Istri Sampah Kini Berlian

Istri Sampah Kini Berlian
Berbagi Sepiring Makanan


__ADS_3

Agam terpaksa menyapu kontraknya. Padahal dia malas. Tapi mau tak mau melakukan semua itu sesuai keinginan Cassandra. Dia mengerjakan tugasnya sampai selesai. Lalu mengintip Cassandra yang sedang menggosok WC.


"Aku lapar," ucap Agam.


"Sebentar ya?" sahut Cassandra.


"Perutku tidak terbiasa menahan lapar. Kau harus cepat!" titah Agam.


"Iya, beristirahatlah dulu Tuan," sahut Cassandra.


Agam cemberut. Kemudian dia berbaring di atas tikar. Di tempat itu tidak ada barang. Hanya beberapa barang yang katanya ditinggalkan penghuni sebelumnya. Hanya tikar, sapu, alat pel, ember, dan beberapa barang di dapur.


"Rasanya seperti di penjara," keluh Agam. Dia biasa tinggal di tempat nyaman sekarang harus tinggal di tempat sempit dan tidak ada fasilitas yang memadai.


Lama kelamaan Agam tidur. Dia benar-benar kelelahan. Sampai dia mencium aroma harum dari mie. Perutnya lapar membuatnya bangun. Dia melihat Cassandra duduk di sampingnya menyiapkan mie rebus dan nasi.


"Kau sudah beli makan?" tanya Agam.


"Sudah, tapi kita makan ini dulu gak papa?" jawab Cassandra. Dia terlihat tidak enak pada Agam.


Laki-laki tampan itu bangun dan melihat apa yang ada di depannya.


"Makan mie instan?" tanya Agam.


"Iya, uangku sisa 500 ribu. Kita harus berhemat sampai gajian," jawab Cassandra.


Agam geleng-geleng kepala. Dia tidak pernah makan mie instan. Sekarang harus makan itu.


"Kau tidak salah memberiku makan mie instan?" tanya Agam.


"Nanti kalau aku sudah punya uang kita makan ayam," jawab Cassandra.


Agam mendengus kesal.


"Kau makan sendiri saja! Aku gak laper," ucap Agam. Dia pindah duduk menjauh dari Cassandra.


"Benaran kau tidak ingin makan?" tanya Cassandra.


Agam terdiam. Dia tidak menoleh sedikitpun ke arah Cassandra.


"Alhamdulillah, aku bisa makan dua porsi. Jadi lebih kenyang," ucap Cassandra. Dia membaca doa makan lalu mulai makan mie instan miliknya.


"Rasanya seperti mie di restoran. Mungkin karena perutku lapar," ucap Cassandra usai menyerupai mie instan miliknya.


Agam tetap diam. Dia memangku tangannya.


"Pakai cabe sepertinya enak. Tadi ibu warungnya baik memberiku beberapa cabai," tambah Cassandra.

__ADS_1


Agam masih diam saja. Dia tidak menggubris ucapan wanita berhijab itu.


Cassandra bangun. Dia menghampiri Agam san duduk di depannya.


"Kalau kau sakit aku tidak punya uang untuk membawamu ke rumah sakit. Makanlah! Ada telor dadarnya untukmu," ucap Cassandra. Dia meletakkan mangkok mie instan dengan telor dadar, dan nasi di depan Agam.


Cassandra kembali lagi duduk di tempatnya. Sedikit jauh dari tempat Agam duduk. Wanita berhijab itu makan mie instan dengan nikmatnya tanpa nasi dan telor dadar.


Agam memperhatikan makanan di depannya. Lebih banyak dari punya Cassandra. Wanita berhijab itu hanya makan mie instan.


"Kenapa kau tidak pakai telor dadar dan nasi?" tanya Agam.


Cassandra menghentikan makannya dan menoleh ke arah Agam.


"Aku sudah terbiasa makan seadanya. Hanya itu yang bisa ku berikan padamu. Maaf ya," jawab Cassandra.


Agam terdiam. Dia memperhatikan makanan di depannya. Kemudian dia bangun dan membawa semua makanannya menghampiri Cassandra. Dia duduk di samping wanita cantik itu.


"Aku tidak makan sebanyak ini. Kau ingin membuatku gemuk?" Agam membagi dua telor dadarnya dan nasi. Dia memindahkan ke mangkuk Cassandra.


"Loh kok dikasih ke aku?" ucap Cassandra.


"Karena aku bukan sapi yang makan banyak. Kau tak lihat tubuhku bagus?" sahut Agam. Dia memperlihatkan otot-otot lengannya.


"Iya sih, kalau begitu makasih ya," jawab Cassandra.


