu menunjuk dadanya sendiri. "Aku? Aku dekat dengan siapa maksudnya?"


"Noah," jawab Clara.


"Oh, Noah." Megan tersenyum. "Kalau dengan Noah aku memang sangat dekat. Sangat dekat malahan."


Wajah Clara mendadak pias. Melihat hal itu, Megan sontak tersenyum lebih lebar seolah tahu perasaan Clara saat ini.


"Kau tidak perlu berpikiran macam-macam. Aku dan Noah hanya dekat sebagai sahabat saja," jelas Clara.


Clara senang mendengar hal tersebut, tapi tetap saja mendadak merasa minder. Wanita-wanita yang dekat dengan Noah pastilah cantik-cantik dan berkelas.


"Aku mungkin tidak pantas," batin Clara.


Harusnya Clara tahu kalau dirinya begitu cantik.


"Aku senang kalian sudah mulai dekat," kata Megan tiba-tiba. "Sepertinya Noah sudah membuka hatinya untukmu."


Clara spontan tertawa kecut mendengar kalimat Megan. Hubungan memang sudah terasa dekat, tapi Clara masih merasa Noah belumlah jatuh cinta padanya. Tidak seperti sepasang suami istri pada umumnya, Noah sampai detik ini bahkan belum menjamah bagian penting milik Clara.


***

__ADS_1


__ADS_2