Agam hanya diam. Kemudian memakan makanannya.


Setelah itu Cassandra mandi. Sedangkan Agam sedang bersantai di tikar. Tidak ada lagi tempat yang lebih nyaman selain di tikar.


"Agam! Tolong ambilkan aku handuk!" seru Cassandra dari dalam toilet.


"Kenapa kau menyuruhku lagi?" pekik Agam.


"Oke, aku akan masuk ke kamar tanpa busana. Kau pindahlah ke depan!" sahut Cassandra dengan suara yang terdengar kencang.


"Tanpa busana?" Agam langsung membayangkan Cassandra tanpa busana.


"Apaan sih?" Agam menghapus apa yang dibayangkannya. Dia bangun dan mencari handuk milik Cassandra. Dia membuka tas milik wanita berhijab itu. Beberapa barang-barang intim miliknya ads di dalam tas.


"Gede juga ukuran daleman atasnya," ucap Agam. Melihat dalaman atas milik Cassandra.


"Astaga malah salah tujuan," keluh Agam. Dia kembali mencari handuk milik Cassandra.


"Obat pelancar haid, wanita sering minum seperti ini segala?" ucap Agam memperhatikan obat pelancar haid.


"Diminum sehari sekali. Jangan diminum saat hamil! Laki-laki dilarang minum ini!" Agam membaca keterangan obat pelancar haid itu.

__ADS_1


"Ngapain juga aku baca ginian?" gumam Agam. Dis kembali mencari handuk milik Cassandra.


"Cassandra! Handuknya dimana?" tanya Agam.


"Di kantong samping," jawab Cassandra berteriak.


"Harusnya dia bilang dari tadi. Aku gak perlu baca keterangan obat pelancar haid segala," gerutu Agam. Dia kembali mencari. Sampai menemukan handuk yang dimaksud dan membawanya ke depan toilet.


"Nih!" Agam memasukkan tangannya ke salam celah pintu.


"Makasih ya sayang," sahut Cassandra.


Agam tampak malu. Dia bergegas menarik tangannya. Kemudian dia kembali ke kamar dan tidur di atas tikar sambil menutupinya dengan selimut.


Beberapa menit kemudian Cassandra keluar dari toilet. Dia melihat Agam menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Agam, kau kenapa?" tanya Cassandra.


"Gak kenapa-kenapa," jawab Agam.


"Oh, ku pikir kau sakit," sahut Cassandra. Dia khawatir suaminya sakit laki-laki tampan itu pasti belum pernah hidup susah.


"Agam, aku mau pakai baju. Mau lihat atau mau seperti itu?" tanya Cassandra.


"Apa kau bilang tadi?" Agam terkejut.


"Ya sudah diamlah!" jawab Cassandra. Dia mulai memakai pakaiannya. Tiba-tiba Agam berbalik. Dia terkejut melihat Cassandra.


"Cassandra," ucap Agam. Matanya terbelalak melihat Cassandra begitu cantik dengan dress pendek dan seksi. Agam sampai menelan ludahnya berkali-kali menatap ke depan tanpa berkedip.


"Agam!" panggil Cassandra.


Agam masih bengong. Dia terpesona dengan Cassandra. Kali ini wanita cantik itu benar-benar membuatnya seperti melihat bidadari. Saat digrebek di dalam mobil dia tidak memperhatikan Cassandra karena kondisi mereka yang terdesak. Sedangkan saat ini Agam hanya memperhatikan Cassandra seorang.


"Agam!" panggil Cassandra.


"Kenapa kau mengenakan pakaian yang menggoda iman?" tanya Agam.


"Menggoda iman? Ini hanya pakaian biasa saat aku di kamarku," jawab Cassandra. Dia memperhatikan penampilannya. Tidak ada yang salah. Di dalam kamar dia memang mengenakan pakaian itu.


"Tapi kau sangat cantik dan seksi. Kau mau menggodaku supaya aku mau mengeksekusimu?" tanya Agam.


Cassandra mengernyitkan alisnya. Heran kenapa Agam justru berkata seperti itu.


"Aku tidak berniat seperti itu. Tapi kalau kau mau aku siap," jawab Cassandra.


Agam terkejut dengan apa yang dikatakan Cassandra. Dia justru menawarkan diri padanya. Wajah Agam seperti orang yang syok. Bulu kuduknya berdiri semua. Jantungnya berdebar tak karuan.

__ADS_1


"Bagaimana sayang?" tanya Cassandra. Dia mengedipkan matanya.


Agam terdiam. Mukanya kaku seperti kerupuk yang alot. Tubuhnya memanas karena berada disituasi menyulitkannya.


__ADS_2